10 triliun Kredit Buat Peternak Sapi Gak Terserap

“Kami masih berupaya agar dana ini bisa terserap, karena bunganya sangat kecil, dan tujuannya memang untuk membantu para peternak sapi dalam mengembangkan usaha peternakan,” 

sapi-bakalan
Peternak menjual sapi bakalan di Pasar Tumpang, Malang, Jawa Timur, Jumat (28/6). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Pamekasan, GATRAnews – Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, sekitar Rp 10 triliun lebih dana yang disediakan pemerintah untuk modal usaha ternak sapi tidak terserap. “Ini terjadi karena tidak ada agunan,” katanya Dahlan Iskan saat menghadiri acara Safari Ramadhan di Pamekasan, Sabtu.

Dahlan Iskan menjelaskan, dana sebesar Rp 10 triliun lebih yang tidak terserap itu yang dititipkan ke pihak bank, khusus untuk program kredit usaha pengembangan ternak sapi.

Oleh pemerintah, kata dia, pihak bank diharuskan memberi kredit pada peternak sapi. Namun, karena rata-rata peternak sapi tidak memiliki agunan maka kredit dalam jumlah banyak yang telah dialokasikan pemerintah itu tidak ada yang terserap.

Padahal, sambung dia, dana itu sebenarnya bisa dioptimalkan untuk meningkatkan produksi ternak sapi, sehingga swasembada daging bisa terpenuhi sesuai dengan program pemerintah.

“Kami masih berupaya agar dana ini bisa terserap, karena bunganya sangat kecil, dan tujuannya memang untuk membantu para peternak sapi dalam mengembangkan usaha peternakan,” tuturnya seperti dikutip Antara.

Dahlan dalam kesempatan itu mengemukakan, salah satu pemikiran yang bisa dilakukan untuk meningkatkan serapan kredit usaha ternak sapi itu melalui dengan bekerja sama dengan BUMN dan BUMD yang ada di daerah.

Semisal, sambung dia, dengan menjadikan salah satu BUMN ataupun BUMD sebagai penanggung jawab dalam kegiatan itu dengan cara sistem pengelolaan secara berkelompok.

“Misalnya saja, kita pilih warga yang memang tidak mampu dan beri kepercayaan untuk mengelola 10 ekor sapi dan tempatnya dikumpulkan dalam satu dengan sistem pengawasan oleh BUMD ataupun BUMN yang dijadikan agunan pinjaman itu,” paparnya.

Untuk mengoptimal asas manfaat, lokasi peternakan bisa ditempatkan di sekitar lokasi pesantren, sehingga kotoran sapi yang bisa dimanfaatkan kepada hal-hal lain, semisal biogas.

Jika, sambung dia, pola seperti itu bisa diterapkan, maka serapan anggaran untuk kredit usaha ternak sapi itu akan maksimal dan sesuai harapan. (DH)

http://www.gatra.com/ekonomi-1/35196-10-triliun-kredit-buat-peternak-sapi-gak-terserap.html

Iklan
Tag:

One Comment to “10 triliun Kredit Buat Peternak Sapi Gak Terserap”

  1. Pak DIS. Menurut saya pola kreditnya yang gak pas. Kelompok tani di desa saya ditawari kredit tersebut dengan agunan tanah milik anggota.Kredit hanya diberikan kepada kelompok tani. Yah, mana ada yang mau. kreditnya (hasilnya) untuk kelompok sedang agunan milik pribadi. Lha kalo anggota kelompok yang lain ada yang mbalello kan repot yang punya tanah. Disita deh tanahnya, padahal mungkin pemilik tanah adalah peternak yang baik. Saya sarankan pola kredit diperbaiki. Peternak pribadi dimungkinkan juga mengajukan kredit dengan agunan asetnya. Hasilnya untuk dia, jadi wajar kalo dia juga menanggung resiko. Sedangkan untuk kelompok tidak perlu agunan. Kandang harus berada dalam satu lokasi (sistem bunker). Untuk memudahkan pengawasan terhadap ternak juga terhadap anggota lain. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: