Yang menarik dari peluncuran e-tiketing KAI

“Hari ini berapa ribu orang yang mengeluh, hari ini berapa ribu orang yang SMS saya. Kan smsnya pakai duit juga, jangan SMS saya lagi,”

Dahlan Iskan - Peluncuruan E-tiketing

Dahlan Iskan: Kartu KRL Jangan untuk Kenang-Kenangan

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejak pertama kali diuji coba pada 8 April 2013 hingga 30 Juni 2013, sudah ada tiket 200 tiket elektronik kereta listrik yang hilang. Banyaknya masyarakat yang membawa pulang kartu ke rumah menjadi salah satu penyebabnya.

“Kartu (single trip) ini ketika kekuar harus dimasukkan lagi, tapi banyak yang dibawa pulang untuk kenang-kenangan,” kata Dahlan, Senin (1/7/2013) di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.

Dahlan memaklumi jika ada sebagian masyarakat yang berperilaku seperti itu. Dahlan bahkan juga melakukan hal yang sama ketika pertama kali menggunakan layanan kereta di kota-kota negara maju. Ia membawa pulang kartu kereta itu.

“Pas ditanya petugas, bilangnya pura-pura hilang. Jangankan orang Depok dan orang Lenteng Agung, saya juga dulu waktu pertama ke luar negeri juga seperti itu, biar ada bukti kalau kita pernah naik kereta itu,” kata Dahlan.

Untuk itu, lanjut Dahlan, pihaknya akan berusaha melakukan sosialisasi agar kesadaran masyarakat bisa tercipta, yaitu tidak membawa pulang kartu KRL. “Mungkin di kartunya bisa dikasih gambar Pak Jonan (Dirut PT KAI Ignatius Jonan), mungkin masyarakat akan malas untuk membawa kartunya pulang,” canda Menteri yang juga mantan wartawan ini.

Kartu elektronik digunakan bagi penumpang KRL commuter line dengan tarif progresif. Kartu ini berfungsi memasukkan input data mengenai stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan penumpang.

Kartu elektronik terbagi dua, yaitu single trip dan multitrip. Dengan kartusingle trip, penumpang akan membeli di loket tempat stasiun keberangkatan dan memberi tahukan kepada petugas loket mengenai stasiun tujuan. Nantinya penumpang akan diberi kartu single trip tersebut dan hanya dapat keluar di stasiun tujuannya, yaitu dengan cara memasukkan kartunya kembali di mesin pembaca.

Adapun tiket multitrip digunakan untuk berlangganan dengan sistem saldo. Saldo akan berkurang seiring penggunaan perjalanan. Dengan kartu multitrip, penumpang tidak perlu lagi membeli tiket di loket. Kartu multitrip sudah bisa didapatkan di seluruh stasiun se-Jabodetabek.

kompas.com

***

Commuter Line Sudah Murah, Ekonomi Diminta Hilang

JAKARTA – Dengan adanya penerapan e-Ticketing dan tarif progresif di 66 stasiun Jabodetabek membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai kereta ekonomi sudah tidak lagi layak.

“Kan harga tiket sudah turun, ekonomi tarik saja, jangan tunggu Agustus, hari ini kereta sudah turun harganya,” ujar Dahlan saat meresmikan penerapan E-Ticketing dan Tarif Progresif di stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Menurut Dahlan, penarikan kereta ekonomi tersebut tidak perlu menunggu seperti waktu yang dijadwalkan, yaitu pada Agustus mendatang. Karena, kondisi dari kereta ekonomi tersebut yang sudah tua dan sering mengalami mogok.

“Mogoknya luar biasa, karena umurnya 30 tahun, ya sudahlah hari ini saja ditarik,” tambahnya.

Tidak hanya itu, faktor yang menyebabkan penarikan tersebut, Dahlan mengatakan karena banyaknya keluhan para penumpang mengenai kereta ekonomi tersebut.

Program e-Ticketing, kerja sama PT KAI (persero) dan PT KCJ dengan PT Telkom untuk pengadaan serta pemasangan sistem dan perangkat e-Ticketing di loket dan gate. (wan) (wdi)

okezone.com

***

Dahlan: Jangan SMS Saya Lagi!

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan tarif progresif baru. Dengan adanya tarif ini, maka tarif dihitung berdasarkan stasiun yang dilewati.

Tarif progresif ini, diterapkan dengan electronic Ticketing e-Ticketing yang bekerja sama dengan PT KCJ dan PT Telkom. Namun, penerapan e-Ticketing ini, cenderung menuai keluhan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, dia diserbu oleh masyarakat lantaran penerapan e-Ticketing yang masih menuai masalah.

“Hari ini berapa ribu orang yang mengeluh, hari ini berapa ribu orang yang SMS saya. Kan smsnya pakai duit juga, jangan SMS saya lagi,” kata dia saat meresmikan penerapan E-Ticketing dan Tarif Progresif di stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Dahlan mengatakan, dia datang ke stasiun Manggarai menggunakan commuter line dari stasiun Juanda. Dia memutuskan naik commuter, karena ingin mengetahui lebih jelas mengenai keadaan di stasiun Juanda. Mulai dari antrean, dan keluhan para penumpang. (wan) (wdi)

***

Tiket Kereta Murah, Dahlan Takut KAI Bangkrut

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan tarif progresif dan e-Ticketing. Namun, penerapan e-Ticketing ini dikhawatirkan akan membuat KAI merugi.

“Awalnya saya takut dengan tiket murah ini, takut KAI nya bangkrut, karena harga tiketnya turun sangat tajam, tapi kekhawatirannya sudah dihitung,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan saat meresmikan penerapan E-Ticketing dan Tarif Progresif di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Dahlan melanjutkan, perubahan kebiasaan budaya yang semula tiket menjadi kartu, membuat masyarat masih harus menyesuaikan dirinya agar terbiasa menggunakan kartu E-Ticketing.

“Saya tadi ke Manggarai naik kereta dari Juanda, begitu masuk ke gerbong, saya mendapat sambutannya banyak, pak terimakasih pak harga tiketnya murah, padahal saya takut kalau tiketnya murah kaya begini,” tambahnya.

Dahlan melanjutkan, dengan penerapan e-Ticketing dan tarif progresif ini, ditujukan untuk menarik penumpang di jam-jam sepi. Dan target tersebut, untuk mengembalikan keuntungan KAI pada keuntungan yang semula.

“Memang harga tiket jarak pendek turunnya tajam, ini untuk di jam-jam sepi, ini menekan waktu untuk mengembalikan untung yang semula, dan ini membatu kemacetan di Jakarta,” ujarnya.

Selain itu, perubahan budaya yang menjadi modernisasi penggunaan tiket e-Ticketing dan tarif progresif sama halnya dengan Tiongkok yang semula tidak menggunakan kartu, lalu di paksa untuk menggunakan modernisasi oleh pemimpinya.

“Di Tiongkok juga sama kaya di kita, ada yang bawa karung, dan sekarang di modernisasi dan sekarang menjadi terbiasa,” tutupnya. (wan) (wdi)

okezone.com

***

Dahlan: Kalau mau langsing, naik kereta saja

Berdesakan di dalam kereta mungkin menjadi pemandangan sehari-hari. Menteri BUMN Dahlan Iskan berkelakar mengenai kondisi kereta atau KRL yang selalu berdesakan setiap harinya.

Bukan memberi penjelasan atau solusi atas kondisi itu, Dahlan menyebut jika ada orang yang ingin langsing maka naik saja kereta dan ikut berdesakan.

“Naik saja KRL dan berdesak-desakan, nanti keringatan anda akan langsing. Enak tidak usah gym,” ucap Dahlan ketika mencoba penerapan tiket elektronik Commuter Line di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (1/7).

Dahlan menyebut di Hongkong dan Tokyo masyarakatnya terkenal langsing-langsing karena mereka naik kereta setiap harinya.

“Tapi anda harus naik jam 06.00 WIB pagi, jangan jam 9, nanti akan langsing dan sehat. Di Hongkong dan Tokyo masyarakatnya langsing karena begitu,” ucap Dahlan sambil tertawa.

[noe]

http://www.merdeka.com

***

Tiket KRL Dapat Subsidi, Dahlan: Bagaimana Bu Tiketnya Murah?

dahlan
Jakarta – Hari ini, tiket kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek mulai mendapatkan subsidi tiket dari pemerintah sehingga harga tiket jadi murah. Di stasiun Manggarai, Jakarta, Menteri BUMN Dahlan Iskan bertanya kepada masyarakat terhadap subsidi tersebut.

“Bagaimana Bu, tiketnya murah ya?,” tanya Dahlan kepada seorang ibu yang menjadi penumpang di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (1/7/2013). Dahlan berada di Stasiun Manggarai untuk menghadiri sosialisasi penggunaan tiket elektronik KRL.

Sebelum disubsidi, tiket KRL Jabodetabek adalah Rp 9.000, namun dengan subsidi tiketnya menjadi murah. Jakarta-Bogor sekarang hanya Rp 5.000 dengan pemberlakuan sistem tarif progresif. Jadi untuk 5 stasiun pertama tiketnya Rp 3.000, dan 3 stasiun selanjutnya dikenakan tambahan Rp 3.000.

“Kalau dulu Rp 36 ribu untuk 4 orang. Sekarang cuma Rp 4.000 ya Bu,” kata Dahlan. “Iya Pak murah sekali sekarang,” jawab ibu tersebut kepada Dahlan.

Saat mengunjungi Stasiun Manggarai, Dahlan sempat mengobrol-ngobrol dengan warga untuk bertanya respons soal sistem tiket kereta Manggarai.

http://finance.detik.com

***

Tiket Kereta Murah, Dahlan Takut KAI Bangkrut

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan tarif progresif dan e-Ticketing. Namun, penerapan e-Ticketing ini dikhawatirkan akan membuat KAI merugi.

“Awalnya saya takut dengan tiket murah ini, takut KAI nya bangkrut, karena harga tiketnya turun sangat tajam, tapi kekhawatirannya sudah dihitung,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan saat meresmikan penerapan E-Ticketing dan Tarif Progresif di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Dahlan melanjutkan, perubahan kebiasaan budaya yang semula tiket menjadi kartu, membuat masyarat masih harus menyesuaikan dirinya agar terbiasa menggunakan kartu E-Ticketing.

“Saya tadi ke Manggarai naik kereta dari Juanda, begitu masuk ke gerbong, saya mendapat sambutannya banyak, pak terimakasih pak harga tiketnya murah, padahal saya takut kalau tiketnya murah kaya begini,” tambahnya.

Dahlan melanjutkan, dengan penerapan e-Ticketing dan tarif progresif ini, ditujukan untuk menarik penumpang di jam-jam sepi. Dan target tersebut, untuk mengembalikan keuntungan KAI pada keuntungan yang semula.

“Memang harga tiket jarak pendek turunnya tajam, ini untuk di jam-jam sepi, ini menekan waktu untuk mengembalikan untung yang semula, dan ini membatu kemacetan di Jakarta,” ujarnya.

Selain itu, perubahan budaya yang menjadi modernisasi penggunaan tiket e-Ticketing dan tarif progresif sama halnya dengan Tiongkok yang semula tidak menggunakan kartu, lalu di paksa untuk menggunakan modernisasi oleh pemimpinya.

“Di Tiongkok juga sama kaya di kita, ada yang bawa karung, dan sekarang di modernisasi dan sekarang menjadi terbiasa,” tutupnya. (wan) (wdi)

http://economy.okezone.com

***

Dahlan Ngaku Pernah Curi Tiket Kereta di Luar Negeri

Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan berbagi cerita saat pertama kali merasakan naik kereta di luar negeri. Saat pertama kali menggunakan sistem tiket kereta elektronik, Mantan Dirut PLN ini sengaja mencuri tiket kereta single trip (perjalanan tunggal) tersebut untuk kenang-kenangan.

Hal ini sama pun dilakukan oleh para penumpang KRL Commuter Jabodetabek. Semenjak ada uji coba tiket elektronik beberapa waktu lalu, PT KAI banyak kehilangan tiket elektroniknya karena dibawa pulang para penumpang.

“Saya pun ke luar negeri (naik kereta), saya pertama kali tiket, saya kantongi. Nggak bisa keluar bilang tiket hilang. Ini blak-blakan lo pak,” ucap Dahlan saat menyaksikan penerapan E-Ticketing & Tarif Progresif di Stasiun Manggarai Jakarta, Senin (1/7/2013).

Disebutkan Dahlan, sejak sosialisasi penerapan E-Ticketing hingga penerapan secara resmi yang dilakukan mulai hari ini, sudah 200.000 E-Tiket yang hilang. Hilangnya tiket ini karena penumpang membawa pulang untuk dijadikan kenang-kenangan. Melihat kondisi ini, Dahlan meminta KAI untuk mensiasati kondisi ini.

“Masih ada problem, kartu ini dimasukkan (pintu keluar), tapi banyak orang kartu jadi kenang-kenangan. Sampai saat ini yang hilang sudah 200 000 tiket,” kata Dahlan.

***

‘Dikomporin’ Penumpang, Dahlan Lompat ke Gerbong Kereta yang Penuh Sesak

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan hari ini memantau layanan baru PT KAI yaitu tiket elektronik. Dahlan yang pergi naik kereta rel listrik (KRL) itu pun pulang memakai KRL pula.

Setelah sempat berkeliling stasiun dan memantau kereta-kereta, Dahlan pun menemukan satu rangkaian kereta yang akan berangkat menuju Jatinegara dari arah Bogor. Kereta tersebut penuh sesak dengan penumpang sampai ke dekat pintu keluar-masuk gerbong.

Melihat ada menteri di dekat pintu, para penumpang yang berdesakan itu langsung memanas-manasi Dahlan untuk ikut mencoba kereta bersama-sama.

“Ayo pak, naik pak, ayo,” teriak para penumpang di dalam gerbong tersebut, seperti pantauan detikFinance di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Sejenak Dahlan tampak ragu. Pasalnya, ia berangkat menuju stasiun ini tadi pagi tidak sendirian, tapi bersama Staf Khusus Menteri BUMN, Abdul Azis.

Namun tak lama berselang, begitu pintu gerbong hendak menutup, hop! Dahlan pun langsung lompat ke gerbong yang penuh sesak tersebut. Serentak para penumpang pun bertepuk tangan, begitu juga para warga yang berada di stasiun.

Dahlan pun ikut berkendara bersama para penumpang KRL lainnya menuju Jatinegara, meninggalkan rombongan yang berada di Stasiun Manggarai.

http://finance.detik.com

Iklan

3 Komentar to “Yang menarik dari peluncuran e-tiketing KAI”

  1. Pak Dahlan…suruh KAI kerjasama dg bank, jadi tiketnya pakai smart card keluaran bank seperti BCA flash, Mandiri e-toll dll. Bisa di isi ulang. Gak ada resiko akan rugi gak dikembalikan penumpang. Busway kan sudah pakai spt itu, nantinya kalau semua angkutan dijakarta terintegrasi gak perlu susah2 update e-ticket.

    Untuk penumpang yg dari luar jakarta yg gak punya tabungan di bank, tiketnya yg dari magnet dg barcode aja gak perlu chip , lebih murah biayanya, kalau dg chip harganya 35 rb, harga yg magnetic strip cuman 3 rb rupiah.

    Di Korea harga 3 rb ini dimasukan sbg agunan di harga tiket dan kalau sudah keluar gate ada vending mesin untuk menukarkan tiket tsb dg duit agunan tadi.

  2. Excellent way of telling, and pleasant post to get facts concerning my presentation subject, which i am
    going to convey in institution of higher education.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: