Dahlan Terkejut Rudi Rubiandini Ditangkap KPK

“Saya kaget dan tidak menyangka,” 

kepala-skk-migas-rudi-rubiandini-usai-menjalanu-pemeriksaan-di-_130814225934-295

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Dahlan Iskan terkejut mendengar berita penangkapan tangan terhadap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya kaget dan tidak menyangka,” kata Dahlan Iskan di Jakarta, Rabu (14/8/2013).

Menurut Dahlan, sosok Rudi merupakan orang yang sederhana dan memiliki tekad untuk memperbaiki beragam permasalahan yang menjerat sektor migas seperti persoalan keruwetan di dalam perizinan.

Kesederhanaan tersebut, ujar dia, ditunjukkan oleh Rudi Rubiandini yang dikenal kerap pulang mudik ke kampung halamannya di Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan menggunakan kereta ekonomi.

Menteri BUMN juga berpendapat bahwa Kepala SKK Migas memiliki banyak lawan di dalam dunia migas antara lain karena tekadnya untuk melakukan pembersihan di sektor tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Johan Budi menyebutkan status Kepala SKK Migas serta dua pengusaha swasta berinisial A dan S masih sebagai pihak terperiksa KPK.

“Masih belum dapat disimpulkan, kami punya waktu 1 x 24 jam, tentu sampai pukul 22.30 WIB nanti seusai tangkap tangan dilakukan,” kata Johan di Gedung KPK.

Johan membenarkan pemberitaan sejumlah media massa terkait operasi tangkap tangan terhadap Kepala SKK Migas pada Selasa (13/8/2013) malam.

Penyidik KPK kemudian melanjutkan penangkapan terhadap pelaku dari pihak swasta berinisial S di Apartemen Mediterania Tower H di Jakarta Barat sekitar pukul 24.00 WIB.

“Dalam proses tangkap tangan awal pada 22.30 WIB itu ada uang dalam bentuk dollar sekitar 400.000 dollar AS. Kami temukan lagi uang dalam dollar juga, tapi ini sedang dihitung,” katanya.

kompas.com

***

Dahlan Iskan: Rudi Rubiandini Punya Banyak Musuh

“Kaget aku, kaget sekali,” ujar Dahlan di kantornya, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (14/8).

Sepengetahuan Dahlan, Rudi adalah orang yang sederhana dan tidak berlebihan. “Setahu saya beliau orangnya sederhana. Pulang ke Tasik (rumah asli Rubi-red) saja naik kereta ekonomi,” tutur pria berusia 62 tahun ini.

Terlebih, kata Dahlan, Rubi selalu bicara tentang bagaimana membersihkan SKK Migas. “Dan saya bicara dengan beliau tentang keruwetan perizinan yang ada, dengan begitu saya mengagumi beliau,” aku Dahlan.

Rubi juga diketahui memiliki musuh yang banyak karena niat dirinya yang berkeinginan untuk membersihkan SKK Migas. “Yang saya tahu musuh dia banyak sekali karena rencana bersih-bersih dia di SKK itu. Tapi kalau memang tertangkap tangan oleh KPK dan itu betul mau diapakan lagi,” tutup mantan Dirut PLN ini.

Seperti diketahui Rudi Rubiandini ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa malam (13/8), sekitar pukul 22.30 WIB.

Berdasarkan informasi, penyidik KPK yang berjumlah 10 orang langsung masuk ke rumah Rudi di Jalan Brawijaya VIII Jakarta Selatan. Dalam penangkapan ini KPK membawa barang bukti berupa tas warna hitam, motor gede bermerk BMW, dan sejumlah kardus.

Diduga, penangkapan ini dilakukan karena Rudi telah menerima suap sebesar 700 ribu dolar AS, yang diterimanya melalui dua tahap. Tahap pertama, sebesar 300 ribu dolar AS diterimanya pada Ramadhan. Tahap kedua, sebesar 400 ribu dolar diterimanya usai Lebaran.

Masih berdasarkan informasi, mantan penasihat BP Migas dan mantan Wakil Menteri ESDM ini menerima suap dari salah satu perusahaan migas. (chi/jpnn)

jpnn.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: