Kupasan MH81 – PTPN Perluas Lahan Sorgum di Banyuwangi

“Pengembangan tanaman biji-bijian tersebut untuk mensubstitusi kebutuhan makanan berbasis tepung terigu sesuai instruksi Menteri BUMN Dahlan Iskan”
Dahlan Iskan - Tanam Sorgum

TEMPO.CO, Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur serius mengembangkan sorgum. Menurut Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan Hortikultura Kabupaten Banyuwangi, Pratmadja Gunawan, lahan sorgum di wilayahnya akan diperluas dari 375 hektare menjadi 500 hektare tahun ini. “Banyuwangi jadi percontohan sorgum nasional,” kata dia kepada Tempo, Rabu, 24 April 2013.

Penanaman sorgum dilakukan PT Perkebunan Nasional XII Pasewaran di Desa Bansring, Kecamatan Wongsorejo. PTPN Pasewaran mulai menggalakkan sorgum sejak 2012 lalu dan berhasil panen perdana pada November 2012.

Menurut Pratmadja, penanaman sorgum di Banyuwangi jadi percontohan karena seluruh hasil panennya bisa diserap oleh pengusaha. PTPN XII Pasewaran bekerja sama dengan Bogasari dan Indofood untuk memasok biji sorgum menjadi tepung. Sedangkan daunnya dimanfaatkan petani sebagai pakan ternak.

Varietas benih sorgum yang ditanam di kebun PTPN XII terdiri dari tiga varietas, yaitu Numbu-M, Kawali, dan CTY yang berasal dari Batan. Hasil panen mencapai 80-100 ribu ton.

Kepala Subdirektorat Serealia Lain Kementerian Pertanian, Sulhadiana Munir, mengatakan petani masih enggan menanam sorgum karena belum ada pasar. Karena itu supaya petani berminat menanam sorgum, Kementerian Pertanian akan mendorong kemitraan dengan pengusaha.

Dari 1.500 hektare lahan sorgum di Indonesia, baru 20 persen di antaranya yang sudah menjalin kemitraan dengan pengusaha. “Kami akan mengajak swasta dan BUMN untuk menjadi mitra petani,” kata dia saat meninjau tanaman sorgum di Banyuwangi, Rabu, 24 April 2013.

Menurut Sulhadiana, pemerintah belum memprioritaskan perluasan sorgum karena bukan kebutuhan pokok. Sehingga perluasan sorgum tidak masuk dalam rencana strategis dan belum ada anggaran khusus. Meskipun begitu, tanaman sorgum memiliki peluang pasar yang besar sebagai pengganti gandum.

Setiap tahun, kata dia, Indonesia mengimpor gandum sebesar 7 juta ton yang dipakai sebagai bahan baku roti dan mi.

IKA NINGTYAS

http://www.tempo.co

***

PTPN XII Budidayakan Sorgum di 26 Kebun Jawa Timur

Direksi PTPN XII (Persero) saat panen Sorgum di kebun Pasewaran, Banyuwangi, Sabtu (9/3/13). Dok

SURABAYA – Guna memenuhi makanan berbasis tepung, PTPN XII hingga Mei mendatang akan memperluas pembudidayaan lima varietas sorgum seluas 3.000 hektar di 26 kebun yang berada di Jawa Timur.

“Pengembangan tanaman biji-bijian tersebut untuk mensubstitusi kebutuhan makanan berbasis tepung terigu sesuai instruksi Menteri BUMN Dahlan Iskan” Kata Sekretaris Perusahaan PTPN XII, Herry Purwanto, Jumat (15/3).

Menurut dia, sejak akhir tahun lalu PTPN XII telah menanam sorgum di sejumlah kebun di Jatim bagian timur yang mencapai 1.145 hektare hingga awal bulan ini.

Varietas sorgum yang dimanfaatkan terdiri dari kawali, citayam, numbu M, numbu B dan pahat dengan potensi produksi biji 1,4 ton hingga 6,4 ton/hektar per panen dengan panen setahun dua hingga tiga kali.

“Kami terus melakukan penanaman sorgum, dan hingga Mei mendatang diproyeksikan mencapai 3.000 hektar di 26 kebun di seluruh Jatim. Selain menghasilkan biji untuk tepung, batang sorgum bisa diproses menjadi gula cair,” ujarnya, seperti dilansir laman kominfo jatim.

Herry menambahkan pembudidayaan sorgum seluas 3.000 hektar membutuhkan benih sebanyak sembilan ton, sementara ketersediaan benih PTPN XII kini baru 7,5 ton.

Penanaman sorgum tersebut, diyakininya tidak mengganggu tanaman utama kebun-kebun PTPN XII Wilayah III, yakni karet, cengkeh, kakao, kopi, dan teh. Pasalnya, sorgum ditanam di sela-sela tanaman pokok sehingga tak memerlukan lahan baru.

Dari data Dinas Pertanian Jatim, lahan potensial sorgum cukup luas, yakni mencapai 10 ribu hektar. Namun, realisasi yang ada masih tercatat 950 hektar, sehingga masih besar potensi sorgum yang bisa dikembangkan lagi.

Dari luasan lahan sorgum di Jatim, dominasi lahan seluas 500 hektare berada di Lamongan dan sisanya menyebar ke daerah lain di antaranya Bojonegoro, Tuban, Pacitan, Sampang, Bangkalan, Sumenep. (c8/lik)

http://www.ptpn12.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: