Penyebab Aksi Mogok di Pelabuhan Versi Dahlan Iskan

“Pemogokan Angsuspel ini dikarenakan isu, pelabuhan melalui anak perusahaannya akan membeli truk sebanyak 2000 unit,”

dahlan-sebut-pemogokan-angkutan-tanjung-priok-tidak-berdasar

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akhirnya menjelaskan cerita pemogokan yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut Dahlan, yang sedang mogok kerja di Tanjung Priok adalah angkutan khusus pelabuhan (Angsuspel) Tanjung Priok.

Pemogokan Angsuspel Tanjung Priok diduga tidak beralasan karena isu pemogokan kerja kali ini sudah diklarifikasi semenjak 10 hari yang lalu. Menurut Dahlan, mereka mogok karena adanya isu kalau anak usaha Pelindo II akan membeli 2000 unit truk.

“Pemogokan Angsuspel disebabkan ada isu bahwa pelindo II melalui anak usahanya yaitu PT Jasa Armada Indonesia karena isunya akan membeli truk 2000 unit. Sebenarnya sudah clear tidak ada rencana anak buah pelindo membeli truk itu,” jelas Dahlan kepada wartawan di ruang press room, Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/6).

Angsuspel yang merupakan bawahan Ketua Organda Eka Sari Lorena tersebut sebenarnya telah diklarifikasi terkait masalah ini. Anak perusahaan Pelindo tersebut sebenarnya juga bisnis induknya adalah pelayanan pandu dan tunda kapal.

“Perusahaan tersebut saja bisnisnya pelayanan pandu dan tunda kapal. Ga tau datangnya darimana isu itu,” jelas Dahlan.

Dahlan mengatakan kalau Organda telah memberi edaran keseluruh cabangnya bahwa isu pembelian 2000 truk tersebut tidak benar. Namun Dahlan tidak tau kenapa saat ini masih terjadi pemogokan.

“Walau sudah ada edaran, Angsuspel tetap membuat edaran (untuk mogok) kepada anggotanya dan sekarang tetap mogok,” tutupnya.

[bmo]

http://www.merdeka.com/uang/dahlan-sebut-pemogokan-angkutan-tanjung-priok-tidak-berdasar.html

***

Penyebab Aksi Mogok di Pelabuhan Versi Dahlan Iskan

JAKARTA – Terjadinya aksi mogok yang dilakukan oleh Asosiasi Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Tanjung Priok berdampak pada lalu lintas barang di pelabuhan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, pemogokan tersebut, dikarenakan anak perusahaan Pelindo II, yakni PT Jasa Armada Indonesia diisukan akan membeli sebanyak 2 ribu unit truk.

“Pemogokan Angsuspel ini dikarenakan isu, pelabuhan melalui anak perusahaannya akan membeli truk sebanyak 2000 unit,” kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/6/2013).

Dahlan menjelaskan, isu tersebut sudah diklarifikasi sejak 10 hari yang lalu. Menurut Dahlan, sudah ada sosialisasi ke sekjen Organda. Serta, mengklarifikasi bahwa PT Jasa Armada Indonesia itu bergerak dibidang usaha pandu dan tunda, bukan jasa pengangkutan.

Tidak hanya itu, menurut Dahlan, pihak Pelindo pun sudah melayangkan surat kepada seluruh cabang mengenai klarifikasi tersebut. “Organda sendiri sudah membuat edaran di seluruh cabang, agar paham bahwa isu tersebut benar-benar hanya isu, namun Angsupel tetap membuat edaran agar mogok,” tegasnya.

Sekedar informasi, Asosiasi Logistik dan Fowarder Indonesia (ALFI), bersama dengan INSA, Asosiasi Bongkar Muat Indonesia (APBMI) dan Forum Komunikasi Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) mengancam berhenti operasi hingga pemerintah menanggapi dan mencari jalan keluar terkait masalah tersebut.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes perusahaan pelabuhan swasta lantaran Pelindo II banyak membentuk anak usaha di luar bisnis pengelolaan kepelabuhan, sehingga mengancam bisnis pengusaha pelayaran dan logistik swasta. (wan) (wdi)

http://economy.okezone.com/read/2013/06/03/320/816685/penyebab-aksi-mogok-di-pelabuhan-versi-dahlan-iskan

***

Dahlan Klaim Kegiatan Bongkar Muat Masih Normal

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, kegiatan muat barang dan kontainer masih berjalan normal seperti biasanya. Pasalnya, aksi tersebut didasarkan isu monopoli yang dilakukan anak usaha Pelindo II, yakni PT Jasa Armada Indonesia yang akan membeli 2 ribu unit truk.

“Kegiatan muat barang dan kontainer masih berlangsung sama di pelabuhan, Jambi, Banten, Lampung, Teluk Bayur, Pontianak, normal 100 persen,” kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/6/2013).

Dahlan menjelaskan, bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok tidak terganggu. Melainkan menurunkan jalur lalu lintas barang, yang menurunkan hingga 60 persen.

“Bongkar muat tidak terganggu, tidak menurun, yang terganggu lalu lintas barang yang sudah di pelabuhan mau keluar, yang dari keluar mau ke pelabuhan sebesar 60 persen,” tegasnya.

Sekedar informasi, Asosiasi Logistik dan Fowarder Indonesia (ALFI), bersama dengan INSA, Asosiasi Bongkar Muat Indonesia (APBMI) dan Forum Komunikasi Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) mengancam berhenti operasi hingga pemerintah menanggapi dan mencari jalan keluar terkait masalah tersebut.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes perusahaan pelabuhan swasta lantaran Pelindo II banyak membentuk anak usaha di luar bisnis pengelolaan kepelabuhan, sehingga mengancam bisnis pengusaha pelayaran dan logistik swasta. (wan) (wdi)

http://economy.okezone.com/read/2013/06/03/320/816686/dahlan-klaim-kegiatan-bongkar-muat-masih-normal

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: