Dahlan: Pelindo dan Bea Cukai tak kompak soal waktu bongkar muat

“Ini harus ada rapat koordinasi mengenai instruksi tersebut. Sehingga pihak bea cukai bisa menyamai Pelindo II,”

dahlan-pelindo-dan-bea-cukai-tak-kompak-soal-waktu-bongkar-muat

Setelah melakukan rapat koordinasi dan meninjau langsung aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkap salah satu masalah yang membuat waktu bongkar muat terus dikeluhkan pengusaha.

Dahlan menyebut adanya perbedaan waktu bongkar muat (dwelling time) yang dijadikan patokan oleh Bea Cukai dan Pelindo II. Bea Cukai dan pelindo II mempunyai estimasi waktu yang berbeda untuk bongkar muat.

Pelindo mematok waktu di bawah 5 hari. Sedangkan Bea Cukai mempunyai estimasi waktu hingga 8 hari. Dahlan melihat, institusi pemerintah seharusnya menyamakan persepsi mengenai dwelling time agar bongkar muat di pelabuhan menjadi semakin baik.

“Ini harus ada rapat koordinasi mengenai instruksi tersebut. Sehingga pihak bea cukai bisa menyamai Pelindo II,” ucap Dahlan di Kantor Pelindo II, Jakarta, kamis (15/8).

Dahlan meminta Kementerian Perhubungan sebagai regulator, Pelindo II dan Bea Cukai bekerja sama serta menyepakati target yang sama terkait dwelling time. Tidak hanya itu, Dahlan juga meminta Pelindo II membantu Bea Cukai jika mengalami kesulitan.

“Menyingkronkan 2 policy ini. Ketentuan dasar tidak diubah nanti di lapangan susah. Pelindo pokoknya bantu apa saja, kasih komputer, masuk hari minggu kita bantu,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Iskandar Zulkarnaen mengatakan waktu tunggu bongkar muat pelabuhan (dwelling time) di Indonesia saat ini mencapai 9 hari. Angka ini adalah salah satu yang terburuk di dunia jika dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura dan Malaysia.

Menurut data Iskandar, rata-rata waktu tunggu negara lain adalah Thailand dengan 5 hari, Malaysia dengan 4 hari, Australia dengan 3 hari, USA dengan 4 hari, Prancis dengan 3 hari, Hongkong dengan 2 hari, Singapura 1,2 hari.

“Ini menunjukkan bahwa penyelenggara pelabuhan di Tanjung Priok masih dimonopoli oleh Pelindo. Ada yang salah dan tidak sesuai dengan semangat persaingan usaha mendorong efisiensi,” ucap Iskandar dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/7).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan penilaian tersebut diyakini hanya sementara. Hatta mengklaim, waktu tunggu bongkar muat di pelabuhan bakal menjadi lebih singkat.

“Ini sementara saja dan kami berkomitmen akan menurunkan. Dari rapat lalu diputuskan 4 hari, kita mau menuju di bawah 4 hari sebelum 2015,” ujar dia saat berbincang dengan wartawan di Kantornya, Selasa (9/7).

Menurut Hatta, lambannya waktu bongkar muat di pelabuhan karena harga gudang di pelabuhan sangat murah. Nantinya akan diterapkan bea progresif yang akan tetapkan untuk menaruh barang di gudang pelabuhan.

“Ada juga sinyalemen, importir kita males ambil barang di gudangnya karena harga di sana murah sekali. Maka berikan bea progresif, sekian hari bebas tetapi sekian hari lagi kenakan biaya,” kata dia.

[noe]

merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: