Lintasan MH87- Pupuk Kujang Bersama Petani Gropyokan Hama Tikus di Karawang

Gropyokan Tikus Karawang

Sebagai salah satu wujud nyata dukungan program ketahanan pangan nasional, PT Pupuk Kujang melalui Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) gelar kegiatan “Gropyokan Hama Tikus” bersama para petani di Desa Sukamulya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang pada hari Minggu, 28 Juli 2013. Puluhan petani itu berlomba berburu tikus,
Dan tikus, dihargai seribu lima ratus rupiah perekornya oleh PT Pupuk Kujang.

Menurut Direktur SDM dan Umum PT Pupuk Kujang Ade Suryanti, selain di Kabupaten Karawang, kegiatan Gropyokan ini juga dilaksanakan di Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu. Ketiga daerah ini dipilih karena luas areal lahan serangan hamanya termasuk yang paling parah. Yang menarik, setiap tikus yang ditangkap oleh petani dalam acara Gropyokan kali ini akan mendapat kompensansi dalam bentuk uang.

Selain pemberian kompensasi, Dalam acara Gropyokan ini, Tim Pengendalian Hama yang dibentuk oleh PT Pupuk Kujang akan menyerahkan berbagai bantuan untuk membasmi hama tikus kepada para petani. Diantaranya, dalam bentuk penyuluhan teknik-teknik pembasmian tikus dan penyediaan alat-alat seperti Emposan (pengasap), Basmikus (kembang api belerang), Media-Basmikus (gagang berbentuk corong untuk penyangga Basmikus), perangkap tikus, terpal tikus, dan lain-lain.

Selama ini persoalan hama, terutama hama tikus, memang selalu menghantui petani di setiap musim tanam. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin stok pangan nasional akan terancam. Seperti yang diungkapkan oleh Ade Suryanti petani mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat hama tikus ini. Bahkan, jika dibiarkan meluas, serangan hama tikus bisa mengganggu stok pangan nasional.

Sesuai data dari Dinas Pertanian dan Kehutanan di Jawa Barat, sampai dengan pertengahan Bulan Juli, luas sawah di Propinsi Jawa Barat yang diserang oleh hama tikus sebanyak 3.904 hektare. Ribuan hektar sawah itu tersebar di 9 kabupaten/kota di Jawa Barat. Yaitu, Kab. Karawang, Kab. Purwakarta, Kab. Subang, Kab. Indramayu, Kab. Cirebon, Kab/Kota Tasikmalaya, Kota Bandung, dan Kab. Bogor.

Jika dihitung dengan produksi rata-rata padi per hektarnya mencapai 7 ton maka potensi padi yang hilang bisa mencapai 27 ribu ton lebih. “Karawang sebagai lumbung padi nasional perlu untuk mengantisipasi ancaman dari hama tikus ini. Stok beras nasional bisa terancam sebanyak itu hanya dari hama tikus yang ada di Jawa Barat apalagi sebelumnya juga sempat terjadi kegagalan panen di berbagai daerah di Indonesia yang diakibatkan oleh bencana alam dan hama lainnya,” ungkap Ade Suryanti. Untuk daerah Kabupaten Karawang sendiri luas lahan yang terkena serangan hama tikus mencapai 318 hektare (Data Distan Kab. Karawang)

Sebagai informasi hama tikus merupakan momok bagi para petani. Hal ini bukan tanpa alasan karena tikus sawah (yang nama latinnya Rattus Argentiventer) ini dapat menyebabkan rusaknya tanaman padi dari mulai persemaian padi sampai saat padi tersebut siap dipanen, bahkan menyerang padi yang ada di dalam di gudang penyimpanan. Jumlahnya pakan/padi yang disantapnya sekali makan pun tak tanggung-tanggung, mencapai 10% dari bobot tubuhnya. Diketahui berat tikus sawah rata-rata 130 gram berarti 10%-nya sama dengan 13 gram sekali makan.

Bayangkan jika jumlah tikus tersebut mencapai ribuan ekor. Tentunya para petani akan menanggung kerugian yang tidak sedikit. Perkembangbiakan tikus seperti yang diketahui memang sangat pesat. Induk betina sekali melahirkan bisa mencapai rata-rata 10 ekor. Dan, kelahiran tikus dalam satu musim tanam padi dapat terjadi hingga tiga kali. Belum ditambah dengan tikus-tikus yang bermigrasi akibat perbedaan ketersediaan sumber pakan antara satu daerah dengan yang lain dan juga apabila terjadi banjir di daerah lain.

Ade Suryanti mengingatkan pentingnya agar pengendalian hama tikus dilaksanakan secara rutin oleh para petani. “Bila di sawah masih dijumpai ada lubang aktif yang ditandai dengan adanya jejak kaki tikus maupun kotoran tikus, maka secepatnya petani harus melakukan pengendalian hama tikus dan pelaksanaannya pun harus serentak bukan hanya satu-dua petani saja,”. Pihaknya juga menegaskan Tim Pengendali Hama dari Pupuk Kujang selalu siap membantu petani apabila diperlukan.

Salah satu petani peserta gropyokan hama tikus merasa senang, karena sebelumnya dia dan para temannya sudah kewalahan menghadapi serangan hama tikus yang semakin merajalela. “Bersyukur sekali ada program pengendalian hama dari GP3K Pupuk Kujang, kami juga sangat senang Pupuk Kujang memberikan kompensasi uang untuk tikus yang tertangkap ditambah dengan pemberian bantuan alat-alat pembasmi tikus,” ujarnya. Ia berharap Pupuk Kujang kedepannya akan melakukan kegiatan serupa lagi.

( Denendra Setiawan )

http://www.tvberita.com

***

Gropyokan Basmi Tikus, Petani Dibayar Rp1.500/Ekor

nurkinan-sub-216x180

KARAWANG (Pos Kota) – Sebagai salah satu wujud nyata dukungan program ketahanan pangan nasional, PT Pupuk Kujang melalui Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) secara serentak menggelar kegiatan “Gropyokan Hama Tikus” bersama para petani di Desa Sukamulya Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang di Desa Mekarsari, Kecamatan Binong, Subang dan di Desa Sukra Kecamatan Karangligar, Indramayu, Minggu (28/7).

Direktur Utama PT Pupuk Kujang Bambang Tjahjono, mengungkapkan, gerakan peningkatan produksi pangan berbasis Korporasi (GK3PK) dengan kegiatan gorpyokan hama tikus, selain dilaksanakkan di Karawang, juga di Subang, dan Indramayu.

Ketiga daerah ini dipilih karena luas areal lahan serangan hamanya termasuk yang paling parah. Pada acara groyokan ini setiap tikus yang ditangkap petani mendapat kompensansi Rp. 1.500,- per ekornya dan penukaran uang kompensansi akan dibuka hingga tanggal 3 Agustus 2013 mendatang.

Selain pemberian kompensasi, kepada petani yang membunuh tikus pada acara tersebut, Tim Pengendalian Hama yang dibentuk PT Pupuk Kujang. menyerahkan berbagai bantuan untuk membasmi hama tikus kepada para petani, antara lain, dalam bentuk penyuluhan teknik-teknik pembasmian tikus dan penyediaan alat-alat seperti Emposan (pengasap). Selain untuk membasmi tikus, juga diberikan bantuan berupa alat perontok padi manual (Pedal Thresher) yang merupakan buatan siswa SMK Kabupaten Tasikmalaya.

TERBANYAK DI Jabar

Sesuai data dari Dinas Pertanian dan Kehutanan di Jawa Barat, sampai dengan pertengahan Bulan Juli, luas sawah di Provinsi Jawa Barat yang diserang hama tikus sebanyak 3.904 hektare, tersebar di sembilan kabupaten/kota di Jawa Barat, yaitu, Karawang, Purwakarta, Subang, antara lain 113 hektar, Indramayu, Kab. Cirebon, Kab/Kota Tasikmalaya, Kota Bandung, dan Kab. Bogor.
nurkinan-tengah
Jika dihitung dengan produksi rata-rata padi per hektarnya mencapai 7 ton maka potensi padi yang hilang bisa mencapai 27 ribu ton lebih. “Stok beras nasional bisa terancam sebanyak itu hanya dari hama tikus yang ada di Jawa Barat apalagi sebelumnya juga sempat terjadi kegagalan panen di berbagai daerah di Indonesia yang diakibatkan bencana alam dan hama lainnya,” ungkap Bambang Tjahjono.

Bambang Tjahjono mengingatkan pentingnya agar pengendalian hama tikus dilaksanakan secara rutin oleh para petani. “Bila di sawah masih dijumpai ada lubang aktif yang ditandai dengan adanya jejak kaki tikus maupun kotoran tikus, maka secepatnya petani harus melakukan pengendalian hama tikus dan pelaksanaannya pun harus serentak bukan hanya satu-dua petani saja,”. Pihaknya menegaskan Tim Pengendali Hama dari Pupuk Kujang selalu siap membantu petani apabila diperlukan.

Salah satu petani peserta gropyokan hama tikus Iyos Rosyadi yang juga Ketua Kelompok Tani “Mulus” merasa senang, karena sebelumnya dia dan para temannya sudah kewalahan menghadapi serangan hama tikus yang semakin merajalela.

“Bersyukur sekali ada program pengendalian hama dari GP3K Pupuk Kujang, kami juga sangat senang Pupuk Kujang memberikan kompensasi uang untuk tikus yang g tertangkap ditambah dengan pemberian bantuan alat-alat pembasmi tikus,” ujar Iyos Rosyadi. Ia berharap Pupuk Kujang kedepannya akan melakukan kegiatan serupa lagi.

(nourkinan/sir)

Teks Gbr-Dirut Pupuk Kujang, Bambang Tjahjono, bersama petani gropyokan membasni hama tikus. (nourkinan)

Iklan

One Trackback to “Lintasan MH87- Pupuk Kujang Bersama Petani Gropyokan Hama Tikus di Karawang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: