Restrukturisasi Utang Merpati Jadi Pilihan

“Konversi utang Merpati menjadi saham harus kita perjuangkan. Kalau bisa dikonversi seluruh utangnya, jangan setengah-setengah,” 
Dahlan iskan - Merpati

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah mengisyaratkan penyelesaian restrukturisasi utang PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) agar dilakukan dengan cara konversi utang menjadi saham (debt to equity swap), seperti yang pernah dilakukan oleh PT Garuda Indonesia. “Konversi utang Merpati menjadi saham harus kita perjuangkan. Kalau bisa dikonversi seluruh utangnya, jangan setengah-setengah,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta, Jumat (26/7).

Menurut dia, pola konversi utang menjadi saham yang akan ditempuh Merpati juga pernah dilakukan Garuda. “Garuda sehat seperti sekarang ini setelah melalui proses panjang restrukturisasi utang. Jadi, seharusnya Mer-pati pun bisa seperti Garuda (sehat) jika diperlakukan sama,” ujarnya.

Menurut catatan, utang Merpati saat ini telah mencapai sekitar Rp 6,5 triliun. Adapun kewajiban perusahaan penerbangan tersebut antara lain kepada sejumlah korporasi meliputi PT Pertamina, PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, serta PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Selain itu Merpati juga memiliki kewajiban dalam bentuk penerusan pinjaman (subsidiary loan agreement/ SLA) kepada pemerintah, dan utang kepada swasta dan kepada para lessor (perusahaan penyewaan pesawat).

Pada akhir Desember 2011 Merpati memperoleh suntikan dana sebesar Rp561 miliar dari APBN. Namun usulan suntikan tambahan sebesar Rp250 miliar pada tahun 2012 tidak terealisasi hingga saat ini.

Menurut Dahlan, PPA sebagai perusahaan yang menangani restrukturisasi utang Merpati sudah ditetapkan melalui surat penugasan dari Kementerian BUMN. Dia mengatakan, PPA harus dengan cepat menemukan langkah-langkah strategis dalam menyelesaikan Merpati. “Jadi kalau sudah diserahkan ke PPA, apapun keputusan PPA saya setujui,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan, permasalahan utang yang menimpa penerbangan Merpati Airlines seharusnya dilikuidasi. “Langkah yang tepat ya likuidasi dan memperkecil daerah operasinya,” tuturnya.

Dia menambahkan, Merpati sempat diputuskan dalam rapat bahwa wilayah operasi Merpati di Indonesia Timur untuk penerbangan perintis agar dikurangi. Dengan kondisi yang sudah terjadi saat ini, JK mengakui tidak ada yang bisa diharapkan lagi dari Merpati. “Karena dulu konsepnya dipindahkan ke Makasar, Indonesia Timur saja untuk menjalankan yang penerbangan kecil ataupun perintis,” katanya. (Sabpri)

suarakarya-online.com

Iklan
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: