Lintasan MH81 – Dahlan: Aneh Indonesia Impor Buah

“Saya sempat aneh, kenapa Indonesia bisa impor buah-buahan dari China. Padahal negara ini lahannya luas dan iklimnya sangat cocok jika ditanami tanaman Buah,”

SUBANG-Direktur Utama PTPN XIII Dudi Sunardi mengaku pada tahun 2017 akan mengembangkan pemanfaatan lahan seluas 9.000 hektare untuk perkebunan buah dalam rangka mendukung revolusi orange.

“Bertahap, tahun ini ada 3.000 hektare yang dioptimalkan untuk pengelolaan perkebunan buah,” ujar Dudi di sela-sela Kunjungan Menteri Negara Badan Usaha Negara (BUMN) di Lahan PTPN XIII Jalupang Desa Lengkong Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Subang, Minggu (16/06).

Sementara, Menteri BUMN RI, Dahlan Iskan memuji kinerja jajaran PTPN XIII yang terus meningkatkan produksi perkebunan terutama tanaman buah agar tercapainya swasembada buah tropis di Indonesia.

“Saya sempat aneh, kenapa Indonesia bisa impor buah-buahan dari China. Padahal negara ini lahannya luas dan iklimnya sangat cocok jika ditanami tanaman Buah,” papar Dahlan Iskan di depan Direksi, Karyawan dan Petani PTPN XIII.

Sehingga Dahlan Iskan optimis dalam waktu dekat ini, angka impor buah-buahan Indonesia bisa dikurangi hingga akhirnya justru Indonesia yang mengekspor buah-buahan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dahlan Iskan pun diminta untuk melakukan penanaman bibir pepaya unggul yang ditemukan oleh salah satu profesor asal Institut Pertanian Bogor (IPB). Namun bukan Dahlan jika tidak fenomenal, Mantan Dirut PLN ini justru mencari ibu-ibu hamil yang menanam bibit itu dengan alasan agar berkah.

Dahlan kemudian berkeliling melihat tanaman Pepaya dan Pisang bibit unggul di sekitar lahan tersebut. Bahkan, Dahlan sempat menegur sejumlah Direksi dan Karyawan PTPN XIII yang mengikuti kegiatannya.

“Jangan pada bergerombol ngikuti saya, nanti tanaman pepayanya amblas dan rusak.” Teriak Dahlan saat kegiatan masih berlangsung. (rma)

http://www.radarcirebon.com/dahlan-aneh-indonesia-impor-buah/

Iklan

7 Komentar to “Lintasan MH81 – Dahlan: Aneh Indonesia Impor Buah”

  1. Hmm, inget subang jadi inget nanas. Boleh nggak ya BUMN ikut tanam itu supaya bisa beli nanas subang tanpa harus ke sana? Keep positive & optimist

  2. Ternyata Menteri itu sangat menentukan. Kayak Dahlan Iskan yang hanya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebenarnya tugasnya bagaimana membina perusahaan-perusahaan pelat merah agar berkembang dan meraih keuntungan demi kesejahteraan rakyat. Dalam hal ini, dia bisa saja mendorong perusahaan-perusahaan binaannya untuk tampil sebagai importir atau pedagang atau jadi apa saja agar perusahaan itu bisa berkembang dan meraih keuntungan. Tapi dia tidak mendorongnya seperti itu. Justru, dia lebih banyak mendorong perusahaan-perusahaan itu untuk menggali potensi sumber daya alam yang ada agar bisa menghasilkan suatu produk untuk dipasarkan kepada masyarakat. Seperti menanam buah-buahan, menanam padi, pelihara sapi dan sebagainya. Padahal tugas itu, mestinya masuk dalam Tupoksi Kementerian Pertanian. Eee…. justru kebalikannya. Kementan mestinya menanam semua tanaman pertanian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, mereka memelihara importir. Hasilnya nyata sih, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, bosnya Mentan Suswono akan dapat Rp 5.000,-/kg atas jatah impor daging PT. Indoguna Utama sebesar 8.000 ton atau 8 juta kg. Lumayan bisa dapat Rp 40 milyar he he he…. Sayang keburu ketangkap, kini mereka berjemaah masuk sel KPK semua…..

    • Pak bahar, Apakah anda mempunyai data yg valid intuk statement anda ? Atau hanya berburuk sangka dan asal bunyi ? Terimakasih kondirmasinya.

      • pak Indra, data yang mana yang anda tanyakan? Yang 5000/Kg dan 8000 ton? Itu hampir semua TV memberitakan (bukan TV milik partai tertentu, tapi semua TV). Kalau anda belum tau data itu, mungkin anda perlu lebih sering baca-baca berita di Internet lagi… (bukan dari web pkspiyungan ya.. :D, kalau disana mah kaga bakal ada), Lihat di web berita, bukan TV, karena kalau berita TV, beritanya udah lewat.

        Kalau yang mentan sih emang belum ditahan KPK, baru LHI dan Ahmad Fatanah.

      • Pak Izza, saya tidak menemukan link untuk reply comment anda jadi saya reply disini. Saya tidak terlalu yakin berita2 di web itu valid, bisa jadi itu adalah blow up berita yang sedang hot, kenyataannya kuota impor daging justru menurun. Saya suka membaca web ini karena banyak inspirasi dan motivasi yang bisa ditiru, hanya saja saya menyayangkan kenapa harus disertai dengan mendiskreditkan yang lain ? Apalagi dengan kasus yang belum jelas status ya dan saya rasa kental nuansa politis. Saya juga memandang pkspiyungan sbg media penyeimbang berita untuk melihat dari sisi yang lain. Terimakasih.

      • Betul sekali. Untuk semuanya, alangkah baiknya di kasih link untuk membantu memahami masalah.

        Salam mas Indra.

  3. Kita memang melihat apa yang kita percayai, kalau sudah mempercayai, melihat bukti apapun juga dianggapnya salah, selalu ada alasan untuk tidak mempercayai yang sudah didepan mata.

    Maaf mas/mbak admin kickdahlan, saya baru bisa balas komennya untuk berikan link, tadi kerja dulu, sesuai ajaran pak Dahlan 😀 hehehehe….

    Hasil search di google beberapa menit, banyak sekali sumber, kalau kita mau search ya….:D
    Itu bahkan perkataan tersangka sendiri pakai bahasa kode (dalam hal ini bahasa arab dan makassar) bukan bahasa Indonesia, jadi, masih belum percaya dengan kata-kata di transkrip telepon? Atau mau bilang ini konspirasi wahyudi, rhemason dan si onis?
    hxxp://www.you*tube.com/watch?v=SQ4aLW1vnUo
    hxxp://news.de*tik.com/read/2013/05/17/164458/2249120/10/ini-percakapan-telepon-fathanah-lhi-skenariokan-kuota-impor-sapi
    (ganti hxxp jadi http, trus tanda asterisk dihapus, karena platform wordpress bisa menganggap komen saya spam kalau ada link)

    Sekali lagi, kalau udah kadung fanatik emang susah… kalau kata orang ndeso: “You can’t argue with these people”

    Sekali lagi, maaf banget mas/mbak admin kickdahlan 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: