Lintasan MH82 – Produksi Minyak Terhambat Perizinan

“Presiden gemas dengan sulitnya meningkatkan produksi migas ini. Lebih gemas lagi kalau tahu izinnya banyak,”

JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, upaya meningkatkan produksi minyak dan gas sulitnya bukan main. Perizinan yang begitu banyak membuat peningkatan produksi jadi lambat.

Tidak tanggung-tanggung, terdapat 270 izin usaha migas yang tersebar di 12 kementerian. Semua pihak yang ingin melakukan usaha bidang migas di negeri ini harus memalui ratusan izin tersebut, yang tentunya membutuhkan waktu sangat panjang.

Karena misalnya untuk meningkatkan produksi minyak, izin yang harus dilalui di kementrian perhubungan saja lebuh dari 20. Belum lagi di Kementerian ESDM sebyanyak 8 izin. Kemudian dari pemerintah daerah lebih banyak sekali perijinanya.

“Pertamina yang sudah membentuk Brigade 200K untuk meningkatkan produksi minyak, mengalami hambatan juga soal perizinan.
Ini tadi sudah disepakati bahwa SKK Migas mendapat masukan dari Pertamina di mana saja hambatannya,” kata Dahlan usai rapat dengan Pertamina dan SKK Migas di Jakarta, Senin (17/6).

Dahlan melanjutkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga telah menginstruksikan agar perizinan usaha migas direformasi. Menurut Dahlan, pihak yang paling tahu adalah SKK Migas dan Pertamina tentang apa saja yang selama ini menghambat.

“Dibentuk working group, dalam seminggu ini sudah harus selesai usulan penyederhanaan perizinannya apa saja,” kata Dahlan. Pertemuan ini dihadiri Dirut Pertamina Karen Agustiawan dan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Keduanya sama-sama membawa staf yang tahu hambatan di lapangan.

Nanti hasil kerja working group ini akan dibawa dalam rapat koordinasi dengan Menko Ekonomi Hatta Rajasa. Setelah itu hasilnya akan disampaikan kepada Presiden Yudhoyono. “Presiden gemas dengan sulitnya meningkatkan produksi migas ini. Lebih gemas lagi kalau tahu izinnya banyak,” kata Dahlan. (dri)

 

***

Dahlan: Presiden Betul-betul Gemas Sulitnya Meningkatkan Produksi Minyak

Jakarta – Produksi minyak dalam negeri saat ini terus menurun. Tahun ini dari target awal 900 ribu barel per hari diturunkan menjadi 840 ribu barel per hari. Banyaknya perizinan jadi salah satu penyebabnya.

Karena itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan tengah melakukan koordinasi antara Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Pertamina untuk menyederhanakan izin usaha migas di Indonesia.

“Bapak Presiden betul-betul gemas dengan sulitnya meningkatkan produksi minyak ini. Dan lebih gemas lagi setelah tahu ternyata perizinannya begitu-begitu banyak. Nanti ujung-ujungnya Keppres harus diubah tapi kan karena Bapak Presiden yang menginginkan perubahan Keppres itu bisa lebih lancar,” kata Dahlan di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Senin (17/6/2013).

Dahlan menyebutkan, saat ini pengurusan izin usaha migas sangat berbelit-belit. Terdapat 12 kementerian yang harus dimintai izin guna membuka usaha migas di tanah air.

“Total izin untuk usaha migas, itu 270 izin itu kira-kira dari 12 kementerian. Bayangkan! Sehingga untuk meningkatkan produksi migas itu sulitnya bukan main dan tidak cepat,” ungkapnya.

http://finance.detik.com/read/2013/06/17/161154/2275834/1034/dahlan-presiden-betul-betul-gemas-sulitnya-meningkatkan-produksi-minyak

Iklan

2 Komentar to “Lintasan MH82 – Produksi Minyak Terhambat Perizinan”

  1. Inilah kalau pengusaha swasta menjadi Menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, yakni Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN. Dia sangat tidak sabar menghadapi birokrasi yang berbelit-belit. Apalagi melihat perijinan untuk produksi minyak dan gas bumi yang jumlahnya mencapai sekitar 280 ijin dari 15 Kementerian.
    Dengan ”berlindung” di balik penegasan Presiden SBY yang dikatakannya sangat gemes melihat hal itu, akhirnya dia bentuk kelompok kerja yang melibatkan berbagai instansi pemerintah yang terlibat untuk mereformasi atau bahkan merevolusi perijinan produksi Migas tersebut.
    Tetapi, sebenarnya bukan karena Dahlan mantan pengusaha swasta, sehingga dia berusaha merevolusi perijinan yang berbelit-belit itu, karena anggota kabinet yang lain, seperti Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan Cecep Syarif Sutardja, tenang-tenang saja atau mungkin menikmati birokrasi yang berbelit-belit itu. Maklum di balik birokrasi yang demikian itu, ada harapan besar untuk masyarakat yang tidak sabar, mereka akan tanya…. WANI PIRO???? Atau dalam istilah mantan Wapres Adam Malik… SEMUA BISA DIATUR…..
    Kalau begitu, berarti Dahlan secara pribadi yang memang tidak suka menghadapi birokrasi atau perijinan yang berbelit-belit. Maklum, dia inginnya gerak cepat, sebagaimana dirinya membangun kerajaan bisnis Jawa Pos Group dari 1982 hingga 2008 telah menjadi kerajaan bisnis media cetak dan elektronika yang menggurita di seluruh Tanah Air……

  2. DO’A QU UNTUK KE 15 KEMENTERIAN :

    Yaa Allah,”.s.a.d.a.r.”-kan lah kepada pemangku Jabatan ke 15 Kementerian diatas…
    Limpahkan lah : Kemauan dlm kerja, Semangat dlm kerja, dan Kejujuran dlm kerja
    kepada para Pemangku diatas,sehingga “K.e.n.d.a.l.a.” – Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia,
    akan sedikit ter-atasi…
    Yaa Allah,hanya kepada-Mu…aqu menyembah dan berserah diri,kabulkan lah permohonan qu…
    AMIIN ALLAHUMA AMIIN..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: