Mokhtar Jusuf, Dokter THT pengurai kemacetan Tol Jakarta

“Biayanya murah sekali, anggap saja pemindahan administrasi saja karena yang sekarang jadi pintu keluar, diubah menjadi pintu masuk,”

mokhtar-jusuf-dokter-tht-pengurai-kemacetan-tol-jakarta

Siapa bilang urusan mengatasi kemacetan di jalan raya hanya menjadi domain ahli teknik sipil atau perencanaan kota. Lihat saja Mokhtar Jusuf, Dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) ini baru saja dinobatkan menjadi satu dari sepuluh pemenang sayembara mencari solusi mengurai kemacetan di jalan tol dalam kota Jakarta yang diselenggarakan PT. Jasa Marga.

Sebagai orang yang bukan ahlinya, Jusuf menawarkan solusi sederhana.Dalam presentasi di depan juri sayembara, pria kelahiran Pidie 67 tahun silam itu hanya meminta Jasa Marga untuk melakukan dua hal.

Yakni, memindahkan pintuk masuk tol Cawang ke posisi sebelum persimpangan dan menggeser pintu keluar tol Sudirman menjauhi persimpangan.Alhasil, gagasan Mokhtar disukai tim juri sayembara, menyisihkan 1.006 proposal sejenis lainnya yang diterima Jasa Marga. “Biayanya murah sekali, anggap saja pemindahan administrasi saja karena yang sekarang jadi pintu keluar, diubah menjadi pintu masuk,” kata kakek tiga cucu yang ditemui seusai pengumuman pemenang sayembara, di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (4/7)

Dia berkisah, gagasan sederhana itu muncul berdasarkan pengalamannya sebagai pengguna tol Jakarta selama kurang lebih empat dekade. Awal tol dalam kota beroperasi, Jusuf yang merupakan warga Setiabudi, kuningan, meramalkan Jakarta akan dilanda kemacetan, saat melihat beberapa pintu keluar tol dibangun dekat persimpangan Cawang dan Komdak-Sudirman. “Saya langsung bingung kenapa dibikin pintu tol jelang persimpangan, saya yakin akibatnya jalan itu pasti nanti tidak mendukung kelancaran lalu lintas, tapi malah menimbulkan kemacetan.”

Ramalan itu terbukti adanya, kemacetan di jalan tol dalam kota mulai menggila sejak awal 2000 . Titik keluar tol seperti di persimpangan Cawang membuat jalan bebas hambatan bagai neraka bagi penumpang mobil. Berdasarkan catatan Jasa Marga, Jalur yang maksimal bisa dilewati 2 ribu kendaraan itu sudah melonjak menjadi 3 ribu kendaraan. “Bayangin begitu keluar Sudiman, kendaraan yang mau masuk ketemu sama yang mau keluar, jadi makin macet,” paparnya.

atas ide sederhana itu, Jasa Marga ‘mengguyur’ Jusuf bersama sembilan pemenang lainnya dengan hadiah Rp 10 juta. Lebih dari itu, BUMN pengelola tol itu berjanji akan segera mengimplementasikan solusi kemacetan yang ditawarkan sepuluh pemenang itu dalam waktu dekat.

Selepas ini, Jasa Marga akan membenahi tiga titik kemacetan utama di tol dalam kota, yaitu Tomang, Cawang, dan Kuningan. Pembenahan yang akan dilakukan, di antaranya pelebaran marka sampai memasang sayap di jalan layang tol.

http://www.merdeka.com/uang/mokhtar-jusuf-dokter-tht-pengurai-kemacetan-tol-jakarta.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: