Dahlan: Bulog Batal Beli Lahan Peternakan di Australia

“Yang pasti bukan Bulog, karena kita berharap Bulog akan fokus untuk menjaga stabilisasi beras. Sayang kalau konsentrasinya diganggu,”

Seorang buruh panggul melakukan bongkar muat beras untuk rakyat miskin (Raskin) di gudang Bulog Sub Divre V Kediri, Jawa Timur

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah mempersiapkan tiga perusahaan plat merah untuk membeli lahan peternakan sapi di Australia guna pemenuhan stok daging di Tanah Air. Namun, tampaknya Dahlan tidak akan menyetujui Perum Bulog untuk membeli lahan peternakan itu.

Ketiga perusahaan plat merah yang sudah dipersiapkan oleh Dahlan adalah PT Pupuk Indonesia, PT Rajawali Nusantara Indonesia, dan Perum Bulog. Untuk Perum Bulog sendiri, tampaknya Dahlan akan membatalkan rencana tersebut karena ingin lebih berkonsentrasi pada urusan stabilisasi beras.

“Yang pasti bukan Bulog, karena kita berharap Bulog akan fokus untuk menjaga stabilisasi beras. Sayang kalau konsentrasinya diganggu. Karena kemampuan Bulog menjaga stabilisasi beras di dalam negeri baru tahun kedua. Jangan sudah tahun kedua mulai terganggu lagi,” ujar Dahlan di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/7).

Lebih lanjut, Dahlan juga berharap langkah ini bisa segera terealisasi paling lambat sampai akhir tahun ini. Pemerintah sendiri telah mengalokasikan dana sebesar Rp300 miliar untuk pembelian aset tersebut dan sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah Australia untuk mempelajari sistem hukumnya.

“Tentu kita juga masih mempelajari sisi hukumnya bagaimana aturannya membeli aset di sana. Harus hati-hati. Makanya kita kontak juga Kedubes Australia di sini termasuk untuk menanyakan bagaimana sistem pengamanan aset di sana,” sambung mantan Direktur Utama PT PLN itu.

Sementara itu, terkait dengan dua perusahaan plat merah yang akan membeli lahan peternakan di Australia itu, Dahlan mengaku sampai saat ini Kementerian BUMN sedang melakukan studi kelayakan atau Feasibility Studies.

“Siapa saja bisa, saat ini sedang dilakukan finalisasi studi kelayakan,” pungkas Dahlan.

Seperti yang diketahui, Pemerintah berharap dengan pembelian peternakan sapi di Australia, kekurangan pasok daging di Tanah Air yang belakangan ini terus menjadi masalah dapat teratasi. Langkah ini dianggap lebih realistis karena proses pembibitan dan perawatan di Australia lebih murah dibandingkan di Indonesia. (Rio)

metrotvnews.com

Iklan
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: