Produksi Bio Etanol, Siswa NTT Dilatih BUMN

“Selama dua minggu, para siswa dan guru ini akan dilatih di sini oleh PT Batan Teknologi dan Pertamina untuk mempelajari mesin pengolahan sorgum,”
dahlan-sorgum-650x400

TANGERANG – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan saat ini tengah giat membudidayakan tanaman sorgum. Bahkan bekas dirut PLN ini menginstruksikan sejumlah perusahaan pelat merah untuk memberikan pelatihan kepada sekitar 26 orang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengolah sorgum.

Para peserta pelatihan ini terdiri dari siswa SMK dan guru asal Belu, Atambua dan Kupang. NTT dipilih sebagai daerah budidaya sorgum karena sangat tepat untuk mengembangkan sorgum karena masyarakatnya sudah terbiasa menaman sorgum.

“Selama dua minggu, para siswa dan guru ini akan dilatih di sini oleh PT Batan Teknologi dan Pertamina untuk mempelajari mesin pengolahan sorgum,” ujar Dahlan saat mengunjungi tempat mereka berlatih di SMK 11 PGRI, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (4/7).

Bila waktu dua minggu tersebut dirasa kurang, Dahlan minta untuk menambah waktu pelatihan menjadi seminggu lagi. “Kalau dua minggu masih tidak bisa ya diperpanjang lagi sampai mereka bisa atau ditambah seminggu lagi. Pokoknya sampai benar-benar bisa membongkar, menggambar, memasang kembali alat ini,” papar Dahlan sembari mengatakan akan memberi hadiah Rp 1 juta bagi yang bisa mempergunakan alat bio etanol.

Dahlan jelaskan bahwa banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari menanam sorgum, dari batang sampai ampasnya. Nantinya sorgum ini akan ditanam di lahan seluas 200 hektar di NTT untuk digunakan sebagai bio etanol.

“Untuk BBM kompor di sana, 200 hektar itu kira-kira bisa untuk membantu seribu rumah tangga, jadi tidak perlu membeli minyak tanah dan ini menjadikan lingkungan lebih baik lagi. Ampasnya bisa jadi makanan sapi,” terang dia. (chi/jpnn)

jpnn.com

***

Dahlan Cari Solusi Pengganti Minyak Tanah

TANGERANG – Pemerintah tengah melakukan proyek percontohan penanaman, yakni dengan menanam tumbuhan sorgum di lahan seluas 200 hektare (ha) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil dari sorgum tersebut, nantinya bisa dijadikan sebagai bioetanol.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan dengan 200 ha lahan sorgum saat panen, mampu menghasilkan manfaat untuk sekira seribu rumah tangga.

“Jadi tidak perlu membeli minyak tanah dan tidak menebang untuk memasak, dan ini menjadikan lingkungan lebih baik lagi,” kata Dahlan di Tangerang, Kamis (4/7/2013).

Dahlan menambahkan, selain mampu menjadi penghasil bioetanol, tumbuhan sorgum juga dapat diperdayakan sebagai gula. Karena tumbuhan sorgum memiliki kadar gula 17 persen.

Untuk masa panen, tumbuhan sorgum dapat di panen dalam waktu tiga bulan terhitung saat masa penanaman. “Jadi tiga bulan lagi kelihatan, tiga kali tanpa harus tanam, setelah panen dipotong nanti tumbuh sendiri, sampai tiga kali,” tambahnya.

Selain itu, dia mengatakan proyek percontohan yang dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memberikan dampak yang sangat baik bagi masyarakat NTT.

“Saya tidak bisa membayangkan dampaknya seperti apa, ini kalau berhasil betul-betul pioner yang sangat baik, orientasinya ke timur kena semua, perbatasan, banyak sekali manfaatnya,” kata dia.

Menurutnya, penanaman tumbuhan sorgum di NTT dilakukan oleh BUMN di atas lahan milik warga NTT. Dia menargetkan, jika proyek ini terlaksana dengan baik, maka ke depannya akan dikembalikan kepada warga sekitar yang untuk meneruskan penanaman sorgum. “Jika berhasil nanti biar warga yang mengambil alih sepenuhnya pengelolaannya,” tutupnya. ()

okezone.com

***

Dahlan “Sogok” Pelajar Modifikasi Penggiling Sorgum

TANGERANG – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan akan memberikan hadiah senilai Rp1 juta untuk pelajar yang berhasil merakit, menggambar, dan memasang kembali alat penggiling tumbuhan sorgum. Pelatihan agro industri tersebut, diikuti oleh pelajar-pelajar dari Atambua, Meluk, dan Belo.

“Juara I yang baik Rp1 juta, yang baik gambarnya Rp1 juta, yang baik memasangnya kembali Rp1 juta,” kata Dahlan saat acara melakukan tinjauan kerja ke Sekolah PGRI 11 Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (4/7/2013).

Selain itu, bagi yang mampu memodifikasi mesin penggiling tersebut akan diberikan hadiah senilai Rp1 juta untuk tiga orang pemenang. Dengan syarat hasil dari modifikasi layak untuk dipakai. “Yang bisa memodifikasi masing-masing Rp1 juta untuk tiga pemenang. Betul-betul bisa dipakai, jangan sampai tidak bisa dipakai,” tambahnya.

Dahlan menuturkan, pelatihan yang dilakukan di SMK 11 PGRI Serpong, akan dilakukan selama dua minggu. Para peserta pelatihan tersebut, diajarkan cara pengelolaan dan pembongkaran mesin penggiling tersebut.

“Teman dari Atambua, Meluk, Belo mendapatkan program yang konkret, program ini dua minggu, kalau belum dapat diselesaikan, perpanjang seminggu, tapi saya percaya pasti bisa dalam waktu dua minggu,” tutupnya. ()

okezone.com

***

Iklan

3 Komentar to “Produksi Bio Etanol, Siswa NTT Dilatih BUMN”

  1. Ini langkah nyata Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk masyarakat NTT yang terhitung daerah minus. Dengan mengembangkan tanaman sorgum, mereka bukan hanya bisa menggantikan gandum dan gula untuk memenuhi kebutuhan mereka, tetapi batangnya bisa untuk bioethanol untuk kebutuhan memask pengganti minyak tanah. Untuk itu, sejumlah siswa dan guru SMK setempat dididik oleh mantan Dirut PLN itu melalui PT. Batan Tekno dan Pertamina untuk mendidik mereka mengolah sorgum menjadi bioethanol. Semoga mereka sukses dan menolarkan hasil pelatihannya kepada teman-temannya yang lain dan masyarakat NTT pada umumnya. Demi Indonesia yang lebih baik dan lebih bermartabat, Bos Jawa Pos Group itu akan melakukan apa saja yang bermanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pada umumnya

  2. Kalau bulan puasa Setan-setan dipasungi….namun ada yang lolos juga melalui Jiwa dan raga Dahlan Iskan…orang ini punya Syahwat Kekuasaan untuk melindungi dirinya dari Jeratan Hukum yang sudah ngantri di KPK untuk gelar perkara……Bagaimana Kasus kerugian uangnegara untuk PLTU Embelut dan Gensetisasi PLN?????? Kalau Jalan Tol di Bali itu …tidak ada Dahlan Iskan pun pasti berjalan dan itu khan program Men BUMN yang lalu-lalu juga

    • Tol bali udah macet 5 tahun, kalo gak Dahlan memutuskan ibangun diatas laut mana bisa selesai. Kalo bukan dahlan memutuskan yg mbangun konsorsium bumn mana bisa cepet. Tuh, tol bandara juanda panjangnya hampir sama butuh 12 tahun baru selesai karena pake APBN/APBD yg birokrasinya ribet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: