Dahlan : Dirut Pos Indonesia Diganti Karena Faktor Usia

“Saya ngotot sekali supaya diperpanjang karena idenya bagus, tapi tidak cukup kuat untuk itu, karena usianya sudah 62 tahun, sayang sekali sebenarnya, batasnya 58, orangya masih energik,” 

direktur-utama-pt-pos-indonesia-i-ketut-mardjana

Liputan6.com, Jakarta : Beberapa hari lalu Direktur Utama (dirut) PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana telah resmi digantikan Budi Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan Pos Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menegaskan pergantian dirut tersebut dilakukannya mengingat dirut yang lama sudah tidak layak umur.

Dalam masa akhir jabatannya I Ketut Mardjana telah berusia 62 tahun dimana ini sedikit melebihi standar ketentuan yang ditetapkan BUMN mengenai maksimal usia Direktur utama hanya sebatas 58 tahun.

“Saya ngotot sekali supaya diperpanjang karena idenya bagus, tapi tidak cukup kuat untuk itu, karena usianya sudah 62 tahun, sayang sekali sebenarnya, batasnya 58, orangya masih energik,” jelas Dahlan saat berbincang dengan wartawan di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (30/7/2013).

Faktor lain juga mengingat dari pihak internal perusahaan ada sosok yang lebih muda dan cukup berkompeten untuk menggantikan I Ketut, untuk itulah Dahlan tidak bisa mempertahannkannya.

Dahlan mengungkapkan dirinya berpesan kepada Budi selaku dirut baru untuk tetap melanjutkan program kerja I Ketut yang sudah dicanangkan sebelumnya.

“Saya harapkan program-program Pak Ketut yang sudah dicanangkan tetep dijalankan, terutama program Pak Ketut untuk Pos menjadi kliring house untuk transaksi e-commerce. Ide Pak Ketut itu saya nilai ide terbaik yang pernah ada di BUMN dalam hal transformasi bisnis, sehingga itulah masa depan Pos Indonesia,”paparnya.

Seakan tak mau kehilangan sosok seperti I Ketut Mardjana, mantan dirut PLN itu mengaku saat ini sedang terus mencarikan posisi yang tepat untuknya di salah satu perusahaan BUMN.

“Saya lagi mencarikan tempat untuk beliau yang usia segitu masih bisa (menjabat), ya di lingkungan BUMN lah, misalnya ada BUMN yang susah, tidak ada calon,”pungkasnya. (Yas/Ndw)

liputan6.com

foto: republika.co.id

***

Dahlan Iskan Carikan Posisi Pantas untuk Ketut Mardjana

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini tengah mencari tempat yang layak untuk mantan Direktur Utama PT Pos I Ketut Mardjana. Dahlan berencana akan menempatkan Ketut di tempat yang layak.

“Saya lagi carikan tempat beliau (Ketut-red) yang boleh usia segitu (62 tahun-red). Masih di lingkungan BUMN. Misalnya di satu BUMN yang susah dan tidak ada calon,” ujar Dahlan di kantornya, Jakarta, Selasa (30/7).

Dahlan punya alasan tersendiri mengapa ingin menempatkan Ketut di BUMN yang kondisinya sedang terpuruk. Menurutnya, selama ini kinerja Ketut sangat bagus dan bisa membawa kemajuan.

“Program-program yang dijalankan Pak Ketut selama di PT Pos sangat baik, terutama program yang menjadikan Pos jadi clearing house untuk transaksi e-commerse. Ide Pak Ketut itu ide terbaik yang pernah ada di BUMN. Siapa tahu beliau bisa menghidupkan BUMN yang krisis,” harap dia.

Terakhir sebelum Ketut menyerahkan jabatannya pada Budi Setiawan (Dirut PT Pos yang baru), keduanya memang tidak sempat ketemu lantaran kesibukan mereka masing-masing. Sehingga, hanya melalui pesan singkat mereka berkomunikasi. Dalam SMS itu, Ketut meminta maaf pada Dahlan bila ada yang salah.

“Beliau waktu itu sedang di Itali dan saya di Jawa Timur, gak sempet ketemu tapi lewat SMS saja. Beliau meminta maaf kalau seandainya ada yang salah selama memimpin. Saya bilang, gak ada yang harus dimaafkan. Saya malah bilang terimakasih pada beliau karena dia bisa membawa PT Pos begitu hebatnya sampai saat ini,” puji bekas Dirut PLN ini. (chi/jpnn)

http://www.jpnn.com

 

***

Dahlan Iskan Menangis Saat Lepas Dirut Pos Indonesia

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku sempat menitikan air mata saat melepas jabatan I Ketut Mardjana sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia. Pasalnya Dahlan merasa selama ini kinerja Ketut sangat bagus.

“Terus terang, saya nangis waktu itu,” aku Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (31/7).

Namun karena terbentur usia, maka Ketut tidak diperpanjang lagi masa jabatannya. Dahlan berjanji akan mencarikan jabatan yang sesuai dengan Ketut.

“Murni hanya karena masalah usia Pak Ketut yang sudah 62 tahun. Orang baik akan saya carikan tempat,” pungkas mantan Dirut PLN ini.

Seperti diketahui, Senin (29/7) kemarin, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi mengganti Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana. Pria asal Denpasar, Bali ini diberhentikan dengan terhormat karena masa jabatannya telah habis.

Hal itu telah diputuskan sesuai keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Nomor Kep-316/MBU/2013 tentang pemberhentian, perubahan nomenklatur jabatan dan pengalihan tugas anggota-anggota direksi perusahaan perseroan.

“Memberhentikan dengan hormat Sdr I Ketut Mardjana sebagai Dirut PT Pos yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-142/MBU/2008 tanggal 25 Juli 2008,” begitu isi surat keputusan itu.

Jabatan Ketut saat ini digantikan oleh Budi Setiawan yang semula menjabat sebagai Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan Pos Indonesia sesuai Kep-167/MBU/2009 tanggal 11 Agustus 2009 dan KEP-127/MBU/2011 tanggal 25 Juli 2011. (chi/jpnn)

jpnn.com

Iklan
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: