Kepemimpinan Dahlan Iskan Dikagumi Awak BUMN

“Dia ingin supaya BUMN itu berpikir sebagai korporasi, makanya banyak sekali (aturan) yang dia potong, seperti laporan,”

Dahlan iskan - RJ Lino

Peluncuran buku “Antara Pasar dan Politik: BUMN di Bawah Dahlan Iskan”

Salah satu orang yang mengagumi kinerja Dahlan adalah RJ Lino, Direktur Utama Pelindo II (atau IPC). Bersama dengan Fachry Ali, Lino pun membuat buku mengenai BUMN di bawah kepemimpinan Dahlan Iskan. Buku yang diperkenalkan ke publik secara resmi pada hari ini, Selasa (4/6/2013), di Jakarta, berjudul, “Antara Pasar dan Politik: BUMN di Bawah Dahlan Iskan.”

Lino menerangkan, BUMN ini ada dalam wilayah embedded economy. Maksudnya, ia menjelaskan, “Jadi, nggak bisa hanya pasar saja. Aspek pemerataan, sosial, itu juga musti jadi pertimbangan BUMN.” Dengan posisi yang demikian, secara struktural, BUMN berada di bawah kontrol aktor-aktor ekstra-pasar. Siapa saja itu? Mereka adalah kaum birokrat hingga para politisi, yakni anggota parlemen.

Kinerja Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan yang tergolong BUMN ada dalam pengawasan parlemen. Terkait itu, masih segar dalam ingatan, bagaimana Dahlah Iskan berusaha melindungi BUMN dari oknum-oknum politisi yang diduga melakukan pemerasan.
RJ Lino, Direktur Utama Pelindo II

Karena posisinya adalah perusahaan milik negara, nuansa bikrokrasi pun cukup kental. Inilah yang berusaha “dirapikan” oleh Dahlan. Maklum, ia adalah orang swasta. Di dalam buku disebut sifat pribadi Dahlan adalah seorang iconoclast, artinya seseorang yang cenderung menentang hal-hal yang bersifat prosedural formal atau resmi. “Yang menarik juga Pak Dahlan, karena dia orang pasar, kalau BUMN itu kan struktur. Nah, dia adalah orang yang nggak ada modelnya. Kalau orang bilang out of the box, ini nggak ada box sama sekali. Jadi, nggak pakai box. Dia memotong kepentingan-kepentingan politik.”

Lino menegaskan bahwa Kementerian BUMN membutuhkan karakter pemimpin yang seperti itu. Sehingga campur tangan para politisi pun tak lagi ada. Dia kembali bilang, “Dahlan kan orang pasar. Dia bawa BUMN itu ke pasar. Kalau pasar itu aturannya lain dari politik. Dia berusaha potong itu. Dan dia jadi contoh, karena dia memotong itu semua. Sehingga kami di bawah, yang di BUMN, jadi enak kerjanya.”

Ketika ditanya apakah perubahan di Kementerian BUMN baru dilakukan sejak masa kepemimpinan Dahlan Iskan, ia pun menjawab, “Sebenarnya dari Pak Sofyan Djalil sudah. Tetapi Pak Dahlan ini lebih ekstrim lagi.” Menurut dia, Dahlan telah membawa Kementerian BUMN bukan sebagai regulator, tetapi seperti halnya korporasi.

“Dia ingin supaya BUMN itu berpikir sebagai korporasi, makanya banyak sekali (aturan) yang dia potong, seperti laporan,” tandas Lino. (EVA)

http://swa.co.id/headline/kepemimpinan-dahlan-iskan-dikagumi-bumn

Iklan

One Comment to “Kepemimpinan Dahlan Iskan Dikagumi Awak BUMN”

  1. Tidak percuma kalau mantan Pemred Jawa Pos, Sholihin Hidayat menulis buku Dahlan Iskan Sang Pendobrak. Ternyata dalam buku ”Antara Pasar dan Politik, BUMN Dibawah Dahlan Iskan” karangan Fachry Ali dan RJ Lino, bahwa Dahlan Iskan Sang Pendobrak sangat jelas tergambarkan. ”Banyak aturan dan ketentuan yang dipotong oleh Pak Dahlan. Dia lebih ekstrim dari Mustafa Abubakar saat menjadi Menteri BUMN,” tegas Dirut Pelindo II itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: