Kilasan MH83 – “Saya Berusaha Bangkitkan Perusahaan yang Akan Bangkrut”

Dahlan Iskan - Ketut Pos Indonesia

MENGHADAPI tantangan global yang serba digital, PT Pos Indonesia mau tak mau harus siap bersaing dengan para kompetitornya untuk tetap memajukan usahanya di bidang pengiriman barang dan jasa.

Berikut ini kutipan yang diperoleh Okezone saat berbincang dengan Direktur Utama Pos Indonesia I Ketut Mardjana saat berkunjung ke redaksi Okezone belum lama ini.

Bagaimana PT Pos menghadapi persaingan di bidang logistik mengingat banyaknya jasa pengiriman? PT Pos lebih dikenal tempat kirim surat, nah bagaimana sosialisasinya ke masyarakat luas agar PT Pos tetap dipercaya?

Untuk sosialisasi kami melakukan promosi melalui media televisi maupun media massa lainnya, berupa iklan dan isu-isu yang terkait dengan perkembangan bisnis Pos Indonesia.

PT Pos merasa tersaingi dengan semakin menjamurnya perusahaan-perusahaan jasa ekspedisi? Ada siasat agar selalu dipercaya oleh masyarakat Indonesia soal urusan kirim-mengirim paket?

Justru dengan persaingan Pos Indonesia bersemangat untuk melakukan peningkatan kualitas layanan, operasi dan tarif untuk seluruh layanan yang dapat menjangkau alamat di Indonesia. Persaingan membuat Pos Indonesia banyak melakukan terobosan bisnis, antara lain dikembangkannya lima produk unggulan, yaitu:

1. Pos Ekspress
2. Pos Kilat Khusus
3. Exspress Mail Services
4. Layanan Pos Pay
5. Wesel Pos Instan

Strategi lainnya adalah kita melakukan kerjasama dengan pesaing atau kompetitor, antara lain dengan USPS, DHL, dengan menyinergikan kekuatan masing-masing.

Sebagai pebisnis yang memiliki banyak terobosan pernah tidak Pak Ketut merasa down? Lalu kalau sedang merasa down atau sedikit putus asa, apa yang akan dilakukan untuk menghilangkan rasa sedihnya?

Konsep putus asa paling saya hindari, setiap masalah harus dihadapi dengan wise. Karena hal tersebut adalah deadlock. Kita harus smart bagaimana kita bekerjasama dengan orang di lingkungan kita sehingga dapat bekerja dengan baik. Jangan ada putus asa.

Bapak itu orangnya ambisius tidak? Ambisi apa yang belum tercapai sampai sekarang?

Sulit untuk mengatakan ambisi yang belum saya capai, khususnya untuk PT Pos Indonesia, saya berusaha membangkitkan suatu perusahaan yang sudah akan bangkrut. Hal ini sudah mulai terlaksana. Untuk ke depannya, ambisi saya adalah menjadikan PT Pos sebagai perusahaan kelas dunia yang dapat mengayomi karyawannya, serta dapat membantu dalam membangun perekonomian bangsa.

Bapak punya tips untuk jadi orang sukses?

Sukses yang dimaksud, berhasil memimpin orang lain dan menguntungkan perusahaan. Untuk pendidikan yang bagus tak pernah lepas dari cita-cita orangtua, mereka berjuang dan bergaul dengan orang-orang besar. Cita-cita orangtua saya, bagaimana saya bisa bersekolah. Saya memang orang yang sangat rajin belajar, tidak bisa berani untuk bermain-main. Saya mendapatkan pendidikan melalui ikatan dinas.

Saya sangat beruntung meski saya dari golongan marjinal tetapi masih bisa mengecap pendidikan dan mendapatkan jabatan yang baik, yang paling penting adalah team work yang harus kita jaga, yang terpenting adalah bagaimana orang simpati kepada kita dan juga harus mengayomi bawahan kita.

Syarat sukses adalah knowledge, jujur, jaringan, dan kita harus memperoleh kepercayaan, serta luck. betapapun orang yang pintar jika kita tidak dipercaya orang maka kita tidak menjadi siapa-siapa. saya tidak pernah mempunyai sikap menahan anak buah saya untuk mencapai posisinya, bahkan saya mendorong mereka punya posisi yang baik. (wdi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: