Dahlan: Seharusnya Tanjung Priok “Diobrak Abrik” Tiap Hari

“Bagus itu, ini langkahnya maju. Dan kemarin ini juga memerintahkan Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar untuk berkantor dua kali seminggu di pelabuhan tersebut untuk menjaga arus barang,” 

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Baru-baru ini Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri melakukan inspeksi dadakan (sidak) di pelabuhan Tanjung Priok guna mengatasi waktu tunggu kontainer (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok meningkat menjadi 13-14 hari.

Pasalnya, jika kemacetan di pelabuhan terus dibiarkan, selain menyebabkan kemacetan akibat antrean kontainer, juga akan sangat mengganggu distribusi bahan pangan dari pelabuhan terutama menjelang bulan puasa dan Lebaran

Oleh karena itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengapresiasi hal yang dilakukan oleh Chatib Basri bersama jajarannya.

“Bagus itu, ini langkahnya maju. Dan kemarin ini juga memerintahkan Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar untuk berkantor dua kali seminggu di pelabuhan tersebut untuk menjaga arus barang,” ungkap Dahlan di kantornya, Jakarta, Rabu (10/7/2013).

Dahlan menjelaskan, langkah Chatib yang mengobrak-abrik pelabuhan Tanjung Priok seharusnya bisa dilakukan setiap hari. “Seharusnya setiap hari diobrak-abrik. Karena semakin lama pertumbuhan kapasitas pasti tumbuh,” ucap Dahlan.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Tanjung Priok, setelah sebelumnya juga telah memerintahkan Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar untuk berkantor dua kali seminggu di pelabuhan tersebut untuk menjaga arus barang.

Chatib ditemani Mahendra Siregar dan Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono berkeliling kompleks Pelabuhan Tanjung Priok dan akhirnya menepi di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Kantor Bea Cukai yang berlokasi di IPC Multi Terminal Tanjung Priok.

Setelah melakukan penelusuran, Chatib mengatakan salah satu penyebab lamanya dwelling time di sana adalah ongkos barang menginap lama di pelabuhan sangat murah. Kemungkinan, menurut Chatib, biaya tersebut jauh lebih murah daripada harus menyewa gudang akibatnya pelabuhan dijadikan gudang. ()

http://economy.okezone.com/read/2013/07/10/320/834890/dahlan-seharusnya-tanjung-priok-diobrak-abrik-tiap-hari

Iklan

One Comment to “Dahlan: Seharusnya Tanjung Priok “Diobrak Abrik” Tiap Hari”

  1. Mendukung gebrakan Bpk Chatib Basri (Kang Dede’). Tokoh Mahasiswa FE UI tahun 1998. Lanjutkan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: