Dahlan Iskan Blak-blakan soal Dana PKBL

HARUS AHLINYA: Dahlan Iskan menegaskan BUMN tidak akan meneruskan penyaluran dana PKBL.

dahlan-umkm-650x400

BUMN Stop Menyalurkan, Sebut TDA Lebih Pantas

Jakarta – Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan blak-blakan soal dana PKBL dari BUMN. Dia menegaskan ada tiga alasan mendasar mengapa dana PKBL tidak diteruskan. Dahlan menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam seminar Pengembangan UMKM dalam Menciptakan Lapangan Kerja dan Menumbuhkan Wirausaha Kreatif di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/7).

Apa tiga alasan itu? Dahlan pun menjabarkannya. Yang pertama, menurut Dahlan, penyaluran PKBL selama ini tidak inklusif. “Mereka yang punya akses ke orang-orang BUMN saja yang akan lebih mudah mendapatkannya,’’ nilai Dahlan.

Kedua, BUMN tidak tepat mengurusi PKBL. Dahlan menegaskan bahwa BUMN bukan ahlinya mengurusi UKM. ‘’Juga tidak punya passion di situ,’’ ujarnya dengan gaya khasnya.

Yang ketiga masalah bunga. Dahlan mengaku heran mengapa dengan bunga rendah, tingkat kredit macet malah tinggi. ‘’Pasti karena ada yang salah dalam pelaksanaannya,’’ tegas Dahlan.

Karena itu, Dahlan memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan dana PKBL ke pihak lain. ‘’Kita serahkan ke ahlinya saja,’’ tambah Dahlan.

Dia pun menyebut lembaga perbankan atau juga PNM sebagai pihak yang tepat mengurusi dana PKBL. Selain itu, Dahlan juga menyebut lembaga-lembaga seperti Tangan Di Atas atau lembaga binaan ahli ekonomi syariah Syafii Antonio. (pam/medcen)

***

Ini Saran Menteri BUMN Untuk UMKM

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai, BUMN belum memiliki keahlian untuk membina Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Meski demikian, BUMN akan selalu mendukung UMKM lewat program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

“Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN pantasnya menyalurkan uangnya saja. Nanti BUMN bisa menempatkan ke lembaga yang ahli seperti bank, BMT dan koperasi,” ujar Dahlan, saat diskusi pengembangan UMKM di Kementerian Koordinator Perekonomian, Kamis (4/7/2013).

Lebih lanjut Dahlan mengatakan, UMKM yang pantas mendapatkan PKBL adalah UMKM yang pandai membuat proposal. Hal itu dilakukan agar proposal dapat dipertanggungjawabkan dan menarik manajemen BUMN. “Akan mendapat PKBL bila mempunyai akses ke BUMN, yang tidak punya akses nggak dapat. Namun yang bisa bikin proposal dapat,” kata Dahlan.

Selain itu, Dahlan menilai, meski UMKM mendapatkan dukungan lewat PKBL dengan bunga rendah tetapi non performing loan (NPL) sangat tinggi.
“Bunga terlalu murah, karena merusak sistem keuangan NPLnya tinggi. Dibanding bank, kredit yang bunganya tinggi. Karena itu kami ubah, kenapa saya ubah yang paling mendasar BUMN bukan ahli bina UMKM,” jelas Dahlan. [mel]

inilah.com

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: