Krisis Mesir di Mata Dahlan Iskan

“Saya merenung cukup panjang tentang Mesir. Akhirnya kita harus sadar bahwa dalam berdemokrasi perlu kesabaran. Demokrasi tanpa kesabaran maka negara tidak jalan sesuai dengan harapan bangsa,”

Dahlan Iskan - Krisi mesir

Metrotvnews.com, Jakarta: Krisis Mesir menjadi pelajaran yang berharga bagi seorang Dahlan Iskan.

Semakin memburuknya situasi di Mesir yang banyak menimbulkan korban jiwa mengundang beragam tanggapan, termasuk wartawan senior yang juga Menteri BUMN Dahlan Iskan.

“Sesungguhnya, saya tidak pada kapasitas memberikan tanggapan soal Mesir, namun kita bisa memetik pelajaran dari konflik di Mesir itu,” ucapnya saat didesak wartawan setelah menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Kantor Pusat Pelindo II, Jakarta, Kamis (15/8).

Menurut mantan CEO Harian Jawa Pos dan pendiri Jawa Pos Grup itu, ada dua penyebab konflik di Mesir itu hingga berkepanjangan, yaitu tidak sabar dan sikap toleransi yang tidak bisa dijaga.

“Saya merenung cukup panjang tentang Mesir. Akhirnya kita harus sadar bahwa dalam berdemokrasi perlu kesabaran. Demokrasi tanpa kesabaran maka negara tidak jalan sesuai dengan harapan bangsa,” tuturnya.

Mantan Dirut PLN itu menggambarkan Presiden Mohammed Moursi terpilih secara demokratis, namun kurang dari satu tahun justru rakyat tidak puas, kemudian digulingkan.

“Itu bagian dari ketidaksabaran. Memang ada yang tidak puas karena banyak hal, namun jika sudah sepakat menjadi negara demokrasi maka harus mampu menjaga kesabaran,” kilahnya.

Selain sikap kesabaran itu, Menteri kelahiran Magetan, Jatim pada 17 Agustus 1951 itu menambahkan hal yang juga tidak kalah pentingnya adalah sikap toleran.

“Mursi secara demokrasi formal menang 51 persen, tapi realitanya ada 49 persen yang tidak mendukung. Pada kondisi seperti itu, Mursi seharusnya mengedepankan sikap toleran dengan merangkul sebanyak mungkin pejabat dari kalangan yang tidak memilihnya. Ini (toleran) yang tidak dilakukan Mursi,” ujarnya.

Jadi, papar suami dari Ny Nafsiah Sabri dan ayah dari Azrul Ananda itu, dalam menjalankan demokrasi di suatu negara itu harus diikuti dengan kesabaran menunggu Pemilu berikutnya, dan toleran dengan pihak yang tidak mendukung Presiden terpilih.

“Tanpa dua aspek itu, rasanya cita-cita menuju sebuah negara demokrasi bisa gagal. Kondisi di Indonesia itu patut disyukuri, ada yang tidak sabar, namun sikap toleransi masih sangat kuat sehingga demokrasi tetap berjalan dengan bagus,” tukasnya. (Antara)

Editor: Agus Tri Wibowo

metrotvnews.com

***

Dahlan: Pemerintahan diktator tidak bisa dibilang jelek

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku termenung melihat kondisi Mesir yang saat ini semakin memburuk. Dahlan merenung dan mengambil pelajaran dari kejadian ini bahwa tidak mudah untuk menjadi negara demokrasi.

Dari kejadian Mesir, Dahlan berpendapat bahwa tidak selamanya pemerintahan diktator itu buruk. Masyarakat harus toleran dengan pemimpin yang menang yang dipilih secara demokrasi.

Sebagai negara demokrasi, sikap toleran merupakan sikap yang wajib dimiliki oleh seluruh masyarakat. “Demokrasi harus toleran, tidak bisa kita bilang diktator jelek. Itu namanya kita tidak toleran. Mursi telah terpilih sebagai presiden dengan kemenangan 51 persen. Yang tidak mendukung dia 49 persen. Tapi sebagai pemenang sebaiknya dia merangkul sebanyak mungkin pihak 49 persen itu. Mursi juga harus toleran dengan merangkul dia. Itu tidak dilakukan oleh Mursi,” kata Dahlan di Jakarta, Kamis (15/8).

Menurut Dahlan, untuk menjadi negara demokrasi seluruh masyarakat dan pemimpin harus mempunyai dua sifat yaitu sabar dan toleran. “Saya merenung cukup panjang mengenai Mesir kita harus sadar bahwa demokrasi memerlukan kesabaran. Demokrasi tanpa kesabaran tidak jalan,” ucap Dahlan.

Dari kejadian di Mesir, Dahlan menyebut seharusnya presiden terpilih bisa lebih sabar menghadapi orang yang tidak mendukungnya. Kemudian masyarakat juga harus sabar jika pemimpin terpilih bukan pilihan mereka.

“Demokrasi baru satu tahun pemimpin jangan digulingkan itu bagian ketidaksabaran. Memang kita tidak selalu puas, kita harus sabar. Tidak sabar boleh, tapi jumlahnya jangan banyak-banyak,” kata mantan dirut PLN ini.

Atas kejadian di Mesir ini, Dahlan bersyukur masyarakat Indonesia masih bersifat sabar dan toleran. Kejadian seperti di Mesir bisa dihindari. “Dari kejadian Mesir kita merenungkan dan belajar demokrasi harus kesabaran dan toleran. Tanpa dua itu gagal. Dan kita bersyukur Indonesia berhasil,” tutupnya.

[bmo]

merdeka.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: