Dahlan Iskan Sempat Dilematis Hadapi Bos Pertamina

“Nah, akhirnya bisa. Makanya tiga hari lalu saya tanda tangani SK periode jabatan keduanya.”

Dahlan Iskan Sempat Dilematis Hadapi Bos Pertamina

TEMPO.CO, Jakarta – Terjawab sudah mengapa Menteri BUMN Dahlan Iskan hanya memperpanjang sementara jabatan Direktur Utama Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, awal Maret 2013 lalu.

“Ketika itu Karen sempat menyatakan mau berhenti jadi Dirut karena ingin jadi ibu rumah tangga sempurna bagi keluarga. Niatnya itu dia sampaikan sebelum habis masa jabatan pertamanya (Maret 2013),” kata Dahlan di Jakarta, Kamis, 6 Juni 2013.

Keinginan Karen itu membuat Dahlan dilanda dilema. “Di satu sisi saya mengerti keinginannya, tapi di sisi lain dia bagus, maka saya minta pertimbangkan kembali,” katanya.

Dalam masa pertimbangan itulah kemudian Dahlan memperpanjang sementara jabatan Karen. “Saya tanya ke dia, apakah masih bisa dikompromikan dengan baik antara kepentingan keluarga dan negara?” katanya. “Nah, akhirnya bisa. Makanya tiga hari lalu saya tanda tangani SK periode jabatan keduanya.”

Dengan penandatanganan SK itu, menurut Dahlan, masa jabatan Karen sudah tidak lagi sementara. “Diperpanjang hingga lima tahun ke depan,” katanya.

Seperti diketahui, Dahlan sempat memperpanjang sementara masa jabatan Karen. Ketika itu, Dahlan menolak menjelaskan alasan dan pertimbangan dirinya memperpanjang kontrak sementara Karen.

ANANDA PUTRI

http://www.tempo.co/read/news/2013/06/06/090486207/Dahlan-Iskan-Sempat-Dilematis-Hadapi-Bos-Pertamina

***

Karen Agustiawan Kembali Duduki Jabatan Direktur Utama Pertamina

 

Liputan6.com, Jakarta : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memastikan Karen Agustiawan bakal menjabat kembali sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) periode 5 tahun mendatang.

“Dia (Karen) tidak akan jadi dirut sementara lagi, dan menjadi dirut tetap untuk periode berikutnya kurun waktu 5 tahun ke depan,” tegas dia di Jakarta, seperti dikutip Kamis (6/6/2013).

Dahlan mengaku, dirinya telah menandatangani Surat Keputusan (SK) pengangkatan wanita yang telah memimpin Pertamina sejak 5 Februari 2009 itu. “SK-nya sudah saya teken tiga hari yang lalu, tepatnya hari Senin 3 Juni 2013,” tutur dia.

Dia sempat berguyon saat ditanya alasan mempertahankan lulusan Teknik Fisika dari Institut Teknologi Bandung itu. “Daripada diangkat menjadi kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ini guyon lho,” tandas dia.

Namun Dahlan mengatakan, bahwa perempuan yang memulai karir di Mobil Oil Indonesia sebagai system analyst dan programmer pada tahun 1984 ini adalah orang yang sangat berani dalam mengambi keputusan.

“Pertamina perlu orang yang berani, dan dia termasuk orang tersebut. Kalau untuk urusan tidak dekat dengan media, nanti saya akan beri tahu dia,” paparnya.

Seperti diketahui, masa jabatan Karen sebagai bos perusahaan minyak dan gas raksasa di Indonesia itu telah berakhir pada Maret 2013.

Lalu Karen kembali dipercaya untuk sementara waktu memegang kembali tampuk kepemimpinan tersebut sampai Menteri BUMN menunjuk Dirut Pertamina definitif.

Dia juga sempat dikabarkan akan menggantikan posisi Chatib Basri sebagai Kepala BKPM yang saat ini telah menjadi Menteri Keuangan. Akhirnya dengan SK yang ditandatangani Dahlan, kini Karen resmi menjadi Dirut Pertamina periode kedua. (Fik/Nur)

http://bisnis.liputan6.com/read/605893/karen-agustiawan-kembali-duduki-jabatan-direktur-utama-pertamina

Tag:

One Comment to “Dahlan Iskan Sempat Dilematis Hadapi Bos Pertamina”

  1. Dengan jumlah penduduk hampir 260 juta jiwa, Indonesia sepertinya kekurangan stok calon pemimpin yang hebat, berkepribadian, antusias, punya kapabilitas, kredibilitas, tidak serakah, bahkan anti korupsi, punya jiwa kepemimpinan, negarawan yang siap berkorban demi menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia serta bertekad menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang bermartabat dan punya harga diri, sampai-sampai Menteri BUMN Dahlan Iskan kesulitan mencari pengganti sosok Dirut Pertamina, Karen Agustiawan. Apa memang seperti itu? Kenapa putra-putri bangsa kita yang hebat-hebat lebih senang mengembangkan karirnya di luar negeri? Apa mereka memang tidak dihargai kemampuannya oleh penguasa negara dan bangsa ini? Semua pertanyaan itu menggelayut dalam hati sanubari ini. Semoga Abah Dahlan Iskan bersedia menarik mereka kembali ke Tanah Air untuk bersama-sama seluruh komponen bangsa membangun negara kita Indonesia tercinta. Untuk itu, beliau memang harus menjadi pemimpin no satu di negara ini. Semua Demi Indonesia yang lebih baik dan lebih bermartabat……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: