Dahlan Iskan Selidiki Aliran Dana Jasa Raharja ke Djoko Susilo

“Jasa Raharja sudah meminta rekening kepolisian, tapi karena enggak mau ngirim dan di stop, Di stopnya karena tidak mau memberikan rekening kepolisian, rekening resmi,” 

20130523jasa-dialog1

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan angkat bicara mengenai kesaksian Mantan Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo yang menerima dana insentif dari Jasa Raharja Rp 60 juta tiap bulannya.

Mengenai hal itu Dahlan akan mengecek kebenaran dana itu apakah masuk dalam kategori honor atau masuk kategori lain.

“Kalau honor apakah itu dana gelap atau terang? Artinya bisa saja terang dan gelap. Misalnya begini, ada SK Direksi tentang dana itu (pemberian dana pada polisi-red), nah kalau itu legal namanya,” tutur Dahlan di kantornya Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (14/8).

Agar tidak simpang siur Dahlan jelaskan bahwa kemungkinan di Jasa Raharja ada program tertentu yang memungkinkan berkaitan dengan pihak kepolisian.

“Misalnya bahwa ada program, apalagi Jasa Raharja kan kaitannya dengan kecelakan lalulintas dan untuk itu Jasa Raharja pasti butuh atau memerlukan konsultan. Sedangkan yang mengerti hanya polisi,” papar Dahlan.

Nah dari situlah, mungkin kata Dahlan, keluarlah SK Direksi Jasa Raharja mengenai biaya perbulan untuk polisi. “Kalau SK itu keluar tidak ada permasalahan di Jasa Raharja, tapi polisinya boleh atau gak menerima dana itu saya tidak tahu. Nanti akan saya cek dana gelap atau dana terang,” pungkas bekas Dirut PLN ini.

Seperti diketahui saat bersidang di Tipikor kemarin, Mantan Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo mengakui menerima dana insentif dari Jasa Raharja Rp 60 juta tiap bulannya. Uang itu diterima sebagai komisi kerjasama pengurusan administrasi STNK dan uang santunan kecelakaan.

“Kami mendapat insentif dari Jasa Raharja sebulan Rp50 juta. Dan juga ada tambahan Rp10 juta, sehingga total tambahan Rp60 juta,” ujar Djoko di sela-sela persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa malam (13/8).

Djoko mengaku, yang mendapat tambahan insentif itu hanya anggota Polri yang menjabat sebagai Kasatlantas Polres. Hal itu, diakui Djoko, dilakukan sejak 2009 silam.

“Itu uang insentif pejabat. Bisa digunakan pribadi atau operasional. Karena Kasatlantas ikut mengelola santunan kecelakaan dan mengurus administrasi STNK,” akunya.

“Maka Jasa Raharja memberikan insentif kepada pejabat polisinya,” sambung Djoko. (chi/jpnn)

jpnn.com

 

***

Jasa Raharja Setor Rp1 M ke Djoko Susilo, Ini Komentar Dahlan

JAKARTA – Kasus dugaan korupsi pengadaan simulator kemudi R2 dan R4 di Korlantas Polri 2011 dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) masih berlanjut, dalam persidangan lanjutan tersebut terungkap bahwa perusahaan BUMN yang bergelut di bidang asuransi kecelakaan lalu lintas Jalan dan penumpang umum, yakni PT Jasa Raharja terungkap memberikan upeti sebesar Rp1,05 miliar untuk Irjen Pol Djoko Susilo selama dua tahun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan sudah melakukan pengecekan terhadap aliran dana yang dikucurkan oleh Jasa Raharja yang ditujukan kepada lembaga kepolisian.

Dahlan menjelaskan, pembiayaan tersebut diberikan lantaran pihak Jasa Raharja dan Kepolisian telah menjalin kerjasama sejak lama, di mana dalam kerjasama tersebut Jasa Raharja memberikan biaya operasional kepada kepolisian, yang dilakukan melalui transfer antarrekening instansi.

Namun, yang terjadi saat ini, kata Dahlan, Jasa Raharja telah menyetop pemberian biaya tersebut. “Saya sudah cek bahwa dulu Jasa Raharja memberikan biaya operasional kepada polisi sebagai biaya institusi, Saya sudah stop sejak tahun lalu,” ujar Dahlan kepada wartawan seusai Rapat Pimpinan (Rapim) di Kantor PT Pelindo II (Persero), Jakarta, Kamis (15/8/2013).

Pemberhentian pemberian aliran dana yang dilakukan Jasa Raharja kepada lembaga kepolisian dikarenakan lembaga tersebut tidak memberikan rekening resmi milik lembaga tersebut, ketika pihak Jasa Raharja meminta rekening resmi tersebut.

“Jasa Raharja sudah meminta rekening kepolisian, tapi karena enggak mau ngirim dan di stop, Di stopnya karena tidak mau memberikan rekening kepolisian, rekening resmi,” tukasnya. (wan) (wdi)

okezone.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: