Menteri BUMN Nyelonong ke Kebun, Cabut Singkong

”Bertani singkong itu sangat menguntungkan. Kalau per hektare menghasilkan 100 ton, akan diperoleh pendapatan Rp 85 juta. Dipotong biaya tani sekitar Rp 25 juta, maka akan diperoleh keuntungan Rp 60 juta.”

Dahlan iskan - Cabut singkong

WONOGIRI, suaramerdeka.com – Rancangan acara protokoler penyambutan kunjungan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, Jumat (7/6), mendadak berubah. Pasalnya, begitu turun dari mobilnya di halaman Kantor Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, dia menolak langsung masuk ke pendapa tempat pameran.

Mendadak dia menggandeng Camat Ngadirojo M Ridho SSos MM, untuk diajak melompati pagar nyelonong ke kebun singkong yang berada di sisi timur Kantor Kecamatan Ngadirojo. Di kebun singkong milik mantan Camat Drs Djijo ini, serta merta Dahlan mencabut sebatang pohon singkong.

Singkong hasil cabutannya, kemudian ditenteng menuju ke pendapa dan halaman Kantor Kecamatan Ngadirojo, untuk menyaksikan pameran. Di arena ini, dipamerkan aneka hasil singkong varietas Gajah, yang termasuk jenis singkong unggul. Juga dipamerkan aneka makanan hasil olahan seperti bermacam-macam kue dan bakmi, yang berbahan baku dari tepung singkong jenis Mocaf (Modified Casava Flour).

Singkong lokal hasil cabutannya, tetap ditenteng menuju tenda panggung tempat penyambutan resmi, guna melakukan silaturahmi dengan para petani dan kelompok tani. Dahlan, ingin menunjukkan bahwa singkong varietas lokal, produksinya jauh sedikit. Lain halnya dengan singkong varietas Gajah. Perbedaan ini, terbukti ketika singkong hasil cabutannya ditimbang, ubinya hanya seberat 0,5 Kg. Pada hal, kalau singkong Gajah, ubinya sebatang rata-rata dapat mencapai 10 kilogram (Kg).

Saat menyampaikan orasinya di hadapan ribuan petani, Dahlan, menunjukkan, jumlah jari daun singkong lokal hanya sebanyak 5 sampai 7 lembar. Berbeda dengan singkong Gajah, yang jumlahnya mencapai 9 sampai 10 lembar. ”Semakin banyak jari daunnya, maka ubinya pun akan lebih banyak dan lebih besar-besar,” jelas Dahlan.

Menjelaskan tentang keunggulan singkong Gajah, Dahlan memanggil maju tokoh wanita tani Damayanti dan Sri Wahyuni, untuk diajak dialog dan menyampaikan tebakan di atas panggung. Ketika tebakannya betul, dan ada kesanggupan untuk ikut menanam singkong Gajah, kepadanya langsung diberi hadiah masing-masing Rp 1 juta yang dimintakan kepada Dirut pabrik pupuk.

Demikian halnya ketika mengundang petani pria maju ke panggung, untuk mempropagandakan keistimewaan singkong Gajah, kepadanya juga diberikan hadiah benilai sama. Beberapa pengusaha pabrik tepung tapioka, juga dipanggil ke depan diajak dialog interaktif.

Menjawab pertanyaan menteri, disebutkan singkong Gajah memiliki randemen 30 persen. Artinya setiap 3 kg singkong Gajah, akan memberikan tepung tapioka 1 Kg. Kepada pemilik pabrik taiopka, diimbau untuk konsisten memberikan harga layak, ketika petani Wonogiri nantinya ramai-ramai menggalakkan penanaman singkong Gajah.

Harga singkong saat ini, per kilogram mencapai Rp 850,-/Kg. ”Kalau nanti sampai ingkar, rekaman ini dapat diputar kembali,” ujar Dahlan disambut tepuk riuh. Giliran dipanggil ke atas panggung, Prof Dr Bagio. Ahli singkong ini, diminta untuk keunggulan bertani singkong.

”Bertani singkong itu sangat menguntungkan. Kalau per hektare menghasilkan 100 ton, akan diperoleh pendapatan Rp 85 juta. Dipotong biaya tani sekitar Rp 25 juta, maka akan diperoleh keuntungan Rp 60 juta.

Bupati Danar Rahmanto, menyatakan, sekitar 68 persen dari total penduduk Kabupaten Wonogiri yang jumlahnya 1,2 juta jiwa, adalah petani singkong. Kata Bupati, kalau program singkongisasi dapat dilaksanakan, akan diperoleh produksi yang berlipat ganda. Yang pada gilirannya, akan menaikkan pendapatan dan kesejahteraan petani, serta berdampak menumbuhkembangkan perekonomian rakyat.

Menteri Dahlan, datang ke Wonogiri Kamis malam (6/6), menginap di Padepokan Karyo Dikormo – leluhur Bupati Danar di Ngadirojo, Wonogiri. Pagi hari, melakukan senam bersama di alun-alun Kabupaten Wonogiri. Kemudian meninjau kebun singkong di Dusun Mundu Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri, sebelum kemudian menuju Kecamatan Ngadirojo. Dalam kunjungannya ini, menteri memberikan bantuan pupuk organik 150 ton.

PAMERAN SINGKONG: Menteri BUMN Dahlan Iskan didampingi Bupati Wonogiri Danar Rahmanto (kedua dan kesatu dari kiri), ketika nylonong ke kebun singkong. (suaramerdeka.com/Bambang Purnomo)

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/06/07/159945/Menteri-BUMN-Nyelonong-ke-Kebun-Cabut-Singkong

***

Turun dari mobil, Dahlan lompat pagar lalu cabut singkong warga

Bukan Dahlan Iskan jika tidak berbuat yang aneh-aneh. Ketika berkunjung ke Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (7/6) siang, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, tiba-tiba melompati sebuah pagar, dan mencabut batang singkong di pekarangan milik warga, di sekitar acara berlangsung.

Dahlan ke Wonogiri dalam rangkaian kunjungan kerja serta menghadiri acara pameran produk olahan berbahan dasar singkong di Kantor Kecamatan Ngadirojo. Namun sampai di tempat acara, Dahlan menolak masuk ke pendapa tempat pameran.

Pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, itu begitu turun dari mobilnya malah mengajak Camat Ngadirojo M Ridho melompati pagar pekarangan seorang warga. Tanpa sungkan Dahlan mencabut sebatang pohon singkong. Dia kemudian membawa singkong itu ke pendapa Kantor Kecamatan untuk ikut dipamerkan.

Di hadapan ribuan petani, Dahlan mengajak mereka untuk menanam singkong jenis Gajah, bukan singkong lokal seperti yang baru saja dia cabut.

“Jumlah jari daun singkong lokal hanya 5 sampai 7 lembar. Bandingkan dengan singkong Gajah, jumlah daunnya bisa mencapai 9 sampai 10 lembar. Kalau jari daunnya makin banyak, maka ubinya pun akan lebih banyak dan lebih besar-besar,” kata Dahlan.

Selain menghadiri acara pameran pameran produk olahan berbahan dasar singkong, dalam kesempatan tersebut, Dahlan juga menyerahkan bantuan pupuk organik dan non-organik kepada para petani.

Menurut Kabag Humas Setda Wonogiri, Waluyo, sebelum menghadiri acara resmi di pendapa Kecamatan Ngadirojo, Dahlan terlebih dulu mengikuti senam bersama di Lapangan Giri Krida Bakti Wonogiri, Alun-alun setempat. “Penyerahan bantuan pupuk ini untuk mendukung pengembangan tanaman singkong di Wonogiri,” ujarnya.

[mtf]

http://www.merdeka.com/peristiwa/turun-dari-mobil-dahlan-lompat-pagar-lalu-cabut-singkong-warga.html

Iklan

3 Komentar to “Menteri BUMN Nyelonong ke Kebun, Cabut Singkong”

  1. keren banget…..
    Untuk bisa “menginspirasi” petani kita harus berpikir sebagai petani kecil.
    Buat petani yang penting hasil akhirnya bagaimana,karena kalau bicara proses kerja..petani kita jauh lebih rajin dibandingkan sama anggota Dhewan di gedung kura – kura ninja….
    Bicara sedikit…tunjukkan bukti….pasti jadi panutan untuk kemajuan pangan di Indonesia….
    Kalau pilihan presiden skg di lakukan 90% petani di Jawa pasti pilih Dahlan Iskan…artinya 30% suara sudah masuk ke Pak Dahlan… Maju terus pak…1 periode saja…setelah itu biar kita lari sendiri….

  2. Menteri BUMN Dahlan Iskan adalah pejabat yang sangat merakyat dan ingin agar rakyat hidupnya sejahtera. Dia pun mendorong rakyat untuk meningkatkan penanaman singkong veritas tinggi, yakni singkong gajah, sehingga penghasilan para petani singkong bisa lebih baik, yang berarti taraf hidup mereka pun akan semakin baik juga. Semoga harapan beliau akan jadi kenyataan…. amin…

  3. bisa minta informasi benihnya gk?. . .tks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: