Dahlan: Birokrasi penghambat pengentasan kemiskinan

“Jika ada berapa juta memang tidak mau bekerja, mabuk-mabukkan, malas bekerja, kerjanya marahin istrinya, judi, ini kita kasih ulama saja,” 

25-6-13-TRIADI-antri-BLSM-4

Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut birokrasi sebagai salah satu faktor penghambat pengentasan kemiskinan di Indonesia. Dana yang disiapkan negara untuk masyarakat miskin tidak tersalurkan penuh karena ribetnya birokrasi. Salah satu contohnya adalah dalam penyaluran BLSM yang tidak tepat sasaran.

Menurut Dahlan saat ini kementerian dan negara menyiapkan dana yang banyak untuk mengentaskan kemiskinan. Jika saja dana tersebut bisa ditransfer langsung by name by address, kemiskinan di Indonesia dapat langsung berkurang secara drastis.

“Dana pengentasan kemiskinan di seluruh kementerian banyak ber-triliun-triliun. Kalau dibagi langsung ke mereka mungkin tidak miskin lagi, tapi karena ada birokrasi. Jika saja ada rekening, langsung dikasih mungkin tidak ada lagi kemiskinan itu,” ucap Dahlan akhir pekan ini di Jakarta.

Dahlan menyebut, dari penyaluran BLSM saja dapat dilihat banyak yang tidak tepat sasaran. Penerima BLSM ada yang mempunyai Blackberry dan memakai kalung emas.

Karena mengirim uang melalui rekening kepada rakyat miskin susah diimplementasikan, Dahlan mempunyai ide tersendiri dalam mengentaskan kemiskinan ini. Dahlan ingin mengelompokkan rakyat miskin ini dalam beberapa kategori.

“Seandainya betul orang miskin itu 30 juta, dugaan saya bisa 5 juta di antara 30 juta tidak mungkin tidak bisa diangkat dari kemiskinan karena sudah tua dan tidak punya anak. Kalau ada datanya by name by address 5 juta ini disisihkan ini tanggung jawab siapa. Saya pengen realisasi seperti ini, 5 juta ini ditandatangani satu lembaga,” ucap Dahlan.

Setelah kategori ini, Dahlan ingin mengelompokkan lagi rakyat miskin dari yang mau bekerja dan tidak mau bekerja. Jika rakyat miskin ini mau bekerja pemerintah bisa membantu dari sisi permodalan. “25 juta kita pilah-pilah lagi orang miskin muda mau bekerja dan tidak punya lahan. Ada lagi Anak muda mau kerja tapi ada di perkotaan, harus diambil tindakan,” katanya.

Untuk kategori selanjutnya adalah orang miskin yang benar-benar tidak mau bekerja. Dahlan berkelakar orang miskin seperti ini bisa diserahkan saja kepada ulama. “Jika ada berapa juta memang tidak mau bekerja, mabuk-mabukkan, malas bekerja, kerjanya marahin istrinya, judi, ini kita kasih ulama saja,” tutup Dahlan.

[idr]

merdeka.com

Iklan

One Comment to “Dahlan: Birokrasi penghambat pengentasan kemiskinan”

  1. Cukup terinci, Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk mengatasi kemiskinan. Cuma sayang, mantan Dirut PLN ini tidak mau melihat latar belakang lahirnya suatu birokrasi yang awalnya punya idealisme, bagaimana agar tidak terjadi kebocoran-kebocoran penggunaan anggaran. Ternyata, justru dengan birokrasi yang berbelit-belit itu, menjadi alat untuk memeras rakyat. Mungkin kebocoran anggaran negara bisa ditekan, ternyata birokrat Indonesia hebat, tidak bisa menggarong uang negara, saku rakyat yang didedel duel. Dengan birokrasi berbelit-belit, mau tidak mau rakyat ngemis-ngemis, ”bantu dong….!!!” …. WANI PIRO???? Sang birokrat balik beretanya.
    Tetapi dalam perkembangannya, ternyata Sang Birokrat makin rakus. Mereka berkolaborasi dengan politisi Senayan, sebagai penentu anggaran. Agar tidak terlalu menyolok, lagi pula birokrat hanya bisa bikin angka-angka, politisi Senayan yang mengesahkannya, mereka pun ngajak berjamaah pengusaha agar bisa mengeluarkan duitnya duluan untuk kepentingan kolborat dan politisi menggarong uang negara. Makin parah deh…… uang negara/uang rakyat dedel duel koruptor berjamaah tadi.
    Sadar adanya birokrasi itu berbelit-belit, mestinya Bos Jawa Pos Group itu segera merevisi penyaluran BLSM yang dilakukan PT. (Persero) Pos Indonesia. Sesuai dengan idenya agar masyarakat penerima BLSM itu menerima bantuan itu langsung ke rekening banknya masing-masing, maka perlu segera dibukakan rekening. Cuma masalahnya, kembali kepada data orang miskin penerima BLSM yang tidak akurat. Ini yang juga harus diatasi.
    Waduh….. ribet banget….. Maklum penguasa negara ini sudah terbiasa mencekik rakyat, sekarang mau diajak membantu rakyat miskin…. ya tidak cucuk. Mungkin kalau Dahlan Iskan oleh Allah SWT ditakdirkan jadi Presiden RI, baru masalah birokrasi itu bisa diatasi sampai tuntas, rakyat miskin diangkat menjadi masyarakat berpendapatan cukup, negara ini maju, harkat dan martabat bangsa bisa dibanggakan, tidak dilecehkan Malaysia, Singapura, Negara-negara Timur Tengah dan sebagainya. Negara ini sudah dianggap sebagai negara babu….. menyedihkan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: