Atasi Macet Tanjungpriok, Dahlan Iskan Beri Waktu Seminggu

“Saya minta Pelindo mengalah meskipun itu bukan tugasnya Pelindo untuk mengatur lalu lintas”

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengakui tingkat kemacetan di jalur menuju pelabuhan Tanjungpriok sudah semakin parah. Makanya, akhir-akhir ini Dahlan kerap mengecek PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk mengawasi kondisi jalur lalulintas menuju pelabuhan.

“Saya dua hari lalu telepon Pelindo. Saya minta Pelindo mengalah meskipun itu bukan tugasnya Pelindo (atur lalu lintas-red),” ucap Dahlan usai menghadiri acara BRI buka puasa bersama 5 ribu anak yatim di JCC Hal B, Senayan, Jakarta, Kamis (25/7) malam.

Dahlan menuturkan, dirinya meminta Pelindo mengalah dengan cara mengerahkan segala daya upaya untuk menangani masalah kelancaran lalu lintas. “Kerahkan seluruh tenaga yang memungkinkan untuk atur lalu lintas di sana dan kerahkan segala daya untuk mengatasi itu,” tuturnya.

Hanya saja, lanjut mantan Dirut PLN itu, Pelindo sempat meminta waktu agar memberi kesempatan pada pihak yang berwenang untuk mengurusi masalah keruwetan lalu lintas di Tanjungpriok. Namun, Dahlan hanya memberi waktu satu minggu.

“Ya sudah, kasih waktu satu minggu. Kalau selama satu minggu ini aparat tidak bisa mengatasi ini, Pelindo harus turun tangan. Kalau gak, saya yang akan turun tangan. Pokoknya saya akan cari cara bagaimanapun agar mereka mau menaati peraturan jalan,” pungkas pria kelahiran Magetan ini. (chi/jpnn)

jpnn.com

***

Dahlan Perintahkan Pelindo II Atasi Kemacetan di Tanjung Priok

Menanggapi kemacetan setiap hari yang terjadi di pelabuhan Tanjung Priok, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku telah menugaskan PT Pelindo II untuk berbartisipasi dalam mengatasi hal itu.

“Saya dua hari lalu telepon Pelindo, saya minta Pelindo mengalah meskipun itu bukan tugasnya Pelindo (atur jalan dan lalu lintas), sudahlah pelindo mengalalah kerahkan seluruh tenaga yang memungkinkan untuk atur lalu lintas di sana,”ungkap Dahlan di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Kamis (25/7/2013) malam.

Dahlan menyatakan dirinya juga telah mendapat jawaban dari perusahaan pelat merah itu mengenai kesediannya dalam membantu mengatasi kemacetan lalu lintas pelabuhan.

Namun Pelindo II tidak akan langsung turun ke lapangan usai mendapat mandat dari orang nomor 1 di BUMN itu, mengingat di lapangan masih menjadi tanggung jawab aparat kepolisian lalu lintas.

“Tapi saya bilang, yaudah lah kasih waktu satu minggu. Kalau selama 1 minggu ini aparat tidak bisa mengatasi ini, Pelindo turun tangan. Saya bilang daripada saya turun tangan,”jelas Dahlan.

Sekadar informasi, jalur yang menuju Pelabuhan Tanjung Priok terbagi menjadi 3, yaitu akses timur, tengah dan barat. Hingga saat ini akses timur menjadi salah satu akses yang menyerap 70% mobil bongkar muat yang keluar masuk pelabuhan.

Untuk itulah, Asosiasi Pengusaha Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) menawarkan solusi untuk memperlebar dan memperbaiki kondisi jalan di jalur tengah yang notabene hanya menyerap 10% truk yang keluar masuk pelabuhan. Harapannya kemacetan volume kendaraan yang melewati jalur timur bisa dialihkan melalui jalur tengah dan hal itu dinilai mampu mengurangi kemacetan. (Yas)

liputan6.com

***

Galau, Target Macet Sepekan Beres

JAKARTA,FAJAR – Menteri BUMN Dahlan Iskan galau melihat kemacetan dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Arus lalu lintas yang mampet itu pada akhirnya menghambat arus barang yang keluar dan menuju pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut.

Dahlan menegaskan, kemacetan jalan di sekitar pelabuhan bukan merupakan tanggung jawab Indonesia Port Corporation (IPC) sebagai BUMN yang mengelola Pelabuhan Tanjung Priok. Meski demikian, dia meminta IPC turun tangan ikut membantu mengatasi kemacetan itu.

Mantan Dirut PLN itu mengatakan IPC yang dulu bernama Pelindo II, punya kewajiban membantu melancarkan arus barang masuk dan keluar pelabuhan. Bukan tidak mungkin operasional IPC bakal terganggu jika gangguan jalan semacam ini terus dibiarkan tanpa ada solusi.

’’Saya sudah menghubungi RJ Lino (dirut IPC, Red), dan dia siap membantu menyelesaikan masalah kemacetan itu,’’ kata Dahlan di Jakarta, Jumat (26/7). Dia memberi target kemacetan itu dapat diselesaikan dalam seminggu ke depan.

Direktur Utama IPC RJ Lino mengatakan, beberapa hari lalu telah meninjau langsung kondisi jalan di sekitar Tanjung Priok. Dia berkeliling naik motor bersama Direktur Utama PT Waskita Karya M. Choliq. Waskita merupakan salah satu kontraktor pembangunan jalan tol Tanjung Priok. Pembangunan jalan tol yang belum rampung inilah salah satu penyebab kemacetan.

Lino menemukan kemacetan terjadi karena jalur dari Tanjung Priok ke Cakung dan arah sebaliknya menyempit setelah ada proyek pembangunan tol. Dulu jalan itu masing-masing memiliki tiga jalur permanen. Sedangkan sekarang dipersempit jadi dua jalur, dan itu pun jalan sementara.

’’Jalan permanen dan sementara itu kan beda kecepatannya. Wajar terjadi kemacetan di sepanjang jalan ini, terlebih jalannya dipersempit menjadi dua jalur,’’ jelas Lino. Melihat kondisi itu, Lino berkesimpulan bahwa dibutuhkan solusi yang tak biasa guna mengatasi kemacetan.

Akhirnya dia memutuskan untuk membiayai pembangunan satu jalur lagi dari Tanjung Priok ke Cakung yang panjangnya 2 kilometer. Sehingga jalan itu nanti tetap memiliki tiga jalur. Dia berharap, pembangunan satu jalur tambahan itu selesai seminggu setelah Idul Fitri. Karena saat itu jumlah truk yang mengangkut barang dari Priok ke Cakung akan meningkat tajam.

’’Dalam kontrak pembangunan jalan, mungkin mereka hanya diminta membangun dua jalur. Karena itu, saya minta kontraktor membangun satu jalur lagi. Satu jalur tambahan ini IPC yang biayai,’’ tegas Lino.

Dia perkirakan IPC harus mengeluarkan uang Rp 25 miliar untuk membangun satu jalur tambahan. Sebenarnya pembangunan jalan itu merupakan tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum. Tetapi IPC tak masalah ikut mengeluarkan dana Rp 25 miliar agar jalur ditambah jadi tiga, yang penting kemacetan teratasi. (dri)

fajar.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: