Lintasan MH85 – Dahlan akan Luncurkan Mobil Listrik Kedua

“Nantinya mobil generasi kedua yang segera diluncurkan, ada perbaikan dari yang pertama,”
bedah-buku-electric-car-bersama-dahlan-iskan-003-debby

KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan, mobil listrik generasi kedua akan diluncurkan dalam dua bulan ke depan. Dahlan menyebutkan bahwa mobil listrik generasi kedua tersebut akan lebih baik dibandingkan yang pertama.

Mobil listrik generasi pertama atau Tucuxi mengalami kerusakan akibat kecelakaan saat diuji coba pada awal tahun ini. Dahlan sendiri yang mengemudikan mobil tersebut saat terjadi kecelakaan.

“Nantinya mobil generasi kedua yang segera diluncurkan, ada perbaikan dari yang pertama terkait kejadian (kecelakaan) itu,” katanya saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Sabtu (15/6/2013).

Dahlan mengatakan bahwa munculnya mobil listrik generasi kedua ini merupakan bukti bahwa Indonesia mampu membuat produk sendiri. Ia menyatakan akan menghentikan proses peminjaman ke pihak asing. Selain birokrasinya lama, pendanaan di dalam negeri pun mampu mengatasinya.

“Pinjaman asing akan dicoret sebab dengan dana di dalam negeri saja sudah bisa. Dengan begitu, maka Indonesia akan menjadi negara maju,” ujarnya.

Mobil listrik generasi kedua ini akan diberi nama Selo. Mobil ini juga mirip dengan Tucuxi karena berjenis mobil sport.

bisniskeuangan.kompas.com

4 Komentar to “Lintasan MH85 – Dahlan akan Luncurkan Mobil Listrik Kedua”

  1. Cuma Rp. 999.999.900,- Mau?

    • hehehe… itu kan ya kelas sport.
      kan banyak variannya… yang sekelas avansa buatan Dasep, yang sekelas AVP buatan Rivai, ada yang minibus, ada yang sekelas angkot. Harganya ya mirip-mirip dengan kelasnya masing-masing di mobil BBM…

  2. Yang terpenting dari semua itu adalah pasar dan pemasarannya. Membuat mobil listrik bagi ahlinya, mungkin tidak sulit. Yang paling sulit, bagaimana memasarkannya, sehingga masyarakat atau konsumen bersedia membelinya dengan perhitungan riil bisnis, bukan karena kasihan atau karena relasi, sehingga dia bersedia ”berkorban” untuk membelinya.
    Yang akan dilihat oleh konsumen, terutama kualitas, servis selanjutnya, harga terjangkau serta terpenuhinya kebutuhan listrik untuk menchargernya. Sehingga semua aktifitasnya bisa lancar, tidak ada gangguan di tengah jalan, mudah mengisi listrik, kapan saja dan dimana saja. Untuk ini mantan Dirut PLN itu sudah mepersiapkannya secara matang. Dia siapkan di kantor-kantor, restoran, rumah, bahkan di tempat-tempat peribatan, seperti Masjid atau Gereja atau Klenteng dan Pura juga disiapkan connecting untuk charger bagi mobil listrik tersebut. Sehingga, kapan saja dan dimana saja, pemilik mobil listrik itu berhenti, bisa langsung mencharger mobilnya.
    Kalau perhitungan aspek-aspek itu sudah memadai, Menteri BUMN Dahlan Iskan, tidak perlu lagi untuk melangkah sercara serius dan antusias. Selanjutnya tinggal dipromosikan secara optimal, baik melalui media cetak atau pun elektronika.
    Sebagai seorang pengusaha yang berpengalaman hingga 40 tahunan, bisa diyakini Bos Jawa Pos Group itu, tentu sudah memperhitungkan semuanya, karena dia tidak mungkin akan allout memperjuangkan pembuatan mobillistrik, kalau prospeknya tidak bagus. Semuanya Demi Indonesia yang lebih baik dan lebih bermartabat. Semoga sukses selalu serta selamanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: