Dahlan Sebut Telkom Belum Punya Pengalaman

telkom-bantah-gagal-di-tender-mvno-arab-saudi
JAKARTA – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) kembali menelan pil pahit, ketika niat mulusnya ingin berekspansi guna mengembangkan bisnisnya terganjal karena tidak mendapatkan perebutan lisensi Mobile Virtual Network Operator (MVNO) di negara Arab Saudi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, kekalahan Telkom dalam memperebutkan hal tersebut dikarenakan Telkom belum mempunyai pengalaman internasional yang mempuni.

“Karena belum mempunyai pengalaman internasional,” kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/6/2013).

Dahlan menjelaskan, tidak dapatnya Telkom mendapatkan lisensi tersebut, bukan karena Telkom setengah hati dalam melakukan ekspansi bisnisnya.

“Bukan setengah hati, kalau setengah hati itu misalnya ikut tender, trus pertengahan jalan berenti,” tambahnya.

Tidak hanya itu, kegagalan Telkom dalam berekspansi ke Arab Saudi dianggap sebagai pelajaran. Pasalnya, menurut Mantan Dirut PLN perusahaan besar seperti Siemens pun pernah mengalami kegagalan.

“Siemens saja pernah gagal,” tutupnya. (wan) (wdi)

http://economy.okezone.com/read/2013/06/03/320/816807/dahlan-sebut-telkom-belum-punya-pengalaman

***

Telkom gagal tender di Arab, ini pembelaan Dahlan Iskan

Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak mau ambil pusing dengan kandasnya rencana ekspansi bisnis perusahaan telekomunikasi pelat merah ke luar negeri. Dahlan memandang wajar kandasnya rencana PT Telkom untuk ekspansi ke Arab Saudi.

Dahlan mengakui Telkom belum punya pengalaman internasional untuk ikut tender, sehingga faktor tersebut sering membuat perusahaan pelat merah tersebut kandas dalam persaingan.

“Belum punya pengalaman internasional sulit ikut tender internasional. Mereka sudah sungguh-sungguh, kalau tidak sungguh-sungguh mereka akan ikut tender dan tidak memenuhi prosedur,” ucap Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/6).

Dahlan mengatakan kegagalan hanya Telkom yang pernah mengalami kegagalan dalam tender. Perusahaan besar sekaliber Exxon dan Siemens juga sering kalah dalam persaingan tender. Bahkan Dahlan menyebut pengusaha bisa saja gagal seribu kali hingga akhirnya bisa menang.

“Exxon juga sering kalah, Siemens sering kalah. Telkom baru dua kali kalah,” ucap Dahlan. Sebelum gagal di Arab, Telkom juga pernah kalah tender di Myanmar.

Sebelumnya, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) gagal mendapatkan lisensi penyelenggaraan jasa Mobile Virtual Network Operator (MVNO) di Arab Saudi.

Situs resmi Komisi Komunikasi dan Informasi Teknologi Arab Saudi (CITC), baru saja mengumumkan Telkom tidak masuk dalam daftar kandidat operator telekomunikasi yang maju memperebutkan tiga lisensi MNVO, seperti dilansir Antara, Minggu (2/6).

Dalam pengumuman itu, CITC menyatakan lima kandidat operator yang lolos memperebutkan lisensi MVNO adalah konsorsium Axiom Mobile, Virgin Mobile Saudi Consortium, Jawraa Consortium Lebara, FastNet Consortium, dan Safari Consortium.

[noe]

Telkom bantah gagal di tender MVNO Arab Saudi

 Setelah gagal di Myanmar karena ketentuan yang cukup berat, yaitu harus berpengalaman menjadi operator seluler di luar negeri selama dua tahun dan harus sudah memiliki pelanggan sebanyak 250 ribu pelanggan di luar negeri, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) kembali gagal memasuki pasar negara lain, dalam hal ini Arab Saudi dalam tender Mobile Virtual Network Operator (MVNO).
Telkom sebenarnya sudah memiliki pelanggan di luar negeri, yaitu di Timor Leste, yaitu sekitar 35.000 pelanggan, tapi masih jauh dari yang disyaratkan, yaitu 250 ribu pelanggan.Namun, ketika dikonfirmasi, Operational Vice President of Public Relations Telkom, Arif Prabowo, membantah telah gagal di tender penyelenggaraan MVNO di Arab Saudi.

“Tidak benar Telkom kalah dalam tender karena pihaknya memang tak ikut tender MVNO. Telkom memilih strategi lain untuk masuk ke Arab Saudi, yaitu melalui kerja sama business to business (B2B) dengan operator lain,” tuturnya, Senin (3/6).

Adapun 5 besar perusahaan yang masuk dalam tender MVNO di Arab Saudi adalah Virgin Mobile Middle East & Africa, Axion dari Dubai, kemudian ada konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Arab Saudi, yaitu FastNet serta Safari. Perusahaan lain yang berminat mengikuti tender ini adalah Lebara yang berbasis di London. 5 perusahaan ini dapat dilihat di situs Komisi Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi.

Nampaknya kegagalan Telkom adalah karena Telkom tidak memiliki pengalaman MVNO di luar negeri, dimana disyaratkan adalah sedikitnya di dua negara dengan minimal pengguna adalah 250 ribu orang serta pendapatan paling tidak sebesar 250 juta Riyal Arab Saudi untuk tiga tahun terakhir ini.

Di Arab Saudi sendiri saat ini ada 3 operator seluler, yaitu Saudi Telecom Company, Etihad Etisalat (Mobily) and Zain Saudi.

http://www.merdeka.com/teknologi/telkom-bantah-gagal-di-tender-mvno-arab-saudi.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: