Dahlan Iskan Siapkan Opsi Pembiayaan Proyek JSS

 “Kalau pemerintah tidak mau ya sudah diserahkan ke sawasta saja, ditenderkan lah, siapa yang berminat silahkan,” 

20091119_100340_jembatan-b
Sudah Dua BUMN Pamer Konsep

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mendapat lampu hijau untuk mengarap proyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Mendengar kabar itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan pun telah menyiapkan dua skema tentang pembiayaan proyek jembatan yang bakal menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera itu.

Menurut Dahlan, skema pembiayaan pertama adalah dengan dana APBN. “Saya akan usulkan itu, semua Rp 200 triliun,” ujar Dahlan di Gedung BUMN, Jakarta, Selasa (30/7).

Tapi, pembiayaan dari APBN itu tidak dalam satu tahun anggaran, tetapi dengan cara bertahap. Yakni selama 10 tahun sehingga setiap tahunnya dianggarkan Rp 20 triliun untuk realisasi JSS.

Sedangkan skema kedua adalah pembiayaan yang melibatkan pihak swasta melalui sistem tender. “Kalau pemerintah tidak mau ya sudah diserahkan ke sawasta saja, ditenderkan lah, siapa yang berminat silahkan,” tuturnya.

Dari dua mekanisme itu, Dahlan mengaku lebih cenderung memilih untuk menggunakan pembiayaan proyek melalui APBN. Menurutnya, negara masih mampu membiayai Rp 200 triliun secara bertahap.

“Subsidi BBM yang dibakar untuk 1 tahun itu menghabiskan anggaran sampai Rp 20 triliun, kenapa gak menghemat sedikit BBM untuk bayar itu (proyek JSS)? Makanya korupsi diberantas habis biar uangnya bisa buat bikin jembatan. Yang jelas keputusan tetap ada pada pemerintah, tapi kita ajukan kemungkinan APBN, sekalian studi kelayakan dari APBN juga,” tuturnya.

Namun, hingga saat ini Dahlan belum menerima keputusan resmi dari pemerintah mengenai penunjukkan pengerjaan proyek JSS itu. “Pokoknya saya masih nunggu keputusan resminya kalau memang penunjukkan itu benar diberikan pada BUMN,” bebernya.

Dahlan menambahkan, dirinya sudah mendapat paparan tentang proyek JSS dari dua BUMN. “Sudah ada dua BUMN yang presentasi, untuk namanya tidak usah disebut, nanti malah bikin yang lain iri,” ucapnya.

Setelah melihat presentasi dari dua BUMN itu, Dahlan merasa bangga karena secara konsep proyek JSS bisa dikerjakan oleh anak bangsa sendiri. “Presentasi itu sungguh membanggakan, mereka mampu mengerjakan itu. Sudah dipresentasikan sampai ke teknis pengerjaan pemancangan tiang, besarnya tiang seberapa, penanaman kedalaman tiang seberapa,” paparnya.

Di luar dua BUMN itu, lanjut Dahlan, masih ada tiga BUMN lain yang belum melakukan presentasi. Ia berharap nantinya lima BUMN yang bergerak di bidang konstruksi bisa beradu konsep tentang proyek JSS.

“Presentasi itu saya yang minta, nanti kan ada konvensi di antara calon itu, nanti yang milih saya,” pungkasnya.

Sebelumnya, tiga pekan lalu pemerintah memutuskan bahwa proyek JSS digarap oleh BUMN dan swasta. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, keputusan itu diambil oleh Tim 7 dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian.

Tim 7 terdiri dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Keuangan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Menteri Perindustrian, Sekretaris Kabinet, serta Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas). Tim ini ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membahas perencanaan pembangunan JSS.

Djoko mengatakan, peserta rapat meminta agar perusahaan pelat merah dilibatkan, sehingga pemerintah memiliki wewenang mengontrol pembangunan JSS dan kawasan strategis di sekitarnya.(chi/jpnn)

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=184320

Iklan

One Comment to “Dahlan Iskan Siapkan Opsi Pembiayaan Proyek JSS”

  1. Ini tantangan bagi Menteri BUMN Dahlan Iskan dan perusahaan pelat merah binaannya. Dengan berbagai prestasi yang telah ditunjukkannya, yang terakhir membangun jalan tol di atas laut di Bali, yang tentunya tidak jauh berbeda dengan pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), perusahaan pelat harus bisa tampil sebagai leadernya dengan perusahaan swasta sebagai anggota konsorsium. Sehingga, secara bertahap bangsa ini punya martabat dengan keberhasilannya membangun mega proyek.
    Ini peluang prestisius untuk unjuk rasa bagi putra bangsa dengan perusahaannya yang ternyata mampu berprestasi dalam pembangunan mega proyek tersebut. Selama ini pemerintah dan penguasa negara ini cenderung mengagung-agungkan orang asing dari prestasi anak bangsanya sendiri. Sekarang saatnya pemerintah menghargai kemampuan putra-putrinya sekaligus perusahaannya sendiri.
    Tetapi ide ini jelas bukan pekerjaan mudah, terutama untuk mendapatkannya. Karena, kalau masih berhubungan dengan Menteri yang mantan wartawan itu, penguasa negara yang biasa menggarong harus siap tidak bisa menggelembungkan pundi-pundinya.
    Bayangkan, Rp 200 triliyun, masa mereka harus gigit jari tidak dapat apa-apa. Ini juga menyangkut para penguasa parlemen Senayan. Kalau menggunakan dana APBN, sudah pasti mereka akan bergerilya untuk mendapatkan bagian dari mega proyek tersebut.
    Sekarang pilihannya, apakah masih tetap akan menggarong, atau negara ini bisa bermartabat, tidak dicap sebagai negara terkorup kelas dunia, atau tetap sebagai negara terkorup dengan kebagian kantong tebal dari proyek Rp 200 triliyun.
    Ayo…. para penguasa, politisi dan broker-broker mau pilih tetap jadi koruptor atau mau tobat Demi Indonesia yang lebih baik dan lebih bermartabat. Pilihannya gampang kok……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: