Lintasan Mh83 – Dahlan Iskan Gagas Pembentukan Clearing House

“Di dunia jual beli elektronik melalui internet sudah sangat dominan, sedangkan di Indonesia belum. Kita belum punya lembaga clearing house. Saya minta perusahaan BUMN untuk membuat clearing house, tadinya saya minta Peruri cuma ternyata gak berhasil,”

Dahlan iskan - Pos Indonesia

 

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menggagas pembentukanclearing house (lembaga penyelenggara kliring) untuk mempercepat pertumbuhan transaksi dalam bisnis online.

Dia mengatakan, di waktu yang akan datang, transaksi secara online dipastikan akan terus membesar. Sayang, transaksi bisnis online di Indonesia sekarang ini terbilang lambat lantaran minimnya kepercayaan dari masyarakat.

“Itu karena Indonesia belum punya clearing house. Saya sudah minta beberapa BUMN untuk bisa merealisasikan ini, tapi saya menunjuk Pak Ketut (Direktur Utama PT Pos Indonesia, I Ketut Mardjana) untuk membidani lahirnya clearing house,” jelasnya, Senin (24/6).

Dia menilai, PT Pos Indonesia telah berhasil menemukan jati diri dan melakukan revolusi. Dari yang dulunya merugi, kini PT Pos telah menjadi perusahaan berjejaring terbesar di Indonesia. Di sisi lain, masyarakat juga menaruh kepercayaan tinggi kepada perusahaan pelat merah ini. Dua kombinasi ini akan mendorong PT Pos mampu mengemban tugas sebagai lembaga penyelenggara kliring.

Direktur Utama PT Pos Indonesia, I Ketut Mardjana, menyatakan kesiapannya melaksanakan gagasan besar itu. PT Pos telah berusia 266 tahun dan punya bekal kepercayaan dari masyarakat yang luar biasa. Dia yakin, keberadaan clearing house akan disambut baik pelanggan.

Dengan sistem ini, pembeli dalam bisnis online akan melakukan setoran pembayaran ke Kantor Pos. Pihak penjual akan segera melakukan pengiriman barang saat uang sampai di Kantor Pos. Uang dari transaksi akan dikirim ke penjual saat barang telah sampai di tangan pembeli.

“Ini akan memudahkan sekali proses jual beli secara online. Proses juga akan makin cepat,” tegasnya.

 

***

Pos Indonesia Siap Rambah Dunia Clearing House

SOLO – PT Pos Indonesia (Persero) tahun depan berencana akan menjadi clearing house untuk perdagangan online atau e-commurse di Indonesia. Clearing house ini merupakan lembaga keuangan yang menyelenggarakan layanan penyelesaian transaksi baik keuangan maupun komoditas.

Nantinya, PT Pos Indonesia akan melayani berbagai kegiatan perdagangan jual beli secara online. Direktur Utama Pos Indonesia I Ketut Mardjana mengatakan, hal itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan.

“Clearing house merupakan salah satu ekspansi bisnis yang dilakukan perseroan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ekspansi bisnis ini dilakukan karena ada tingkat kepercayaan masyarakat kepada Pos Indonesia semakin tinggi,” ujar Ketut di Kantor PT Pos Solo, Jawa Tengah, Senin (24/6).

Akhir tahun ini PT Pos, kata Ketut, akan mulai membuat sistem yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem clearing house, agar di tahun 2014 sudah siap direalisasikan. Untuk bisnis baru ini, nantinya Pos Indonesia dapat melayani transaksi, pembayaran, dan distribusi perdagangan online.

“Ini akan memudahkan masyarakat. Kita siapkan sistem untuk akses ini, kemudian bagaimana mensosialisasikan ke masyarakat,” tuturnya.

Di samping itu, Ketut juga merasa tertantang dengan sistem ini, karena hanya satu yang dibutuhkan oleh sistem ini, yakni kepercayaan.

“Jadi misalnya anda mau beli barang di online, nanti uangnya disimpan di PT Pos dulu. Setelah barangnya sampai dan si pembeli oke, maka uang itu akan kita kirimkan langsung,” jelas Ketut.

Sementara itu di tempat yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tak hentinya memuji kemajuan PT Pos di bawah kepemimpinan Ketut Mardjana.

“PT Pos Indonesia di bawah kepemimpinan Pak Ketut sudah menemukan kekuatan bisnisnya, yakni kepercayaan masyarakat, yang selama ini jati diri PT Pos sudah hilang, tapi kini sudah kembali lagi,” papar Dahlan.

Oleh karena itu, Dahlan mendorong Pos Indonesia untuk melakukan ekspansi bisnisnya dibidang clearing house, terlebih dia merasa saat ini bisnis online masih kurang berkembang dengan baik di Indonesia.

“Di dunia jual beli elektronik melalui internet sudah sangat dominan, sedangkan di Indonesia belum. Kita belum punya lembaga clearing house. Saya minta perusahaan BUMN untuk membuat clearing house, tadinya saya minta Peruri cuma ternyata gak berhasil,” bebernya.

Dahlan optimis bisnis clearing house ini akan tumbuh seiring dengan tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada Pos Indonesia. “Saya yakin kalau ini (clearing house-red) di kelola sama PT Pos akan berhasil,” pungkas mantan dirut PLN ini. (chi/jpnn)

http://www.jpnn.com

***

Dahlan Tunjuk PT Pos Jadi Lembaga Kliring Perdagangan Online

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai Indonesia seharusnya memiliki lembaga yang mampu memberikan jaminan keamanan saat melakukan transaksi jual beli secara online. Terlebih, saat ini jual beli online bisa menjadi salah satu alternatif dalam berbelanja.

“Di luar negeri jual beli online semacam ini sudah dominan, sedang di Indonesia belum. Hal itu disebabkan Indonesia tidak punya clearing house (lembaga kliring),” ujarnya di Solo, Jawa Tengah, Senin (24/6/2013

Dahlan berpendapat, perlu adanya perusahaan BUMN yang bisa menjadi clearing house karena masyarakat Indonesia masih belum percaya jika melakukan transaksi online. “Orang itu masih ketakutan kalau nomor rekeningnya dibobol, masih takut uangnya tidak sampe ke penjual dan takut kalau barangnya tidak sampai, makanya saya ingin segera membentuk clearing house,” lanjutnya.

Menurut dia, perusahaan BUMN yang cocok untuk buka layanan clearing house yaitu PT Pos Indonesia. “Kalau bank, mereka dipercaya oleh masyarakat tetapi tidak punya jalur distribusi. Sedangkan PT Pos cocok untuk itu, karena memiliki sisi kepercayaan dari masyarakat dan punya jalur distribusinya,” katanya.

Senada dengan hal itu, Direktur PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana mengatakan PT Pos kini tengah menyiapkan sistem untuk menjadi kliring house tersebut. Pada bisnis ini, PT Pos Indonesia dapat melayani transaksi, pembayaran, dan distribusi jual beli dengan sistem online.

“Targetnya sekarang sedang dijalankan, pada akhir tahun mudah-mudahan kami mulai sistemnya, jadi sekarang sambil sosialisasi,” tandasnya. (Ndw)

http://bisnis.liputan6.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: