Lintasan MH85 – Sinergi BPPT, LIPI, Batan, Kementrian Ristek, ESDM, Industri dan BUMN

“Baterai sudah lama kita kembangkan, dengan mulai diproduksinya baterai lithium berarti sebuah kemajuan. Kami ingin mendukung industri mobil listrik nasional, salah satu usahanya kami sudah membuat mobil listrik untuk diujicoba,” 

Dahlan iskan - bateray Lithium

Mobil listrik yang tengah dikembangkan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), kini selangkah lebih terarah. Baterai lithium sebagai komponen utamanya mulai diproduksi secara lokal oleh PT Nipress Tbk sejak Juni 2013 dan siap dipasangkan ke mobil-mobil listrik nasional.

Langkah positif ini hasil dari konsorsium riset baterai sekunder lithium yang dibiayai Kemenristek, dibentuk sejak 2011. Hari ini (3/7), anggota konsorsium yang terdiri dari BPPT, LIPI, Batan, sejumlah kampus dan lembaga lain (perwakilan Kemenristek, Kemenperin, dan Kementerian ESDM), meninjau produksi baterai lithium di pabrik PT Nipress Tbk di Narogong Raya, Cileungsi, Bogor.

Hari Purwanto, Sekretaris Kemenristek, mengatakan bahwa proyek mobil listrik nasional adalah salah satu kewajiban instansinya untuk mendukung. “Baterai sudah lama kita kembangkan, dengan mulai diproduksinya baterai lithium berarti sebuah kemajuan. Kami ingin mendukung industri mobil listrik nasional, salah satu usahanya kami sudah membuat mobil listrik untuk diujicoba,” jelasnya.

Spesifikasi
Riset baterai yang dikembangkan konsorsium tidak terlalu tertinggal dengan perkembangan baterai dunia. Jika riset baterai dunia punya kapasitas 120 mAh/g, tegangan 4,8V, energi densitas 600 wh/kg dan jenis sel new chatode/ Li4Ti5O12, sedangkan baterai konsorsium ini berspesifikasi 42,5 mAh/g, tegangan 3V, energi densitas 127,5 wh/kg dan jenis sel LiFePO4/ Li4Ti5O12.

Berdasar roadmap baterai lithium, ditargetkan untuk 2014 konsorsium bisa memroduksi baterai berkapasitas 200 wh/kg dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 20 persen. Saat ini, komponen sel utama baterai lithium produksi PT Nipress masih didatangkan dari luar negeri. Tapi diharapkan pada 2018 kandungan lokalnya sudah bisa mencapai 70 persen.

Assembly Line, untuk sementara akan memroduksi dalam jumlah terbatas. Di tahap awal baterai-baterai itu dipakai untuk memasok energi sejumlah mobil dan bus listrik untuk KTT APEC, Oktober mendatang.

“Selanjutnya kami akan memroduksi baterai lithium secara massal untuk memenuhi permintaan pasar. Saat ini per hari kami bisa memroduksi 20 set baterai untuk mobil listrik,” ujar Richard Tandiono, Direktur Operasional PT Nipress Tbk.

Editor : Bastian

otomotif.kompas.com

***

Iklan

One Comment to “Lintasan MH85 – Sinergi BPPT, LIPI, Batan, Kementrian Ristek, ESDM, Industri dan BUMN”

  1. Cukup jauh juga ketertinggalan di teknologi baterai. Tapi dengan adanya langkah ini harapan untuk mengejar ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: