Dirut RNI Hanya Takut Kepada Dahlan Iskan dan SBY

 “Saya takut kepada Pak SBY karena dia pemimpin negara,” kata Ismed.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismed Hasan Putro (Foto: Antara/Jaringnews)
 
JAKARTA,  – Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismed Hasan Putro mengatakan selama ini ia sering mendapat teror terkait dengan kebijakan-kebijakan yang diambilnya dalam dua tahun terakhir. Ia bahkan pernah menolak permintaan anggota parlemen yang menyebabkan ia pernah diusir dari ruang sidang DPR.

Namun, Ismed mengaku tidak takut selama ia menganggap kebijakan yang diambilnya benar. “Saya hanya takut kepada Dahlan Iskan sebagai Menteri Negara BUMN karena bertindak sebagai pemegang saham atas nama Pemerintah,” kata Ismed ketika berpidato pada peluncuran merek produk gula kemasan dan kiloan RNI, Raja Gula, di kantornya, (2/7).

“Saya takut kepada Pak SBY karena dia pemimpin negara,” sambungnya

Sejak dirinya mengubah fokus strategi bisnis gula RNI dua tahun lalu, Ismed mengaku sering mendapat teror. Di bawah kepemimpinannya, mayoritas gula yang dipasarkan RNI ditujukan ke pasar ritel melalui penjualan kiloan.

Sebelumnya, RNI menjual secara bulk, 50 kiloan, yang menurut dia, menyebabkan RNI sangat tergantung pada perusahaan-perusahaan besar, yang ia sebut sebagai samurai.

“Pabrik-pabrik gula RNI dulu sering diijon, gulanya belum jadi sudah dibooking oleh sejumlah pengusaha,” papar Ismed.

“Itu saya ubah, dan saya hentikan. Dulu sampai ada yang mengatakan gula RNI akan busuk di gudang karena tak akan laku, tapi saya bertahan tidak akan menjualnya dibawah Rp10.000 per kg. Terbukti harga gula menjadi Rp10.000 ketika itu,” ujarnya.

“RNI selama ini terjebak pola ijon dan terbeli oleh samurai. Sekarang tidak ada lagi itu. RNI harus jadi raja gula di Indonesia,” tutur dia.

Namun, ketika Jaringnews.com menanyakan kepadanya seusai berpidato, siapa yang dia anggap menjadi pesaing utama RNI dalam bisnis gula ritel, Ismed merendah dengan mengatakan filosofinya bukan persaingan melainkan sama-sama tumbuh melalui pasar yang terus membesar.

Ia juga mengakui produksi gula RNI baru 400 ribu ton, yang 170 ribu ton diantaranya dipasarkan oleh RNI. “Jadi dibanding kebutuhan gula di Indonesia yang jutaan ton, kita masih kecil,” kata dia.

(Ben / Riz)

 
Iklan
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: