Kupasan MH81 – Agustus, Batan Panen Raya Sorgum Budidaya Teknologi Nuklir

“Untuk pertama kalinya panen raya sorgum di Atambua akan dilakukan pada Agustus 2013. Panen akan dihadiri langsung oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan,” 

Dahlan Iskan - Sorgum

PT Batan Teknologi (Batan Tek) akan melakukan panen raya sorgum hasil budidaya menggunakan teknologi nuklir pengayaan uranium sistem rendah di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Untuk pertama kalinya panen raya sorgum di Atambua akan dilakukan pada Agustus 2013. Panen akan dihadiri langsung oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan,” kata Direktur Utama Batan Tek Yudiutomo Ismardjoko di Jakarta, Kamis (13/6).

Menurut dia, pengembangan tanaman sorgum itu merupakan bagian dari usaha lain Batan Tek, yaitu mengembangkan teknologi nuklir untuk ketahanan pangan.

Sorgum yang dalam bahasa latin Sorghum spp adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai.

Menurut Yudiutomo, pilot project ketahanan pangan tanaman sorgum Batan tersebut berlokasi di Atambua di lahan seluas 400 hektare. “Sorgum bisa menggantikan kebutuhan gandum impor, karena selama ini Indonesia impor tujuh juta ton gandum per tahun,” ujarnya.

Selain menjadi subsitusi gandum, sorgum dapat mengembalikan konsumsi pangan masyarakat terutama di wilayah Indonesia Timur. Sorgum untuk masyarakat, juga dapat dipasok ke perusahaan-perusahaan produsen bahan makanan yang membutuhkan sorgum sebagai pengganti gandum.

“Sesungguhnya sejauh ini sudah ada permintaan pasokan sorgum hingga 20 ton per hati, namun kita belum menyanggupunya karena masih harus memperluas areal tanam,” ujarnya..
Ia menjelaskan, pengembangan sorgum di Atambua merupakan hasil kerja sama Batan dengan PT Pertamina dan PT Askes. “Pengembangannya akan diperluas lagi, di wilayah yang cocok ditanami sorgum, seperti NTT dan NTB,” ujarnya.

Secara sporadis, pengembangan sorgum dilakukan oleh beberapa petani Sidrap (Sulawesi Selatan) untuk pakan ternak, sirup, dan tepung. Lalu di Kendari (Sulawesi Tenggara) dan Sumba, NTT. Adapun di Purwakarta (Jawa Barat) dan Pasuruan (Jawa Timur) juga sudah diolah dalam skala terbatas.

Sorgum dapat dipanen dua kali per tahun dengan produksi hingga 5 ton bulir per panen setara 2,5 ton tepung dengan biaya produksi sekitar Rp10 juta ton per hektare.

Dari sisi produksi, Indonesia masih tergolong minim dibandingkan produksi sorgum di AS, India, dan beberapa negara lainnya. Untuk itu, pemerintah terus berupaya mendongkrak produksi sorgum dengan cara memperluas lahan dan peningkatan produktivitas.

Sebelumnyan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, akan terus mengembangkan sorgum secara nasional pada tahun 2013 ini. “Dengan target areal tanam awalnya 15.000 ha, sorgum akan dibudidayakan di sejumlah daerah, termasuk di Sumba, NTT,” ujar Dahlan. (ant )

 

http://www.medanbisnisdaily.com

***

Atambua akan Ditanami 1.500 Ha Tanaman Sorghum

Atambua adalah kering dan miskin di Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste. Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan membantu masyarakat di daerah Atambua untuk menanam sorghum (tanaman pengganti tepung). Area persawahan yang diperlukan seluas 1.500 hektar.

Sorghum merupakan tanaman biji-bijian yang cocok ditanam di daerah beriklim panas dan kering. Di Indonesia sorghum dikenal dengan nama Cantel, yang bisa jadi pengganti tepung untuk bahan pokok.

“Kita akan bantu warga Atambua untuk tanam shorgum di lahan seluas 1.500 hektar, supaya perekonomian masyarakat miskin di daerah perbatasan, seperti Atambua dapat meningkat,” kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan di Jakarta, Kamis (3/1/2013).

Untuk merealisasikan program ini, pihaknya sudah menyiapkan dana Rp 10-20 miliar.

“Kita sediakan Rp 10-20 miliar untuk program cocok tanam shorgum di Atambua. Dananya berasal dari Kementerian BUMN,” imbuh Dahlan.

Dana tersebut, lanjutnya, juga akan digunakan untuk membangun pabrik pengolahan tepung sederhana. Pabrik tersebut direncanakan berdiri di dekat area persawahan tanaman shorgum.

“Selain pengolahan tepung, nantinya pabrik itu juga bisa memproduksi makanan ternak dari batang shorgum. Makanan ternak ini bisa menggemukkan sapi dalam waktu cepat,” ungkap dia. (FIK/IGW)

http://bisnis.liputan6.com/read/479378/atambua-akan-ditanami-1500-ha-tanaman-sorghum

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: