Alasan Dahlan Tak Izinkan Antam Ambil Alih Inalum

“Harus BUMN murni dulu, karena kalau PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kan setengahnya milik publik,”

Dahlan iskan - Inalum
JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menuturkan pengambilalihan aset PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) tidak akan melibatkan perusahaan BUMN lainnya.

“Harus BUMN murni dulu, karena kalau PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kan setengahnya milik publik,” kata Dahlan, seusai Rapim di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Dahlan menambahkan, untuk saat ini Inalum akan habis kontraknya, dengan begitu harus kembali ke tangan Indonesia. “Yang jelas tahun ini kontrak Inalum sudah selesai, harus dikembalikan ke Indonesia, ini kan finalnya,” tambahnya.

Selain itu, Dahlan menegaskan jika Inalum akan menjadi BUMN, maka akan tetap menggunakan nama yang sama, atau tetap PT Inalum. “Tetap namanya Inalum, tinggal jalankan cash flow-nya,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah bertekad untuk menasionalisasi Inalum tahun ini. Untuk itu, pemerintah menyiapkan dana mencapai Rp7 triliun.

Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan, pada 1 November 2013 PT Inalum akan 100 persen dimiliki oleh Indonesia. Setelah diambil, maka akan dilakukan perubahan struktur manajemen dari Inalum, agar dapat diisi oleh orang dalam negeri.

“Top eksekutif enggak ada orang Jepang. Prinsipnya, kalau sudah 100 persen tidak ada lagi (orang Jepang),” kata Hidayat usai rapat kerja di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta. (wdi)

http://economy.okezone.com/read/2013/06/27/320/828267/redirect

Dahlan: Pengelolaan Inalum tidak butuh modal besar

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku siap mengelola PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) setelah diambil alih pemerintah dari Jepang. Saat ini kontrak Inalum dengan Jepang sudah habis, dan Dahlan siap menjadikan Inalum sebagai salah satu perusahaan pelat merah.

“Silakan aja, yang jelas kontraknya sudah selesai, diserahkan lagi ke Indonesia,” ucap Dahlan ketika ditemui di Gedung Mandiri Pusat, Jakarta, Kamis (27/6).

Menurut Dahlan, Inalum nantinya akan menjadi BUMN yang berdiri sendiri dengan menjalankan cash flow yang ada saat ini. Mengembangkan BUMN Inalum tidak butuh modal besar kecuali dana untuk mengambil alih dari Jepang saja.

“BUMN murni dulu karena kalau Antam sebagian sudah milik publik. BUMN murni tinggal jalankan cash flownya saja. Kalau perlu suntikan untuk membelinya kepada Jepang itu saja,” tutupnya singkat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pengambilalihan Inalum dari perusahaan Jepang Nippon Asahan Aluminium (NAA) akan selesai pada tanggal 3 Juli mendatang. Diharapkan, pada Oktober nanti Inalum sudah menjadi milik Indonesia.

“Kita akan melakukan rapat negosiasi pada tanggal 3 Juli untuk bahas dua hal. Pertama dengan pembicaraan dengan NAA ada kesepakatan mengalihkan Inalum ke Indonesia, kita sudah persiapkan itu,” ujar Hatta usai menggelar rapat Koordinasi di Kantornya, Jakarta.

Selain dijadikan tempat industri aluminium, lanjut dia, daerah di sekitar Inalum yaitu Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara Asahan, Sumatera Utara sekaligus diarahkan menjadi kawasan industri berbasis aluminium. Sehingga dapat meningkatkan nilai tambah logam dasar tersebut untuk produksi dalam negeri.

Pengambilalihan Inalum di Sumatera Utara ke pemerintah, lanjutnya, akan menguntungkan. Pasalnya, di masa depan Indonesia dapat mengurangi impor bahan jadi aluminium.

Apalagi, seiring peningkatan daya beli masyarakat, bahan jadi berbahan alumunium seperti rak buku, rangka rumah, hingga transmisi listrik, membutuhkan bahan logam dasar tersebut.

Inalum berdiri pada 1976, dengan 58 persen sahamnya dikuasai konsorsium 12 perusahaan Jepang, termasuk Mitsubishi Corporation. Pada 2012 penjualan aluminium jenis ingot dari Inalum mencapai 198.003 ton. Dengan rincian, diekspor ke Jepang sebesar 115.002 ton dan dipasok ke pasar domestik sebesar 83.001 ton.

Hasil kajian Tim Pengambilalihan Inalum menyebutkan, akuisisi saham Inalum akan berdampak positif untuk kepentingan negara. Alasannya, industri alumunium memiliki prospek baik seiring program hilirisasi industri yang dicanangkan pemerintah.

Selain itu, Inalum merupakan satu-satunya perusahaan peleburan alumunium di Asia Tenggara yang memiliki fasilitas lengkap. Sehingga pemerintah dapat memanfaatkan pabrik ini sebagai fondasi integrasi industrialisasi di Indonesia.

[bmo]

http://economy.okezone.com/read/2013/06/27/320/828267/redirect

Iklan

One Comment to “Alasan Dahlan Tak Izinkan Antam Ambil Alih Inalum”

  1. Mendukung Abah Dahlan iskan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: