Dahlan Iskan: Pencuri Terang-Terangan Curi Minyak Pertamina

“Negara rugi, Pertamina rugi, moral bangsa rugi kemudian nama baik Indonesia hancur, seperti negara ini nggak bisa menjamin keamanan usaha,” 

216091_dirut-pertamina-karen-agustiawan-meninjau-lokasi-penjarahan_663_382
JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meyakini bahwa PT Pertamina EP akan butuh waktu lama menutup minyak di jalur pipa Tempino-Plaju Sumatera Selatan. Alasannya karena para pencuri melakukan aksinya secara terang-terangan.

“Itu sekarang pipanya ditutup maka minyaknya nggak mengalir, karena bisa bahaya. Penutupan akan lama karena pencurian ini terang-terangan dan terbuka,” ujar Dahlan di kawasan Parkiran Timur Senayan, Jakarta, Kamis (1/8).

Karena dilakukan secara terang-terangan, Dahlan menduga sudah banyak pihak tahu pelaku pencurian. Namun, Dahlan enggan mengatakan siapa pencuri itu dan lebih menyerahkannya pada pihak berwajib.

Mengenai adanya indikasi orang dalam yang bermain dalam aksi penjarahan ini, Dahlan tak mau menduga-duga. “Nggak ada indikasi. Ini terbukti, terbuka, terang-terangan di depan mata. Semua orang tahu siapa pencurinya,” tutur mantan Dirut PLN ini.

Menurut Dahlan, akibat aksi penjarahan ini, semua pihak telah dirugikan tidak hanya Pertamina saja. Maka itu Dahlan berharap pihak Kepolisian cepat menangkap dan menindak jaringan pencurian ini.

“Negara rugi, Pertamina rugi, moral bangsa rugi kemudian nama baik Indonesia hancur, seperti negara ini nggak bisa menjamin keamanan usaha,” sesalnya.(chi/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2013/08/01/184597/Dahlan-Iskan:-Pencuri-Terang-Terangan-Curi-Minyak-Pertamina-

***

Dahlan Iskan: Jaringan Pencuri Minyak Harus Diberi Kerja

JAKARTA, FAJAR — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan angkat bicara menanggapi aksi penjarahan minyak di jalur pipa Tempino-Plaju Sumatera Selatan milik PT Pertamina EP yang merugikan Pertamina hingga Rp 290 miliar.

Menurutnya aksi penjarahan itu akan berhenti jika para pencuri diberikan pekerjaan lain yang lebih layak, supaya tidak melakukan pencurian kembali. “Jaringan ini harus punya pekerjaan lain,” ujar Dahlan usai menghadiri acara ‘Mudik Gratis Bareng Jasa Raharja’ di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Kamis (1/8).

Dahlan menilai, pencurian ini terus terjadi dan menggiurkan bagi mereka karena para pelaku sudah memiliki jaringan yang kuat, bahkan hingga punya jaringan pelanggan tetap.

“Karena jaringan yang mencuri minyak ini sudah terlanjur punya jaringan, terlanjur punya alat transportasi dan sudah punya konsumen tetap. Kalau misal besok dibuka, besok akan hidup lagi jaringannya. Begitu terus seterusnya,” tutur dia.

Seperti diketahui, PT Pertamina EP terpaksa menghentikan pengoperasian pengaliran minyak di jalur pipa Tempino- Plaju Sumatera Selatan sebanyak 12 ribu barel per hari (bph) karena pencurian. Karena alasan itu makanya pihak Pertamina EP akan menutup saluran minyak tersebut dalam jangka waktu yang belum bisa ditentukan.

Sejak dihentikannya pengiriman pasok minyak mentah dari Pusat Penampungan Produksi (PPP) Tempino sejak tanggal 24 Juli 2013, telah menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 290 miliar dan itu bisa mengancam terjadinya krisis BBM di wilayah Sumsel akibat kilang kekurangan pasokan minyak mentah. (jpnn)

www.fajar.co.id

***

Pipa Minyak Pertamina Plaju Dibobol Sejak 2007

VIVAnews – Kasus sabotase aset negara dengan cara pencurian minyak mentah Pertamina di jalur pipa Tempino-Plaju Sumatera Selatan telah terjadi sejak 2007 lalu dan terus meningkat hingga puncaknya Juli 2013. Pertamina terpaksa menghentikan aliran minyak ruas Tempino-Plaju menuju kilang Plaju.

“Sejak 2007 sudah mulai terjadi dan terus meningkat. Kita sudah laporkan pencurian ke aparat keamanan, namun penindakan lemah sehingga para pencuri semakin berani karena merasa di-back-up oleh oknum aparat,” kata PR Manager Pertamina EP, Agus Amperianto saat dihubungi VIVAnews, Selasa 30 Juli 2013.

Hari ini, Pertamina EP menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kapolda Sumatera Selatan untuk meningkatkan keamanan objek vital nasional (Obvitnas) termasuk jalur pipa Tempino-Plaju yang merupakan aset negara. Kesepakatan ini menginduk dari MoU yang telah dilakukan Kapolri dengan Dirut Pertamina beberapa waktu lalu.

Pertamina EP telah menemukan berbagai bukti penjarahan melalui illegal tapping yang massif dan terorganisasi sehingga MoU ini diharapkan dapat menindak hukum hingga ke akarnya termasuk penindakan ke oknum aparat keamanan yang melindungi aksi pencurian tersebut.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, mendukung langkah Pertamina untuk menghentikan aliran minyak mentah Tempino-Plaju karena dapat membahayakan operasional Pertamina. “Pipa tersebut bisa meledak setiap saat,” kata Hatta, Senin 29 Juli 2013.

Dia mengatakan, minyak baru akan dialirkan dengan dua syarat. Pertama, pipa yang dibolongi secara ilegal selesai diperbaiki. Dengan demikian keamanan operasional terjamin. Kedua, oknum yang melakukan pelanggaran tersebut segera diamankan dan ditindak tegas. (eh)

http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/433329-pipa-minyak-pertamina-plaju-dibobol-sejak-2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: