Dahlan Keluhkan Loket Imigrasi Bandara Soekarno-HattaSelasa

“Saya sudah berbicara kepada Kemenhukum. Saya tahu kalau tambah orang itu izinnya sulit dan prosedur panjang,” 

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri BUMN Dahlan Iskan mengeluhkan minimnya loket imigrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang buka sehingga menyebabkan antrean panjang.

Menurut Dahlan kepada wartawan di Jakarta, kondisi ini seakan-akan berbanding lurus dengan rumitnya birokrasi untuk menambah petugas imigrasi tersebut. “Saya sering menerima keluhan mengenai `visa on arrival` bahwa banyak petugas imigrasi yang tidak membuka loketnya,” ujarnya.

Dahlan menambahkan walaupun loket imigrasi terdapat di kawasan PT Angkasa Pura II Persero, yang notabene merupakan BUMN, namun untuk menambahkan petugas imigrasi merupakan kewenangan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhukam). “Saya sudah berbicara kepada Kemenhukum. Saya tahu kalau tambah orang itu izinnya sulit dan prosedur panjang,” katanya.

Padahal, lanjut Dahlan, pihaknya berkeinginan untuk menyederhanakan prosedur namun terbentur oleh kementerian terkait. Keluhan yang disampaikan Dahlan terkait dengan pelayanan yang diberikan perusahaan BUMN bukan kali pertama.

Sebelumnya, mantan direktur utama PLN ini juga pernah mengeluhkan mahalnya harga obat di Tanah Air, terutama obat penyakit Hepatitis B. Untuk itu, ia menyarankan agar PT Kimia Farma Tbk memproduksi obat yang dibutuhkan oleh sejuta rakyat Indonesia.

Begitu juga dengan antrean panjang di jalan tol. Bahkan Dahlan rela menawarkan e-Toll Card bersama dengan direksi Bank Mandiri dan Jasa Marga. Diharapkan dengan penjualan ini maka antrean di jalan tol dapat berkurang menjadi lima kendaraan. (Ant)

metrotvnews.com

Iklan

2 Komentar to “Dahlan Keluhkan Loket Imigrasi Bandara Soekarno-HattaSelasa”

  1. Sepertinya hanya Menteri BUMN Dahlan Iskan yang paling ”resek” menghadapi birokrasi yang berbelit-belit. Birokrasi perijinan produksi migas hingga 280 meja dari 15 kementerian, termsuk dari Kementerian Perhubungan yang paling banyak, yakni 28 meja, Dahlan ”resek”. Birokrasi impor daging untuk Bulog, dia juga ”resek”. Kali ini susahnya menambah loket pelayanan keimigrasian bagi orang asing atau orang Indonesia yang mau ke luar negeri, lagi-lagi Dahlan Iskan yang ”resek”.
    Apa pejabat lain tidak tahu, ruwetnya birokrasi di negara Pancasila ini? Atau mereka menikmatinya, karena di balik itu akan ada rakyat yang akan merengek-rengek agar dipercepat atau menggunakan jalan tol pelayanannya, bahkan tanpa birokrasi lagi dengan catatan berani menjawab WANI PIRO?????
    Bayangkan, hanya setelah mantan Dirut PLN itu jadi Menteri BUMN banyak birokrasi yang selalu dikeluhkannya. Padahal sejak negara ini merdeka, 68 tahun yang lalu, kayaknya tidak ada pejabat yang mempersoalkan ribetnya birokrasi di negara tercinta ini. Paling-paling yang resek ya pengamat atau LSM. Itupun setelah dibungkam dengan segepok Soeharto mesem, semuanya beres dan mereka diam.
    Susahnya, penguasa Jawa Pos Group itu, tidak bisa dibungkam dengan rupiah berapapun tebalnya. Sehingga, akan bikin gerah penguasa kementerian yang terkait dengan birokrasi yang ribet itu. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka akan mengancam pejabat yang biasa pakai sepatu kets dengan baju putih lengan panjang yang selalu dilipat itu, karena diangap akan menghilangkan ATM mereka.
    Kalau Presiden SBY ingin namanya harum, mestinya mempelopori revolusi debirokratisasi, sehingga sejarah akan mencatat, bahwa pada akhir masa jabatannya SBY berhasil menjadikan rakyat hidup dalam kedaan tenang dengan birokrasi yang tidak berbelit-belit, daripada dilakukan penggantinya hasil Pilpres 2014 nanti.
    Monggo Pak Beye, ambil langkah cepat untuk melakukan revolusi birokratisasi. Kementerian Penertiban Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tidak bisa diandalkan. Kerja mereka hingga saat ini tidak dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas. Ambil tindakan sendiri ajak Pak Beye, mumpung belum terlambat. Gimana???

  2. membayangkan klo abah DIS jadi menteri Pemberdayaan Aparatur Negara……….??????…(#setelah abah memperbaiki BUMN dengan “corporasinya”)..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: