Dahlan Iskan Nobatkan Bupati Wonogiri sebagai Bupati Singkong

“Baik, dengan ini saya lantik Bupati Wonogiri Damar Rahmanto sebagai Bupati singkong, karena telah memperjuangkan rakyat dengan menanam ketela,”

Dahlan Iskan - Singkong Wonogiri
WONOGIRI – Bupati Wonogiri Danar Rahmanto menyambut baik kedatangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang sedang melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat di Jawa Tengah.

Danar pun memanfaatkan kunjungan Dahlan ke Wonogori, untuk pamer perkebunan singkong “gajah” yang luasnya hingga 5 hektar pada Dahlan. Disebut singkong gajah karena ukurannya yang lumayan besar.

Sesampainya di perkebunan Dusun Mundu Desa Purworejo, Wonogiri, Dahlan yang ditemani Danar dan para petani langsung memetik singkong jumbo yang beratnya mencapai 15 kilo yang ditanam selama 6 bulan.

“Hebat sekali ya singkongnya bisa besar-besar seperti ini,” puji Dahlan.

Dahlan tampak kagum dengan kabupaten Wonogiri yang masih gigih menjaga dan menanam singkong jumbo tersebut. Bahkan mantan dirut PLN ini langsung melantik Damar sebagai Bupati singkong.

“Baik, dengan ini saya lantik Bupati Wonogiri Damar Rahmanto sebagai Bupati singkong, karena telah memperjuangkan rakyat dengan menanam ketela,” ucap Dahlan di hadapan petani Wonogiri sembari disambut riuh tepuk tangan.

Dalam kesempatan itu, Dahlan juga memberikan sumbangan 105 ton pupuk kepada petani di Wonogiri.

Pemberian gelar tersebut dilakukan secara simbolis oleh Dahlan di hadapan 1.500 ketua kelompok tani se-Kabupaten Wonogiri, Jumat (7/6/2013).

“Saya sendiri dengan senang hati akan menjadi  “Menteri Singkong”, katanya sambil menyerahkan sebatang singkong gajah kepada Danar yang disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.

Meski gelar Bupati Singkong dan Menteri Singkong tidak keren, namun Dahlan mengingatkan kepada seluruh ketua kelompok tani agar bangga dengan sebutan itu. Sebab, singkong terbukti menghidupi 60% dari sekitar sejuta warga Wonogiri.

“Apalagi singkong yang akan dikembangkan adalah singkong gajah yang merupakan varietas lokal dan unggul yang bisa menghasilkan panen hingga 15 kilogram per batang. Ini sama dengan 5 kali dibanding singkong biasa,” katanya.

Selain Danar, Dahlan juga memberi gelar kepada Prof. Subagyo, guru besar Universitas Negeri Jember yang ahli tanaman pangan dan mendalami ilmunya di Jepang, sebagai “Profesor Singkong.” Berkat Prof Subagyo, ditemukan berbagai potensi pengembangan singkong yang akan diandalkan para petani Wonogiri.(firman/mon)

http://www.jpnn.com

http://www.kabarbumn.com

***

Di Wonogiri, Dahlan Cabuti Singkong Pak Camat

Wonogiri (Kabarbumn.com) – Ada cara unik yang dilakukan dahlan ketika mempromosikan singkong varietas unggul, Singkong Gajah, kepada masyarakat Ngadiharjo, Wonogiri, Jawa Tengah.

Ketika acara belum juga dimulai, Dahlan yang baru disambut Camat Ngadirojo, M Ridho SSos. MM., di halaman Kantornya, langsung menyeret camat tersebut melompati pagar, nyelonong ke kebun singkong yang berada di sisi timur Kantor Kecamatan Ngadirojo. Dahlan langsung mencabut sebatang pohon singkong.

Singkong tersebut ditenteng, dibawa ke atas panggung tempat penyambutan resmi, dan untuk silaturahmi dengan para petani. Dahlan ingin menunjukkan bahwa singkong varietas lokal, produksinya jauh sedikit dibanding singkong varietas Gajah. Dahlan langsung menimbangnya.

“Nah ini bedanya, terbukti ketika singkong hasil cabutannya, ubinya hanya seberat 0,5 Kg. Pada hal, kalau singkong Gajah, ubinya sebatang rata-rata dapat mencapai 10 Kg.,” ujar Dahlan dihadapan para petani.

Dahlan juga menunjukkan kepada para petani, kalau jumlah jari daun singkong lokal hanya sebanyak 5 sampai 7 lembar. Berbeda dengan singkong Gajah, yang jumlahnya mencapai 9 sampai 10 lembar.

Agar lebih meyakinkan petani akan kelebihan singkong Gajah, Dahlan memanggil maju tokoh wanita tani Damayanti dan Sri Wahyuni, untuk diajak dialog dan menyampaikan tebakan di atas panggung. Ketika tebakannya betul, dan ada kesanggupan untuk ikut menanam singkong Gajah, kepadanya langsung diberi hadiah masing-masing Rp 1 juta yang dimintakan kepada Dirut pabrik pupuk.

Singkong Gajah, lanjut Dahlan, memiliki randemen 30%. Artinya setiap 3 kg singkong Gajah, akan memberikan tepung tapioka 1 Kg. Kepada pemilik pabrik taiopka, diimbau untuk konsisten memberikan harga layak, ketika petani Wonogiri nantinya ramai-ramai menggalakkan penanaman singkong Gajah. Harga singkong saat ini, per kilogram mencapai Rp 850,-/Kg.

“Kalau nanti sampai ingkar, rekaman ini dapat diputar kembali,” ujarnya.

Dahlan juga berharap, para petani bisa menanam singkong Gajah yang bibitnya akan dibagikan oleh Bupati. Kepada bupati dan pemilik perusahaan tapioka, Dahlan meminta mereka membeli ketela dengan harga Rp 850 per kilo walaupun waktu panen atau saat tidak musim panen. Sehinga rakyat semuanya bisa memperoleh penghasilan.

“Semuanya nanti tanam ubi gajah ya! Nanti, bibitnya akan dibagikan pak bupati sebanyak lima juta,” tegas Dahlan.(firman/mon)

http://www.kabarbumn.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: