Hari Ini Dahlan Iskan Calon Presiden Non Partai Terpopuler

1362532298339910426

antondhnugrahanto2Hasil rating Politicawave hari ini (6/3/2013) menempatkan Dahlan Iskan sebagai Kandidat Presiden terpopuler yang dinilai paling banyak dibicarakan dan menjadi perbincangan di ruang publik sehari-hari.  Setelah tertimpa badai pelaburan namanya oleh banyak pihak akibat keberaniannya membongkar mafia pemeras di DPR dan soal blunder Ferrari Tucuxi, Dahlan Iskan mampu bangkit lagi merebut simpati publik dengan tawaran politik yang jelas, dengan reputasi kerjanya yang riil.

Di Politicawave capres yang dihadirkan adalah mereka yang dicalonkan banyak pihak, Jokowi sendiri tidak dimasukkan menjadi capres karena memang tidak ada statemen politik resmi Jokowi dan saat ini Jokowi sedang melakukan tugas beratnya di DKI Jakarta, banyak pihak akan lebih senang menyimpan Jokowi untuk 2019 karena Jokowi sendiri adalah gerbong terdepan bagi masa transisi Indonesia.

Mengukur Kekuatan Politik Dahlan Iskan

Salah satu modal politik terbesar Dahlan Iskan terbangun dari dua arah : Hembusan angin popularitas kelas menengah dan daya hidup kelas bawah yang sering disambanginya. Kelas menengah melihat Dahlan Iskan sebagai tokoh inspiratif, kemampuannya melawan hambatan-hambatan dalam kehidupan, keberaniannya mengambil resiko dan mendapatkan hasil maksimal, keberaniannya terbesar dalam mengambil resiko justru dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri dalam operasi ‘Ganti Hati’.

Dia berhasil melewati masa-masa berat dan mendapatkan sambutan besar masyarakat setelah ia muncul di ‘Kick Andy’.  Inilah yang membuat kelas menengah terpesona dengan kekuatan politik Dahlan Iskan, namun kelas menengah masih merasa tidak senang dengan Dahlan Iskan yang kerap dicap sebagai ‘bagian politik penguasa’. Hancurnya popularitas SBY membuat imbas ke Dahlan Iskan sendiri sebagai Menteri BUMN.  Walaupun di kemudian waktu Dahlan Iskan mampu menjadi barisan paling depan ‘Menteri yang bekerja’

TEMPO sendiri menghadirkan berita bagaimana BUMN menjadi yang terbaik dan menyumbang dalam pelayanan publik, ukuran-ukuran kepercayaan publik meningkat signifikan dengan sumbangan terbesar dari bergairahnya BUMN.  Kerja Keras dan Hasil Nyata yang memiliki alur kronologi paling jelas inilah yang membuat kelas menengah senang. Dan kelas bawah terutama di pedesaan juga sudah mulai mengenal sosok Dahlan Iskan, Dahlan sendiri memang punya kepribadian ‘pecicilan’, sikapnya yang gesit dan trengginas dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya ternyata berpengaruh terhadap kepribadiannya, ‘pecicilan’ yang lucu inilah yang banyak disukai masyarakat di pedesaan, mereka menyenangi figur Dahlan yang senang melucu.

Sosok Dahlan yang seakan tidak berjarak dengan kemiskinan kaum jelata inilah yang jadi salah satu sebab Dahlan banyak diserang ketika dia menaiki mobil listrik Tucuxi, harga mobil yang mahal membuat kaum jelata banyak merasa kehilangan ‘bapaknya’ yang seakan bermewah-mewah, padahal apa yang dilakukan Dahlan adalah melakukan langkah awal membuat industri listrik, tapi psikologi massa dan pola komunikasi publik yang sudah dibangunnya sebagai bagian dari ‘kaum miskin’ membuat dirinya terlempar  ke tengah keterasingan, sadar bahwa dirinya diserang publik, Dahlan menghentikan mobil Tucuxi, dia mulai bergerak di mobil kelas rakyat.

Setelah dihajar publik soal mobil tucuxi,  pelan-pelan popularitas dia pulih kembali, serangan akun anonim Trio Macan 2000, tuduhan Effendi Simbolon dan Bully Dahlan Iskan di TV One dimana salah satu narasumbernya adalah Ichsanudin Noorsy adalah tiga hal yang membuat popularitas Dahlan Iskan merosot, tudingan saat di PLN kemudian terbantahkan sendiri dengan reputasi kerjanya.

Banyak yang kerap menyatakan bahwa Dahlan Iskan melakukan tindakan pencitraan dan membangun persepsi yang dibikin-bikin, menjadi pertanyaannya adalah ‘apakah ukuran reputasi Dahlan Iskan di Jawa Pos dibikin-bikin’ kemampuannya dalam melakukan tapal-tapal atas rekam jejak masa lalu membuat Dahlan Iskan mampu mengembangkan dirinya sebagai pebisnis tingkat nasional tanpa jalur koneksi.

Reputasinya di masa lalu adalah legenda bagi banyak pengusaha jurnalistik, dia mendapatkan tugas membangun surat kabar yang nyaris kolaps dengan hanya tiras 6.500 eksemplar dalam waktu 5 tahun dia bisa merealisasikan menjadi 300.000 eksemplar, di kalangan Pers Nasional Dahlan adalah legenda hidup. Lalu apakah legenda hidup ini mampu menerobos menjadi kekuatan politik nomor satu nasional?

Apakah Dahlan Iskan Mampu Menemukan Kegelisahan Indonesia?

Yang menarik dari beberapa kandidat Presiden mereka membawa kegelisahan Indonesia sebagai ‘tawaran publik’ yang paling jelas dalam melakukan bentuk tawaran politik kegelisahan ini adalah Prabowo, dengan jelas Prabowo membangun nada semantik bahwa ‘kegelisahan’ Indonesia adalah ‘hilangnya kehormatan Indonesia dan Indonesia harus bangkit’, sentimen Nasionalisme dibawa Prabowo dengan warna-warna perpaduan antara kekuatan militer dan sipil.

Sementara yang paling mengenaskan adalah kampanye politik Aburizal Bakrie yang membawa tema ‘Kebangkitan Kapitalisme lewat Pedagang Kecil’ pilihan Ical ini amat tidak genuine dengan gaya hidupnya, kelakuannya di bisnis dan juga persepsi kasus lumpur lapindo yang bikin susah banyak orang, pilihan meningkatkan ekonomi pedagang kecil justru membawa Ical semakin bikin blunder karena dia tidak mengusung kepentingan ‘bersama’ tapi malah menjadi sektarian dengan membela kelompok pedagang saja.

Lalu apakah yang bisa ditemukan dari diri Dahlan Iskan soal kegelisahan Indonesia itu, apakah akan samanya dengan tema Prabowo ataukah ia menemukan substansi lain dari persoalan kegelisahan Indonesia? sebenarnya problem kegelisahan Indonesia bisa ditemukan dalam keseharian kita, persoalan-persoalan lalu lintas, pendidikan, kesehatan dan persoalan-persoalan publik.

Di saat ini akan sangat tidak pas membawa jargon-jargon besar Bung Karno tanpa memperhatikan korelasi atas kenyamanan di ruang publik, jaman sudah berubah. Jokowi sendiri sebagai pemimpin populer mampu membawa agregasi kerja yang sederhana menjadi sebuah harapan baru untuk Indonesia, lalu apakah Dahlan Iskan mampu membawa agregasi kerja sederhana sebagai bagian dari penemuan kegelisahan Indonesia dan mencari jalan keluar.

Indonesia dalam masa Vivere Pericoloso 2014-2019

Saat ini dunia bergerak cepat, Indonesia mengalami apa yang dinamakan masaVivere Pericoloso (masa-masa menyerempet bahaya) walaupun dalam dimensinya yang berbeda dengan masa Bung Karno dimana masa Bung Karno adalah ‘masa konsolidasi geopolitik’ bisa dikatakan persoalan geopolitik sudah selesai, namun persoalan besar seperti : kedaulatan energi, kedaulatan modal, kedaulatan pangan dan segala macam bentuk daulat hak milik kekayaan bangsa dan arahan kekayaan rakyat yang diamanatkan pasal 33 UUD menjadi bagian paling penting dalam penyelesaian persoalan nasional, sementara problem-problem lain tak kalah pentingnya termasuk kebebasan menyatakan pendapat di depan publik dan soal jaminan kebebasan dalam berkeyakinan yang digaransi oleh Negara, dimasa SBY dua hal ini amat lemah gaungnya, ditambah persoalan-persoalan teknis yang carut marut.

Namun ditengah gagapnya persoalan-persoalan besar ada satu modal dasar Dahlan Iskan, bisa dikatakan Dahlan Iskan adalah Menteri BUMN paling populer sepanjang sejarah, Dahlan mengerti benar peta kekayaan republik yang bisa dibentuk oleh BUMN, Dahlan Iskan berkesempatan membangun road map Sovereigh Wealth Fund(SWF) yang bisa dijadikan titik nol pembangkitan kekuatan kekayaan nasional, seperti di masa Suharto bahwa SWF dibangun lewat struktur Pertamina untuk memancing kebangkitan kekuatan ekonomi konglomerasi tapi kemudian Pertamina gagal, apakah kemudian seluruh BUMN bisa diholding dan dibangun konglomerasinya lewat SWF seperti hal-nya dengan Temasek. Apabila SWF mampu dibangun dengan struktur kekayaan BUMN maka akuisisi-akuisisi perusahaan internasional bisa dilakukan BUMN Indonesia, dan mendorong BUMN sebagai pemain perusahaan kelas Internasional apabila ini terjadi maka banjir dana internasional bisa masuk.

Pertarungan SWF adalah pertarungan masa depan permodalan Internasional, Dahlan Iskan harus bisa memulainya dari sini, seandainya ia terpilih menjadi Presiden RI. Tapi terlepas dari itu semua, kita akan melihat peta konstelasi politik apakah Dahlan Iskan terus menerus menerima perhatian publik dan menjadi jago bagi banyak partai untuk maju ke Pemilu 2014?

-Anton DH Nugrahanto-.

http://politik.kompasiana.com

Iklan
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: