Lintasan MH86 – Dahlan Iskan Ajak Petani Garam Gunakan Biomembran

Jadi saya kesini (Sampang, red) untuk mencari tau, apakah masyarakat disini percaya bahwa pakek biomembran itu lebih baik. Kalau memang petani garam sudah percaya ayo rame-rame pakek biomembran,”

MH86 - Garam5

KBRN, Sampang : Untuk meninjau langsung perkembangan produksi garam di Kabupaten Sampang Madura, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Minggu (21/7/2013) melakukan tatap muka dengan ratusan petani yang berlokasi di pegaraman III PT Garam (Persero) di Kecamatan Pangarengan.

Dalam kesempatan tersebut Dahlan Iskan mengajak para petani garam perorangan agar menggunakan tektologi biomembran yang merupakan metode untuk mempercepat hasil produksi.

“Jadi saya kesini (Sampang, red) untuk mencari tau, apakah masyarakat disini percaya bahwa pakek biomembran itu lebih baik. Kalau memang petani garam sudah percaya ayo rame-rame pakek biomembran,” ujar Dahlan Iskan, Minggu (21/7/2013) sepada seluruh petani garam yang hadir.

Bahkan dirinya berencana akan memberikan pinjaman modal, terhadap petani garam untuk penerapan biomembran, mengingat petani sendiri saat ini masih menerapkan cara tradisional yang berdampak terhadal lamanya masa panen.

“Nanti saya carikan uangnya, tidak usah pakek bunga tapi harus mengembalikan uang itu,” imbuh mantan Dirut PLN ini.
Sementara itu Direktur Produksi PT Garam (Persero) Zainal Alif menerangkan, bahwa ada keuntungan sangat siknifikan yang akan dirasakan oleh petani garam sendiri jika menerapkan teknologo biomembran. Selain dapat menekan biaya produksi, juga akan mampu meningkatkan hasil garam hingga 40 persen, jika dibanding dengan pengolahan biasa.

“Dengan adanya penggunaan biomembran minimal 40 persen kenaikan produksinya. Selain itu juga bisa mengefisiensi biaya pengolahan tanah. Jadi kalo makek biomembran 20 hari sudah produksi,” terang Zainal Alif.

Teknologi Biomembran sendiri ialah ladang garam yang dilapisi bahan plastik untuk menampung air laut agar garam yang dihasilkan tidak bercampur dengan tanah atau lumpur. Sehingga kualitas garam yang dihasilkan akan berkualitas tinggi dan produksi garam lebih cepat. (Supriyadi/WDA)

rri.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: