Dahlan Iskan Surati PN Medan tak Eksekusi Lahan

“Masa lahan pemerintah di eksekusi. Kita akan PK dan ini lahan KAI yang di Medan,” 

dahlan-curhat-lahan-kai-di-medan-mau-dieksekusi-orang

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan membenarkan bahwa dirinya beberapa hari lalu melayangkan surat ke Pengadilan Negeri Medan. Hal itu dilakukan Dahlan untuk membatalkan esekusi lahan belakang kantor Divre PT KAI Sumatera Utara-NAD.

“Ya itu lahan tanah PT KAI yang kemudian digugat orang dan menang, kemudian naik banding menang lagi, kasasi menang. Sehingga tanah itu mau diesekusi oleh orang yang menang di pengadilan itu,” tutur Dahlan di Jakarta, Kamis (15/8).

Surat yang dikirim bekas Dirut PLN ini mengingatkan bahwa tanah negara harus digunakan untuk kepentingan bersama. “Nah saya bilang bahwa ini kan tanah negara masa mau diesekusi sama orang, ya nanti masak semua tanah negara dieseskusi orang bagaimana?,” terangnya.

Makanya, Dahlan meminta pada pihak-pihak yang ngotot mengeksekusi lahan itu untuk berhenti. “Saya minta itu dihentikan, karena itu kita upaya PK. Sampai hari ini alhamdulillah belum diesekusi,” pungkas Dahlan.

Sebelumnya, Selasa (13/8) lalu Ratusan pegawai PT Kereta Api Divre (KAI) I wilayah Sumut-NAD dibantu salah satu ormas menghadang upaya eksekusi Pengadilan Negeri (PN) Medan di depan gedung Centre Point di Jalan Jawa Kelurahan Gang Buntu, Medan Timur, Selasa (13/8) pagi.

Sebagian dari mereka melakukan long march ke gedung PN Medan di Jalan Pengadilan mencari Ketua PN Medan Erwin Mangatas Malau.

Para pengunjuk rasa itu menolak pelaksanaan eksekusi lahan seluas 3.000 meter persegi tersebut karena menganggap putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1040 K/PDT/2012 tertanggal 15 April 2013 belum final.

Di sisi lain, Kepala Pusat Pengendalian Komunikasi Jalur Kereta Api PT KAI Divre I Sumut-Aceh Budi Musa mengatakan, lahan negara yang dicaplok PT ACK juga meliputi sejumlah gedung kantor milik PT KAI.

“Salah satunya kantor saya. Kalau ini (kantor komunikasi) jatuh ke tangan mereka, seluruh komunikasi ke kereta api akan lumpuh. Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah menyurati pihak pengadilan agar membatalkan eksekusi. Kasus ini juga sudah kami laporkan ke KPK,” tegas Budi. (chi/jpnn)

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=186361

***

Dahlan curhat lahan KAI di Medan mau dieksekusi orang

Putusan MA yang memenangkan PT Arga Citra Kharisma (PT ACK) atas lahan seluas 13.578 meter persegi dan 22.377 meter persegi di Jalan Jawa dan Jalan Madura, Medan milik PT Kereta Api Indonesia, sudah sampai ke telinga Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Dahlan bercerita mengenai pengambilalihan lahan milik PT KAI tersebut. Dahlan curhat anak buahnya selalu kalah dalam persidangan mengenai polemik tersebut. Bahkan, sampai tahap kasasi, PT KAI tetap kalah.

“Itu lahan KAI di Medan, kemudian digugat orang dan menang, naik banding orang itu menang lagi dan sampai kasasi orang itu menang lagi,” cerita Dahlan di Kantor Pelino II, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (15/8).

Dahlan sangat menyayangkan sikap orang yang akan mengeksekusi tanah milik pemerintah. Dahlan telah memerintahkan KAI untuk melakukan Peninjauan Kembali (PK) agar lahan tersebut tidak jadi dieksekusi.

“Masa lahan pemerintah di eksekusi. Kita akan PK dan ini lahan KAI yang di Medan,” katanya.

Sekadar diketahui, Putusan MA RI Nomor 1040 K/PDT/2012 tertanggal 05 November 2012 jo putusan PT Medan No: 415./PDT/2011/PT.MDN 12 Januari 2012 jo putusan PN Medan No: 314/PDT.G/PN.MDN 12 September 2011, dinilai telah merugikan PT KAI.

Pihak PT KAI telah mengajukan PK (peninjauan kembali) atas putusan MA yang memenangkan PT ACK atas lahan seluas 13.578 meter persegi dan 22.377 meter persegi di Jalan Jawa dan Jalan Madura, Medan.

Aset negara yang telah dipercayakan kepada PT KAI, sesuai Surat Menteri Keuangan No S-1069/HK.03/1990 tertanggal 4 September 1990 dan Surat Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 530.22-134 tanggal 9 Januari 1991.

[noe]

http://www.merdeka.com

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: