Dahlan Iskan: Niat Yusuf Mansur Sangat Mulia

“Menurut pemerintah, itu harus tetap legal. Menurut OJK, itu juga harus tetap dikontrol. Minimal badan amil zakat. Saya sangat menghargai niat baik dia yang gunakan uang itu untuk investasi,”
Hotel dan Apartemen Topas di jalan M. Toha Karawaci Tangerang, Banten yang dibangun dari penggalangan dana umat. FOTO : MUHAMAD ALI/JAWAPOS/JPNN

JAKARTA – Bisnis Ustaz Yusuf Mansur yang menggalang dana masyarakat memang menjadi perhatian khusus Menteri BUMN Dahlan Iskan. Mantan bos PLN itu meminta Yusuf menutup usahanya itu. Penutupan pendaftaran bagi investor baru tersebut dilakukan dua pekan lalu.

Sementara itu, menanggapi perannya dalam aktivitas Yusuf Mansur, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengakui bahwa dirinya memang memberikan masukan kepada Yusuf Mansur untuk menunda sementara program yang disebut Patungan Usaha dan Patungan Aset.

Dahlan menyebutkan mulai tertarik terlibat saat mendapat kabar bahwa Yusuf Mansur diinterogasi bea cukai karena membawa uang Rp 4 miliar dalam dua koper sewaktu pulang dari Malaysia. “Kasus itu menarik simpati saya sehingga terdorong untuk ikut memberi masukan,” ungkap Dahlan setelah acara buka puasa bersama Yusuf Mansur di Hotel Shangri-La Jumat (19/7) malam.

Menurut Dahlan, niat Yusuf Mansur sebetulnya sangat mulia. Tapi, jika tak berhati-hati, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran itu bisa tersandung masalah. “Banyak ustad Indonesia yang populer dan memiliki pengikut Twitter ratusan juta. Dari situ, biasanya banyak pengikut yang pengin sedekah lewat dia,” ujarnya.

Karena itulah, Dahlan menyarankan sang ustad lebih baik fokus membenahi sistem investasi agar semakin kuat dan tidak dipermasalahkan. “Menurut pemerintah, itu harus tetap legal. Menurut OJK, itu juga harus tetap dikontrol. Minimal badan amil zakat. Saya sangat menghargai niat baik dia yang gunakan uang itu untuk investasi,” jelasnya. (bil/kim)

***

 

Dahlan Iskan: Jangan Sampai Nama Ustaz Jele

Headline

HUBUNGAN Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan Ustaz Yusuf Mansur begitu dekat. Keduanya sering ber-SMS-an, saling membaca buku mereka masing-masing, dan Dahlan sering mengikuti ceramah Ustaz Yusuf Mansur. “Kami berdua saling mengagumi,” ujar Dahlan kepada InilahREVIEW.

Dahlan pula yang menyarankan agar bisnis investasi Patungan Aset dan Patungan Usaha yang dikelola Ustaz Yusuf Mansur ditutup. Apa alasan Dahlan? Usai berbuka puasa bersama para direksi BUMN di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis pekan lalu, Dahlan menjelaskan panjang lebar kepada Vinsensius Segu dari InilahREVIEW. Petikannya:

Ustaz Yusuf Mansur mengatakan bahwa Anda salah satu orang yang menyarankan progam bisnis investasi Patungan Aset dan Patungan Usaha agar ditutup. Benar demikian?

Iya betul. Tapi sebenarnya bukan disuruh tutup, tapi saya hanya memberikan saran untuk dikaji lagi.Saya sampaikan ini ketika saya bermalam di pesantren beliau. Saya bermalam ke tempat beliau karena saya mendengar berita-berita yang tidak baik tentang beliau. Padahal, apa yang dilakukan Ustaz Yusuf Mansur dengan uang sedekah itu adalah untuk hal-hal yang produktif.

Saya jadi berpikir, orang sehebat Ustaz Yusuf Mansur jangan sampai namanya jelek oleh peristiwa-peristiwa seperti ini. Maka dari itu, sekitar sebulan yang lalu (15 Juni 2013) saya memutuskan bertemu dengan beliau untukbersilaturahmi, sekaligus menginap di tempat beliau agar memiliki waktu yang banyak untuk membicarakan hal ini.

Kenapa Anda menyarankan ditutup?

Nah begini ya, orang yang tidak biasa berinvestasi di dunia bisnis biasanya sulit memilih bentuk-bentuk investasi yang baik. Saya sampaikan kepada beliau bahwa jika investasi ini salah, terus perusahaan ini bangkrut atau pailit, meskipun nanti ustaz tidak mesti mempertanggungjawabkan kepada para pemberi sedekah, tetapi nama baik Ustaz nanti malah jatuh. Karena itu, lebih baik dipikirkan matang-matang dan mencari investasi yang baik dengan tiga pertimbangan yang saya sarankankepada Ustaz. Yakni, harus cari investasi yang risikonya kecil, pengembaliannya besar, cari yang manfaatnya untuk umat besar.

Selain itu,harusdibentuk perusahaan berupa public non-listed company. Di perusahaan itu harus ada dewan komisarisdan dewan direksi sehingga ada satu tim yang mempertimbangkan dan mengurus investasi ini. Ketika saya memberikan nasihat seperti itu, Ustaz memahami dan berterima kasih. Beliau mendukung ide-ide saya, dan beliau ingin ditindaklanjuti lebih jauh lagi.

Apakah karena bisnis investasi ini tidak ada lembaga yang menjamin?

Jadi intinya begini, walaupun uang sedekah itu tidak dipersoalkan oleh sang pemberinya karena mereka percaya kepada Ustaz Yusuf Mansur untuk diinvestasikan, tetapi menurut bank pemerintah, yang seperti itu harus tetap legal. Saya belum tahu detail peraturannya seperti apa, tetapi dengar-dengarnya seperti itu. Katanya, menurut OJK, memang harus tetap dikontrol karena menyangkut investasi dengan jumlah dana besar.

Saya dengar pula kalau menyangkut investasi besar, apalagi menyangkut sedekah, harus ada badan hukumnya seperti Badan Amir Zakat dan Infaq dan itu harus lapor ke Baznas.Tapi,untuk masalah itu, saya tidak tahu persis karena saya tidak mau melibatkan orang lain di sini.Saya memberikan saran ini kepada Ustaz Yusuf Mansur murni pemikiran saya supayanama beliautidakjelek.

Anda termasuk salah satu investor dari progam bisnis investasi ini?

Sebenarnya bukan investor, tetapi hanya penyumbang. Tetapi masak iya kalau kita sedekah mesti diberitahukan kepada orang lain? Yang namanya sedekah jangan diumumkan.

inilah.com

***

Temui OJK, Yusuf Mansyur Dapat Ilmu Baru

JAKARTA — Polemik bisnis patungan pembangunan Hotel yang dipelopori Ustaz Yusuf Mansyur akhirnya ditangani oleh Otoritas Jasa Keuangan(OJK). Hari ini Senin (22/7), OJK memanggil Ustaz Yusuf Mansyur terkait pembangunan hotel di Bandara Soekarno-Hatta. yang diperuntukkan untuk jamaah haji dan umroh tersebut.

Usai diperiksa, Ust Yusuf Mansyur berharap kasus tersebut tidak berlangsung lama. Sebab faktanya, hotel tersebut sudah terbangun.

“Substansinya, hotel sudah kelar. Kalau memang mau dilanjutkan kan bisa pakai sistem perbankan biasa,” kata Ustaz Yusuf Mansyur di Gedung Sumitro Djojokusumo, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (22/7).

Ia mengakui bahwa memang ada masalah dalam proses pengumpulan dana dari masyarakat. Usai bertemu OJK, Ustaz Yusuf Mansyur akan menyempurnakannya.

“Ini ilmu baru buat saya, malah saya kayak mau kuliah lagi nih. Saya harus melakukan sistem yang benar, tak hanya secara agama tapi juga secara Undang Undang. Jadi tinggal dilegalin saja, kayak buku nikah gitu,” ungkapnya. (abu/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2013/07/22/183049/Temui-OJK,-Yusuf-Mansyur-Dapat-Ilmu-Baru-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: