Dahlan: Bulog lelet impor daging sapi karena baru pertama kali

“Izin sudah diminta lama dan ini ruwet, saya tidak menyalahkan Bulog begitu saja. Pertanggungjawaban saya tidak menyalahkan Bulog begitu saja,” 

dahlan-bulog-lelet-impor-daging-sapi-karena-baru-pertama-kali

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tidak mau menyalahkan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) atas terlambatnya impor daging sapi yang dilakukannya. Dahlan telah meneliti dan meminta penjelasan kepada Direktur Utama Bulog, Soetarto Alimoeso terkait masalah ini. Ternyata ini sepenuhnya bukan kesalahan Bulog.

“Saya lagi meneliti tadi pagi saya minta dia (Dirut Bulog) menjelaskan kenapa ini lambat, tapi kan saya harus betul-betul jernih melihat saya tidak menyalahkan orang tidak salah. Kalau salah konsekuensi,” ucap Dahlan di Jakarta, Rabu (17/7).

Dahlan memaklumi kesulitan Bulog karena tugas ini baru pertama kali diembannya. Dahlan tidak mempermasalahkan kenapa hingga saat ini Bulog belum mempunyai cold storage untuk menyimpan daging sapi yang belum dijual.

“Bulog baru kali ini menangani dan dia memang belum punya cold storage atau lemari pendingin. Lantas bulog mencari kerjasama dulu. Bulog juga tidak merasa salah,” katanya.

Bukan itu saja, permasalahan izin yang lama turun juga menjadi kendala Bulog dalam mendatangkan daging sapi dari Australia. “Izin sudah diminta lama dan ini ruwet, saya tidak menyalahkan Bulog begitu saja. Pertanggungjawaban saya tidak menyalahkan Bulog begitu saja,” tutupnya.

[bmo]
Tag:

2 Komentar to “Dahlan: Bulog lelet impor daging sapi karena baru pertama kali”

  1. Ini memang bukan salah Bulog sepenuhnya, karena birokrasi perijinan impor daging memang dibikin ruwet, sehingga realisasinya sangat lama. Bayangkan, permohonan sejak maret, baru ada persetujuan dari Kementerian Pertanian 25 Juni, 27 Juni ijin impor keluar dari Kementerian Perdagangan.
    Apa ya yang dikerjakan birokrat Kementan selama 3 bulan untuk menjawab permohonan Bulog? Dan, tujuan impor daging oleh Bulog, jelas untuk stabilisasi harga daging, terutama menjelang hingga lebaran Idul Fitri 1434H/2013M.
    Alasan ini kok sama sekali tidak menggugah orang-orang Kementan yang dikuasai tokoh dan kader Partai Islam PKS untuk mendukung dengan mensegerakan proses keluarnya rekomendasi persetujuan impor daging oleh Bulog? Partai Islam apaan PKS ini?
    Tetapi, kalau mau jujur, seperti pengalaman PT. Indoguna Utama yang mendapat jatah impor daging sapi hingga 8000 ton atau 8 juta kg, harus mengeluarkan Rp 5000,-/kg untuk penguasa PKS, Luthfi Hasan Ishaaq dan konconya, Achmad Fathanah.
    Ini kesalahan terbesar Bulog. Mereka tidak mau menyisihkan 5 ribu perak/kg untuk penguasa Kementan yang dikuasai kader dan tokoh PKS.
    Lumayan juga, dengan 3000 ton impor itu, mereka bisa meraup Rp 15 milyar. Sayang Bulog tidak mau ngasih. Tapi akibatnya, jalan tol impor daging tidak mereka dapatkan. Akhirnya, jalannya perijinan itu, ya kayak siput, gitulah. Tapi, akhirnya bisa juga Bulog impor daging sapi dari Australia untuk lebaran Idul Fitri 1434H/2013M ini dengan harga Rp 70 ribu/kg, sama dengan harga daging jualan PT. RNI (Persero), meski bukan daging impor……

  2. membayangkan klo abah DIS jadi menteri Pemberdayaan Aparatur Negara……….??????…(#setelah abah memperbaiki BUMN dengan “corporasinya”)..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: