Dahlan: Tiket terusan, solusi macet tol belum optimal

“Saya terus ingatkan Jasa Marga e-toll card harus banyak yang terjual. Masih banyak jalur tol (terusan) yang kosong bagaimana caranya, agar orang mau beralih. Enggak ada gunanya antre,” 

e-toll peluncuran

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ingin sistem tiket terusan diterapkan intensif di perusahaan anak buahnya. Hal itu perlu dilakukan agar antrean, baik kendaraan maupun manusia, dapat diurai.

Dia mencontohkan penerapan tiket terusan kereta e-ticekting commuter line oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Menurutnya, kebijakan itu langkah maju dalam memangkas antrean penumpang yang sebetulnya tidak perlu terjadi.

“Untuk apa orang harus antre di stasiun kalau besok lewat situ lagi, akan lebih baik mereka beli 1 kartu untuk beberapa kali perjalanan, sampai sampai beberapa bulan,” ujar Dahlan saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (4/7).

Penerapan tiket terusan berbasis Internet menurut Dahlan sekaligus menjadi ajang mendidik masyarakat. Sebab warga diajak berpartisipasi untuk turut mengurai antrean, dengan cara membuat perjalanan mereka lebih efisien.

“Dengan kesadaran sendiri, masyarakat membeli kartu tidak untuk sekali jalan. Transformasi masyarakat terjadi melalui sistem tiket di KRL ini,” tuturnya.

Kini, Dahlan ingin mengintensifkan kebijakan serupa pada PT Jasa Marga (Persero) sebagai pengelola jalan tol. Perusahaan pelat merah itu sebetulnya sudah bekerja sama dengan Bank Mandiri menawarkan e-toll card. Namun, penjualannya belum sesuai target.

Dahlan ingin Jasa Marga bekerja keras, supaya tiket tol otomatis itu semakin laku. Sebab, dia melihat antrean di pintu tol reguler masih padat, sementara jalur e-toll card malah selalu lengang.

“Saya terus ingatkan Jasa Marga e-toll card harus banyak yang terjual. Masih banyak jalur tol (terusan) yang kosong bagaimana caranya, agar orang mau beralih. Enggak ada gunanya antre,” tegasnya.

[bmo]
***

Kartu Multi Trip Dianggap Bisa Urai Antrian di Loket

“Saya bangga KAI punya perbaikan cepat,” tutur Dahlan di Kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (4/7).

Mengenai beberapa kendala dari sistem E-ticketing ini, Dahlan menganggap wajar hal itu terjadi. Namun ke depan, Dahlan meminta agar sistem E-ticketing ini bisa berjalan lancar. “Kalau pertama ruwet saya memaklumi, tapi selanjutnya harus bisa lancar,” pintanya.

Menurut Dahlan, sudah saatnya transportasi di Indonesia maju. Penerapan E-ticketing dinilainya bisa mengatasi antrian panjang dan bisa menghemat waktu, terlebih bila masyarakat lebih memilih menggunakan kartu multi trip (berlangganan) ketimbang kartu single trip.

“Masyarakat harus sadar untuk apa beli kartu terus-terusan, kalau tahu setiap hari ke situ terus. Cara menyelesaikannya adalah dengan kesadarannya masyarakat sendiri, yaitu dengan membeli kartu multi trip,” terangnya.

Sejauh ini kata Dahlan animo masyarakat untuk membeli E-ticketing sudah mencapai ratusan ribu orang. “Ada seratus ribu orang lebih, kita targetkan dalam waktu satu bulan sudah mencapai 200 ribu orang,” harapnya.

Jika pembelian E-ticketing multi trip sudah mencapai 300 ribuan orang, Dahlan yakin antrian sudah bisa terurai. “Kalau 300 ribuan orang sudah beli kartu multi trip, maka gak akan ada antrian lagi, paling tinggal satu atau dua orang yang mengantri karena tidak setiap hari menggunakan kereta,” tukasnya. (chi/jpnn)

http://www.jpnn.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: