Gropyokan Tikus di Sleman, Dahlan Iskan: Tikus di Jakarta Lebih Sulit Ditangkap

“Bedanya tikus di Godean dan Jakarta itu, di Jakarta tikusnya lebih sulit ditangkap,”

123457_dahlantikus

Sleman – Tingginya populasi tikus di lahan persawahan di Sidoluhur, Godean, Sleman, telah merugikan petani. Para petani pun turun melakukan aksi gropyokan untuk mengurangi populasi hewan pengerat itu.

Menteri BUMN Dahlan Iskan juga datang dan ikut mencoba menangkap tikus di sawah. Ia mengetahui jumlah tikus di wilayah ini cukup banyak dari SMS warga bernama Suroyo. Menurut Dahlan, tikus di Godean lebih mudah ditangkap dibanding tikus di Jakarta.

“Bedanya tikus di Godean dan Jakarta itu, di Jakarta tikusnya lebih sulit ditangkap,”kata Dahlan disambut tawa warga pada acara Gropyokan Tikus di Desa Sidoluhur, Godean, Minggu(28/7/2013).

Meski lebih mudah ditangkap, menurut Dahla,n jika populasinya sudah banyak maka akan menjadi masalah juga. Sehingga kegiatan gropyokan tikus perlu dilakukan secara berkelanjutan, serta perlu mengatur pola tanam petani.

Kepala Desa Sidoluhur, Herna Zudanto, mengatakan, tingginya populasi tikus di lahan sekitar 300 hektar ini telah menyebabkan petani gagal panen selama 3 musim. Dari aksi gropyokan yang dilakukan ratusan warga sejak pagi, berhasil menangkap lebih dari 1.000 ekor tikus.

detik.com

***

Dahlan Iskan Nggropyok Tikus di Klaten

Klaten–Menteri BUMN RI, Dahlan Iskan, Minggu (28/7) melakukan gerakan peduli penyelamatan hasi panen di Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Sebanyak 317 ekor tikus berhasil ditangkap petani saat gropyokan tikus di 4 titik di Desa Glagahwangi.

Saat berdialog dengan petani, Dahlan Iskan memberikan semangat kepada petani untuk terus melakukan gerakan gropyokan tikus. “Tikus memang berkembang sangat cepat, sehingga tikus jika tidak segera dibunuh akan berkembang menjadi lipat 50 kali saat tanaman memasuki masa panen. Kita tidak boleh kalah dengan tikus, kita harus bisa panen,” ujar Dahlan Iskan.

Dahlan Iskan menambahkan gropyokan tikus harus dilakukan secara serentak, setiap bulan 4 kali secara bersama-sama.

“Kami akan memihaki kelompok tani yang mau rutin melakukan gropyokan tikus. Disamping ada insentif per tikus Rp 2.500,- juga akan kami fasilitasi insentif untuk petani,” tambah Dahlan Iskan.

Sementara itu, salah satu ketua kelompok tani di Desa Kauman, Hasto Raharjo mengungkapkan, di wilayahnya saat ini masih ada lahan seluas 50 hektar yang sudah 4 kali tidak panen.

“Berbagai upaya mulai dengan pengemposan secara masal dan tanam serentak sudah kami lakukan, namun hingga kini belum bisa panen secara maksimal,” ujar Hasto Raharjo.

Dalam kesempatan itu Dahlan Iskan juga menyerahkan berbagai jenis bantuan kepada petani, diantaranya berupa bantuan plastik untuk pagar tanaman dan racun tikus.

timlo.net

***

Pesan Dahlan Iskan: Jangan Petani Menanam, Tikus yang Panen

JOGJA – Selain turun langsung praktik menangkap tikus di sawah dengan sepatu boot, Menteri BUMN Dahlan Iskan juga mengajak dialog para petani yang sawahnya diserang tikus.

Dialog tidak hanya dilakukan di sela-sela gropyokan, tapi juga saat Dahlan Iskan diperlihatkan tumpukan ribuan tikus hasil tangkapan. Bahkan, ketika Dahlan dan para petani sudah berpindah lokasi di panggung depan SD Berjo, Sidoluhur.

Dengan didampingi Bupati Sleman Sri Purnomo dan pakar tikus Dr Sudarmaji, Dahlan berdialog soal pola serangan tikus dan bagaimana sebaiknya cara mengatasinya. Dahlan menanyakan selama ini sudah berapa kali para petani melakukan gropyokan. Para petani pun menjawab sudah sering.

‘’Kapan biasanya melakukan gropyokan?’’ pancing Dahlan.
Para petani menjawab biasanya setelah panen. Mendapat jawaban seperti itu, Dahlan pun bertanya kepada Dr Sudarmaji, kapan waktu terbaik melakukan gropyokan.

Menurut Sudarmaji, gropyokan terbaik dilakukan sebelum tanam. ‘’Dan waktu tanam, sebaiknya serentak. Bareng untuk satu luasan sawah. Jadi kalau di sini ada 64 hektare, ya semuanya harus bareng. Boleh selisih waktu, tapi paling lama dua minggu,’’ jelas Sudarmaji.

Soal waktu yang seragam inilah, yang belum bisa dilakukan oleh para petani di Sidoluhur. Hal ini karena ada kendala soal pengairan. ‘’Di sini air harus giliran. Sehingga tidak bisa tanam bareng. Akibatnya, tikus berpindah-pindah lahan,’’ aku Suhardi, ketua Gapoktan Sido Lestari.

Dahlan Iskan pun meminta para petani untuk bisa kompak. ‘’Usahakan kompak. Atasi soal air ini. Kalau bisa kompak, kami siap membantu pompa yang bisa dipakai untuk mengatasi masalah air. Kuncinya, petani harus kompak. Jangan sampai, nanti petani yang menanam, tikus yang memanen,’’ pesan Dahlan.

Pesan seperti itu diulangi beberapa kali. ‘’Yang penting bukan kumpul-kumpulnya ini, nyanyi-nyanyinya ini. Tapi yang penting Anda kompak dan semangat melawan tikus. Sekali lagi, jangan sampai petani menanam, tikus yang memanen,’’ tegas Dahlan dari atas panggung ketika mau pamit untuk meninggalkan lokasi menuju Klaten. (mc)

http://www.radarcirebon.com

***

BUMN pupuk dikerahkan berantas hama tikus

Awalnya pada 7 Juli lalu ada SMS (pesan singkat) dari petani di Sleman

Jakarta (ANTARA News) – BUMN PT Pupuk Indonesia beserta lima anak usahanya dikerahkan untuk membantu petani memberantas hama tikus yang tengah merajalela di sejumlah sentra produksi di Indonesia.

“Awalnya pada 7 Juli lalu ada SMS (pesan singkat) dari petani di Sleman. Yang meminta bantuan pemberantasan tikus,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan ketika dihubungi ANTARA News dari Jakarta, Minggu.

Dahlan, yang tengah hadir pada “Gropyokan Hama Tikus” di Kabupaten Godean, Yogyakarta, Minggu, bersama Dirut PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) Arifin Tasrif dan Dirut PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), mengatakan SMS itu langsung ditindaklanjuti BUMN pupuk.

“Jadi pada sejak tanggal 8 Juli sudah aksi dari BUMN pupuk untuk memberantas hama tikus tersebut,” ujarnya.

Diakui Dahlan, pemberantasan hama tikus, bukan bagian dari Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K). Namun BUMN pupuk tetap bersedia membantu petani.

“Meski bukan program GP3K, BUMN pupuk tetap turun tangan membantu petani, tidak hitung-hitungan,” kata Dahlan.

Ia berharap bantuan pemberantasan hama dari PT Pupuk Indonesia dan anak perusahaannya dapat membantu petani mengurangi dampak serangan tikus tersebut.

“Saya juga telah meminta petani melakukan penanaman secara serentak, untuk memutus perkembangan hama tikus,” ujar Dahlan.

Namun, lanjut dia, ada desa yang tidak bisa melaksanakan hal itu karena bila penanaman padi dilakukan secara serentak, airnya tidak cukup.

Sementara itu, Dirut PIHC Arifin Tasrif mengatakan program pemberantasan hama tikus tersebut merupakan upaya pihaknya untuk mendukung target pemerintah mencapai surplus beras sebesar 10 juta ton pada 2014.

“Itu harus kami kawal. Kami jualan pupuk dan dapat untung dari petani, kemudian kami kembalikan kepada petani dalam bentuk bantuan mengatasi masalah mereka, termasuk serangan hama tikus,” katanya.

PIHC menggelar gerakan pemberantasan hama tikus serentak di sejumlah sentra padi di Jawa Barat (Karawang, Subang, Indramayu), Jawa Timur, Jawa Tengah (Klaten), Sulawesi Selatan, Lampung, dan Kalimantan.

“Di Jawa Tengah sudah sekitar 4.000 tikus ditangkap dan di Jawa Barat ada 8.800 tikus yang dimusnakan,” kata Arifin.

Gerakan pemberantasan tikus, kata dia, akan dilakukan berkesinambungan, dengan memberi insentif kepada petani sebesar Rp1.500/ekor untuk setiap tikus yang ditangkap, serta peralatan untuk menangkap hama tersebut.
Editor: Suryanto

http://www.antaranews.com/berita/387820/bumn-pupuk-dikerahkan-berantas-hama-tikus

Iklan
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: