Menteri BUMN ‘Buka Pintu’ untuk KPK

Buanglah Koruptor Pada Tempatnya

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, menegaskan “membuka pintu” bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa atau menindak pejabat di jajaran BUMN itu yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

“Silahkan saja kalau memang KPK mengincar atau memasuki perusahaan BUMN untuk melihat dan mencari tahu dan bisa membuktikan bahwa terjadi tindak pidana korupsi,” katanya menjawab pertanyaan wartawan usai acara Partnership Kementerian BUMN dan KPK yang merupakan bagian dari pertemuan APEC SOM III, di Hotel Danau Toba, Senin (24/6/13) malam.

Dia tidak membantah, masih banyak perusahaan atau pejabat BUMN yang “tidak bersih”.

“Yah, memang tidak bisa dipungkiri masih banyak perusahaan termasuk BUMN yang bermasalah. Oleh karena itu, saya sedang dan terus membenahi perusahaan BUMN dan tentunya tidak menutup pintu bahkan mendorong KPK untuk melakukan tindakan karena itu juga sebagai upaya mendukung perbaikan perusahaan BUMN,” katanya.

Penindakan seperti yang dilakukan KPK, kata dia, merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki mental pejabat dan perusahaan BUMN dan lembaga lainnya di Indonesia.

“Kalau KPK merasa banyak BUMN yang perlu mendapat penindakan, ya silahkan saja,” katanya sambil berlari kecil meninggalkan kerumunan wartawan ke mobilnya, dengan alasan masih ada acara yang harus didatanginya.

Sebelumnya, ketika menjadi “keynote speaker” dalam acara tersebut, Dahlan Iskan, memberi contoh bagaimana dia bisa “membersihkan” PLN dari perusahaan yang selalu disebutkan orang “sarang masalah” atau bobrok.

Dia menyebutkan, solusi yang dilakukannya menangani PLN adalah dengan mendekati orang-orang yang baik dan tidak memberikan jabatan kepada orang yang diketahui dan terbukti “nakal”.

Dia menuturkan, orang “nakal” di sebuah perusahaan jangan dibiarkan lebih dari lima persen dari jumlah pekerja atau staf di perusahaan.

Alasan dia, kalau lebih, maka perusahaan tersebut dipastikan bermasalah.

“Kalau tidak lebih dari 5 persen dan jumlah tersebut tidak mendapat jabatan sehingga tidak punya kewenangan, maka perusahaan itu bisa terus dibina untuk menjadi sehat dan menekan timbulnya korupsi,” kata Dahlan.

Dia menambahkan, pembinaan seperti itu, masih perlu atau bisa dilakukan sebelum melakukan tindakan atau masuk ke ranah hukum.

“Pemecatan bukan solusi yang paling tepat kalau memang masih bisa dibina,” katanya.

Ketua KPK Abraham Samad, mengatakan, KPK tidak pandang bulu untuk memberikan tindakan atau pengawasan tindak pidana korupsi.

“Perusahaan BUMN seperti juga usaha lainnya juga menjadi pantauan KPK untuk menekan dan mengambil tindakan bagi pelaku korupsi yang bukan hanya merugikan negara, tetapi juga masyarakat,” katanya.[ant]

http://www.antaranews.com

***

Dahlan Iskan Ancam Ganti Dirut BUMN, Jika…

MEDAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan mengintensifkan kegiatan pencegahan dan pemberantasan korupsi di sector bisnis, baik swasta maupun pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara. KPK pun meminta agar seluruh pihak, khususnya BUMN, dapat ikut serta mendorong upaya pemberantasan korupsi, agar di samping untuk meminimalir kerugian Negara, juga untuk menciptakan iklim usaha yang sehat di antara para pebisnis.

Menanggapi hal tersebut Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku mengapresiasi langkah KPK, untuk secara intensif melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi di BUMN. Ia bahkan meminta seluruh direktur BUMN untuk kooperatif dengan upaya tersebut. Bahkan ia meminta agar dukungan tersebut diwujudkan dengan meningkatkan pengawasan internal, termasuk dengan memperbaiki system yang memungkinkan munculnya tindakan korupsi.

Tak tanggung-tanggung, Mantan Direktur PLN itu memberikan ultimatum kepada direktur BUMN yang terbukti tidak kooperatif. Dahlan menjamin akan segera melakukan penggantian, jika tindakan tak kooperatif itu terbukti.

“Saya pikir semua akan kooperatif. Kita tidak akan alergi atau resisten lagi dengan upaya pemberantasan korupsi. Karena memang kita secara internal pun sudah mengusung itu. Tapi kalau ada yang nyeleneh, berarti tidak ingin lagi jadi direktur, dan minta diganti. Ya kalau saya sederhana aja. Kalau enggak mau ya kita ganti,” tegasnya kepada Okezone di Medan, Senin (24/6/2013) malam.

Dahlan juga mengatakan, saat ini merupakan titik balik bagi BUMN untuk menjadi perusahaan-perusahaan kelas dunia. Semua direktur BUMN sepaham soal itu. Dan tentunya upaya tersebut hanya bisa diwujudkan, jika angka korupsi dapat ditekan hingga seminimal mungkin.

“Blue print BUMN kita saat ini adalah perusahaan kelas dunia. Kalau masih korupsi ya enggak mungkin bisa. Tapi kalau satu dua masih ada yang berspekulasi. Makanya kita persilahkan saja. Yang pentingkan tidak terstruktur seperti dulu. Hemat saya budayanya sudah berubah,” tutupnya. (wdi)

http://economy.okezone.com/

Iklan

2 Komentar to “Menteri BUMN ‘Buka Pintu’ untuk KPK”

  1. To : Pengasuh Serba-Serbi Dahlan Iskan

    di Jakarta

    Mohon disampaikan kepada bapak Dahlan Iskan-Akromakumulloh bahwa kekurangan gaji saya di PT Brantas Abipraya (Persero) – (BUMN-Jasa Konstruksi) sejak bulan April 2000 s/d bulan Juni 2006 sebesar 600 juta lebih belum dibayar oleh Direktur Adm&Keu perusahaan tersebut, saya mohon keadilan.

    Hormat saya Umar Baridwan   

  2. Kalau pejabat tidak terlibat tindak pidana korupsi, sudah pasti tidak akan takut menghadapi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Bahkan, agar institusi yang dipimpinnya bersih dari tindak pidana korupsi, justru sang pimpinan akan minta KPK untuk melakukan tindakan-tindakan preventif. Seperti Menteri BUMN Dahlan Iskan yang memang anti korupsi dan berusaha memberantas korupsi di lingkungan BUMN dan perusahaan-perusahaan pelat merah, menyatakan dirinya selalu terbuka untuk KPK untuk memberantas tindak pidana korupsi di lingkungan BUMN…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: