Kilasan MH85 – Dahlan Tunjuk Nipress Pasok Baterai Mobnas Listrik

“Kita anggap Nipress menjadi perwakilan sekaligus kebanggaan nasional,”
12 juni 2012

Dahlan Iskan - Nipress - Mobil Listrik Nasional

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan PT Nipress Tbk bersedia menyediakan baterai guna mendukung mobil listrik nasional. Terpilihnya Nipress dikarenakan sekitar 60% produksi perusahaan yang berlokasi di Narogong, Bogor, ini diekspor.

“Kita anggap Nipress menjadi perwakilan sekaligus kebanggaan nasional,” kata Dahlan Iskan usai mengunjungi pabrik Nipress di Narogong, Bogor, Selasa (12/6).

Ia mengungkapkan baterai merupakan unsur yang paling penting dalam industri mobil listrik. Untuk itu, baterai produksi Nipress dianggap cocok untuk menjalankan mobil listrik nasional, sebab menggunakan baterai jenis Lithium Ferro Phosphate (LiFePO4).

“Teknologi baterai Litnium Ferro Phosphate ini cocok untuk mobil listrik karena jarak tempuhnya bisa 150-160 kilometer (km) dalam sekali charge (pengisian),” ungkapnya.

Dahlan mengakui hingga saat ini, Nipress belum memproduksi jenis baterai tersebut karena tidak ada permintaan dalam negeri. Padahal, Nipress sanggup untuk memproduksinya.

“Secara operasional, SDM, Nipress mampu. Selama ini, belum ada yang pesan baterai tersebut,” ujarnya.

Dahlan menceritakan ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan akan menggunakan mobil listrik sebagai mobil kerja, maka secara diam-diam Nipress sudah mempersiapkannya. Untuk kebutuhan mobil listrik nasional ini, Nipress mulai memproduksi baterai jenis LiFePO4 April 2013 mendatang, sebab mobil listrik nasional secara massal akan diproduksi pada periode tersebut sebanyak 10.000 mobil.

Ia meyakini jarak tempuh baterai LiFePO4 akan meningkat dua kali lipat dalam empat tahun mendatang, sehingga mobil listrik nasional akan menjanjikan.

“Kalau bisa jarak tempuhnya 300 km, maka sudah sangat sempurna. Untuk itu, tidak ada alasan lagi menggunakan BBM,” paparnya.

Ia membayangkan mobil listrik dengan jarak tempuh 10 km hanya menghabiskan biaya Rp1.000 karena cukup mengisi baterai tersebut. Sementara, mobil yang menggunakan BBM memerlukan dana yang lebih besar. Intinya, manfaat penggunaan mobil listrik dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Saat ini, investasi mobil listrik nasional diperkirakan menelan dana sebesar Rp5 triliun. Adapun empat variannya, terdiri dari sekelas Suziki Carry, sejenis Avanza, sekelas Honda Jazz, serta Mercedes-Benz.

Ia mengharapkan prototipe empat varian mobil ini dapat selesai sebelum 17 Agustus 2012 mendatang, namun sudah dapat digunakan. Prototipe empat varian mobil listrik ini dapat dipamerkan pada Hari Teknologi Nasional, 10 Agustus 2012.

Dahlan mengakui pertumbuhan baterai sangat menjanjikan. Untuk itu, ia menghendaki seluruh BUMN dapat menggunakan mobil listrik tersebut.

antara.com

***

Bateray Lithium Lokal Siap Nyterum

Bogor, KompasOtomotif – Mobil listrik yang tengah dikembangkan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), kini selangkah lebih terarah. Baterai lithium sebagai komponen utamanya mulai diproduksi secara lokal oleh PT Nipress Tbk sejak Juni 2013 dan siap dipasangkan ke mobil-mobil listrik nasional.

Langkah positif ini hasil dari konsorsium riset baterai sekunder lithium yang dibiayai Kemenristek, dibentuk sejak 2011. Hari ini (3/7), anggota konsorsium yang terdiri dari BPPT, LIPI, Batan, sejumlah kampus dan lembaga lain (perwakilan Kemenristek, Kemenperin, dan Kementerian ESDM),  meninjau produksi baterai lithium di pabrik PT Nipress Tbk di Narogong Raya, Cileungsi, Bogor.

Hari Purwanto, Sekretaris Kemenristek, mengatakan bahwa proyek mobil listrik nasional adalah salah satu kewajiban instansinya untuk mendukung. “Baterai sudah lama kita kembangkan, dengan mulai diproduksinya baterai lithium berarti sebuah kemajuan. Kami ingin mendukung industri mobil listrik nasional, salah satu usahanya kami sudah membuat mobil listrik untuk diujicoba,” jelasnya.

Spesifikasi
Riset baterai yang dikembangkan konsorsium tidak terlalu tertinggal dengan perkembangan baterai dunia. Jika riset baterai dunia punya kapasitas 120 mAh/g, tegangan 4,8V, energi densitas 600 wh/kg dan jenis sel new chatode/ Li4Ti5O12, sedangkan baterai konsorsium ini berspesifikasi 42,5 mAh/g, tegangan 3V, energi densitas 127,5 wh/kg dan jenis sel LiFePO4/ Li4Ti5O12.

Berdasar roadmap baterai lithium, ditargetkan untuk 2014 konsorsium bisa memroduksi baterai berkapasitas 200 wh/kg dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 20 persen. Saat ini, komponen sel utama baterai lithium produksi PT Nipress masih didatangkan dari luar negeri. Tapi diharapkan pada 2018 kandungan lokalnya sudah bisa mencapai 70 persen.

Assembly Line, untuk sementara akan memroduksi dalam jumlah terbatas. Di tahap awal baterai-baterai itu dipakai untuk memasok energi sejumlah mobil dan bus listrik untuk KTT APEC, Oktober mendatang.

“Selanjutnya kami akan memroduksi baterai lithium secara massal untuk memenuhi permintaan pasar. Saat ini per hari kami bisa memroduksi 20 set baterai untuk mobil listrik,” ujar Richard Tandiono, Direktur Operasional PT Nipress Tbk.

Editor : Bastian
***

5 Perusahaan siap sokong Mobil Listrik Nasional

Bandung – Menteri BUMN Dahlan Iskan sangat bernafsu agar mobil listrik nasional cepat tercipta. Gayung pun bersambut, soalnya sudah ada 5 perusahaan lokal yang siap membantu terciptanya mobil listrik nasional.

Dengan begitu keberadaan mobnas listrik semakin menemui titik terang di Tanah Air. Perusahaan-perusahaan yang dimaksud adalah PT Pindad, PT LEN, PT Respati, PT Nipress dan PT Hikari.

Product Development Pindad khusus kendaraan tempur, Sena Maulana mengatakan kelima perusahaan itu siap menyokong komponen mobnas listrik.

“Ada 5 yang siap bantu mobil nasional listrik,” kata Sena kepada detikOto di acara Haktenas ke-17 di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/8/2012).

Sena berharap dengan adanya kelima perusahaan tersebut, mobil nasional listrik yang selama ini didambakan masyarakat Indonesia segera terbentuk dengan kualitas yang tak kalah baik.

“Kami siap membantu. Pak Dahlan sudah memberikan mandat ke kita untuk bantu pembuatan mobil listrik,” pungkas Sena.

Secara spesifik, perusahaan yang memproduksi senjata dan kendaraan perang yakni Pindad akan menyuport motor listrik. Alasan dipilihnya Pindad karena perusahaan itu terbukti sukses menyuport motor listrik untuk kereta listrik yang diproduksi PT INKA

“Pilihan Pindad karena sudah berpengalaman suplai motor listrik ke untuk kereta api PT INKA,” ucap Sena.

Selain Pindad, ada PT LEN yang menyuplai kontroler dan sistem kelistrikan untuk mobil listrik. PT Respati yang akan memasok display panel informasi temperatur dan kondisi mesin lainnya. PT Nipress untuk memenuhi baterai. Dan PT Hikari, dimana akan suplai komponen pembantu kontroler yang disuplai oleh PT LEN.

Namun sayang, dari kelima perusahaan tersebut hanya Pindad yang produksi lokal. Namun dalam jangka waktu 1 tahun keempat perusahaan tersebut akan produksi di dalam negeri.

“Sekarang yang sudah dibuat di Indonesia itu motor listrik yang dibuat Pindad. Yang lainnya rencananya tahun depan. Ini sebagai konsorsium untuk mobil listrik, jadi kalau mau buat mobil listrik tidak perlu mencari ke luar negeri, perusahaan di Indonesia menyiapkan komponen mobil listrik,” kata Technical Division Head PT Nipress, Hermawan Wijaya.

 

Iklan

2 Komentar to “Kilasan MH85 – Dahlan Tunjuk Nipress Pasok Baterai Mobnas Listrik”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: