Dahlan: Akhirnya Bisa Buat Baterai Mobil Sendiri

“Saya ucapkan selamat hari ini produksi perdana baterai lithium made in Indonesia. Saya terima ksih, seumur-umur baru kali ini Indonesia bisa memproduksi baterai sendiri,” 

Dahlan Iskan - Nippres 2

Pabrik baterai tersebut adalah milik PT Nipress Tbk (NIPS). Dahlan memantau pabrik ini yang berlokasi di Ciulengsi, Bogor. Pada acara peresmian Dahlan turut membubuhkan tanda tangan di atas batu peresmian.

“Saya ucapkan selamat hari ini produksi perdana baterai lithium made in Indonesia. Saya terima ksih, seumur-umur baru kali ini Indonesia bisa memproduksi baterai sendiri,” ujar Dahlan di Ciulengsi, Bogor, Sabtu (13/7/2013).

Dahlan mengatakan pabrik ini ternyata menjalankan komitmennya. Baterai ini akhirnya mampu diproduksi pada Juli, ini sudah sesuai waktu yang ditentukan sebelumnya.

“Tadi kita lihat bukan produksinya, tapi modul standarnya juga menjadi acuan bagi perkembangan baterai ke depan. Baterai listrik akan disesuaikan penggunaannya, baik mobil, truk, kapal selam dan kendaraan militer,” ucap Dahlan.

Baterai ini, lanjut Dahlan merupakan komponen terpenting hampir setengahnya, sekitar 50%. Untuk ke depan, baterai tidak lagi impor.

Dahlan iskan - Nippres

Lalu sistem melakukan carging, tambah Dahlan berdasarkan pengalaman diluar negeri 80% melakukan carging baterai di rumah. “Pengalaman di dunia carging 80% di rumah masing-masing dan 10% di mall dan kantor,” ucapnya. [hid]

inilah

***

***

Dahlan resmikan pabrik baterai lithium pertama di Indonesia

Dahlan Iskan - nipress

Hari ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan meresmikan pabrik baterai lithium pertama di Indonesia. Baterai ini akan digunakan untuk beroperasinya mobil listrik yang sedang dikembangkan di Tanah Air sebagai salah satu alternatif alat transportasi ramah lingkungan.

PT Nipress Tbk didaulat menjadi salah satu konsorsium penyokong industri mobil listrik nasional untuk penyedia baterai lithium. Saat ini, PT Nipress Tbk sedang mengembangkan baterai untuk kebutuhan khusus kendaraan tempur seperti tank, kapal selam dan peluru kendali. Riset dan pengembangan produk ini bekerjasama dengan Markas Besar TNI.

Tahun 1973, PT Nipress Tbk memulai produksi komponen lempeng positif dan negatif untuk baterai mobil. Tahun 2012 PT Nipress Tbk menguasai market share 30 persen untuk baterai mobil dan sepeda motor domestik dengan merek NS.

Selain itu, perseroan juga menguasai market share 50 persen untuk baterai BTS seluler dengan mereka NS. Dengan keberhasilan produksi baterai lithiun oleh PT Nipress Tbk, Indonesia semakin siap mengembangkan mobil dan sepeda motor listrik nasional secara mandiri.

[bmo]

merdeka.com

***

Dahlan Apresiasi Produksi Baterai Litium Pertama Indonesia

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengapresiasi keberhasilan PT Nipress merakit baterai litium pertama di Indonesia. Baterai akan digunakan untuk pengoperasian mobil listrik nasional yang sedang dikembangkan.

“Saya mengucapkan terima kasih dan selamat karena hari ini Indonesia mampu memproduksi baterai litium pertama melalui kerja keras PT Nipress,” kata Dahlan di sela peresmian pabrik baterai litium pertama milik PT Nipress, di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/7).

Pada kesempatan tersebut, Dahlan Iskan sempat melihat-lihat perakitan baterai litium yang akan digunakan sebagai operasional mobil listrik. PT Nipress merupakan salah satu peserta konsorsium penyokong industri mobil listrik nasional dalam penyediaan baterai litium.

Dahlan menilai keberhasilan produksi baterai litium oleh PT Nipress Tbk menunjukkan kalau Indonesia semakin siap mengembangkan mobil dan sepeda motor listrik nasional secara mandiri.

Ia mengatakan bahwa baterai merupakan salah satu komponen utama mobil listrik sehingga jika Indonesia ingin mengembangkan mobil listrik nasional harus dapat memproduksi baterai sendiri.

“Sekarang saya tenang karena perusahaan Indonesia sudah bisa produksi baterai sendiri,” ujar dia.

Dahlan juga menyampaikan harapannya agar BUMN menjadi pelopor penggunaan mobil listrik. “Saya sebagai Menteri BUMN meminta BUMN menjadi pelopor menggunakan hingga 5.000 mobil listrik tahun depan, khususnya bagi PLN, masa perusahaan listrik tetapi mobil operasionalnya masih berbahan bakar minyak,” tuturnya.

Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nur Pamudji menyatakan siap mendukung pengembangan mobil listrik nasional. PLN telah mengembangkan spesifikasi charger untuk baterai mobil listrik baik untuk diaplikasikan di rumah atau tempat umum.

“Nantinya untuk charge baterai mobil listrik bisa dilakukan pada pukul 23.00-05.00 pada saat listrik umumnya tidak banyak terpakai,” ujar dia.

PT Nipress merupakan perusahaan yang memulai produksi komponen lempeng positif dan negatif untuk baterai mobil sejak 1973. Pada 2012, PT Nipress memiliki pangsa pasar 30% di pasar baterai mobil dan sepeda motor domestik dengan merek NS dan pangsa pasar 50% untuk baterai menara base transceiver station (BTS) seluler dengan merek NS.

metrotvnews.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: