Kronologi Mandeknya Holding BUMN Perkebunan

Sosialisasi_Holding_001

Kementerian BUMN hingga kini belum dapat merealisasikan pembentukan induk perusahaan (holding) BUMN perkebunan karena masih menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP). Padahal, holding direncanakan terbentuk pada 31 Januari 2012.

Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat menuturkan, program rightsizing BUMN perkebunan telah masuk dalam Masterplan BUMN 2012-2014. Dalam pelaksanannya, Kementerian BUMN harus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Terkadang ada perbedaan persepsi yang membuat pembentukan holding ini berjalan lambat,” tutur Wahyu awal pekan ini.

Menurut Wahyu, saat ini, Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) kembali dibahas karena terdapat perubahan modal disetor. Sejatinya, pembahasan RPP sudah dimulai sejak awal 2012.

“Apabila pembahasan RPP sudah selesai, maka akan ada harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM,” imbuhnya.

Ia menceritakan, pada 16 Februari 2012 rapat antar kementerian dan lembaga yang berlangsung di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, dengan menghasilkan tujuh kesimpulan, antara lain perlu dilakukan rekonsiliasi data tentang nilai kepemilikan saham Negara RI pada masing-masing BUMN Perkebunan (terdapat perbedaan antara nilai yang tercantum dalam RPP Rp4.612.425 dengan nilai hasil perhitungan DJKN Rp5.220.031, serta permasalahan pajak.

Pada 10 April 2012, Menteri Keuangan menyampaikan permohonan izin prinsip penerbitan PP dalam rangka pembentukan Holding BUMN Perkebunan kepada Presiden RI melalui surat nomor: S-246/MK.06/2012 tanggal 10 April 2012.

Kemudian pada 19 April 2012, dilakukan rapat klarifikasi di Kementerian Sekretariat Negara, dengan salah satu kesimpulan agar Menkeu menyampaikan kembali surat permohonan izin prinsip kepada Presiden RI dengan mengubah hal surat menjadi “Permohonan Ijin Prinsip untuk Penyusunan RPP Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan PT Perkebunan Nusantara III”.

Pada 16 Mei 2012, dilakukan kajian ulang dengan menjadikan PTPN III sebagai induk dan menyisakan 10% saham Negara RI pada masing-masing PTPN. Hasil dari kajian tersebut beserta draft RPP-nya disampaikan oleh Meneg BUMN kepada Menteri Keuangan melalui surat nomor: S-249/MBU/2012 tanggal 16 Mei 2012.

Pada 30 Mei 2012:
Meneg BUMN menugaskan Direksi PT PN III selaku calon induk perusahaan Holding BUMN Perkebunan untuk melakukan hal-hal yang diperlukan dalam rangka mempercepat terbentuknya Holding BUMN Perkebunan melalui surat nomor: S-273/MBU/2012 tanggal 30 Mei 2012.

Pada 25 Juni 2012, simultan dengan dimohonkannya izin prinsip dari Presiden, dilakukan rapat antar Kementerian dalam rangka membahas RPP ttg Penambahan PMN pada PT PN III (Champion) yang berasal dari PMN pada PT PN I, II, IV-XIV pada tanggal 25 Juni 2012 di bawah koordinasi Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan, Kementerian Keuangan.

Pada 29 Juni 2012, dilakukan pembahasan mengenai kapitalisasi modal yang berasal dari cadangan PT PN I, II, IV sampai dengan XIV di bawah koordinasi Deputi Bidang Usaha Industri Primer Kementerian BUMN.

Pada 30 Juli 2012, Menteri BUMN menyampaikan permohonan jadwal konsultasi pembentukan Holding BUMN Perkebunan, Kehutanan, dan Pangan kepada Komisi VI DPR-RI melalui surat nomor: S-402/MBU/2012 tanggal 30 Juli 2012.

Pada 3 Agustus 2012, Menteri Sekretaris Negara melalui surat nomor: B-1058/M.Sesneg/D4/PU.02/08/2012 tanggal 3 Agustus 2012 menyampaikan arahan Presiden RI atas RPP tentang Penambahan PMN RI ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan Nusantara III, yakni:
a. Apa restrukturisasinya sudah matang?
b. Banyak aduan menyangkut ketidakesifienan BUMN (PTPN).

Arahan Presiden tersebut di atas selanjutnya ditindaklanjuti melalui surat Menteri BUMN nomor: S-475/MBU/2012 tanggal 30 Agustus 2012.

Pada 19 September 2012, Menteri BUMN selaku RUPS menetapkan SK tentang Peningkatan Modal Dasar, Penambahan Modal Disetor, dan Perubahan Anggaran Dasar BUMN Perkebunan.

Pada 27 September 2012, Kepala Biro Hukum a.n. Sekretaris Kementerian BUMN menyampaikan salinan SK tentang Peningkatan Modal Dasar, Penambahan Modal Disetor, dan Perubahan Anggaran Dasar BUMN Perkebunan kepada Menteri Keuangan melalui surat Nomor: S-385/S.MBU/2/2012 tanggal 27 September 2012.

Pada 5 Oktober 2012, Menteri Sekretaris Negara melalui surat nomor: B-1325/M.Sesneg/D-4/PU.02/10/2012 tanggal 5 Oktober 2012 menyampaikan bahwa menunjuk surat Menteri BUMN nomor: S-475/MBU/2012 tanggal 30 Agustus 2012 dan surat Menteri Keuangan nomor: S-459/MK.06/2012 tanggal 4 Juli 2012, Presiden mengarahkan agar rencana dan konsep restrukturisasi BUMN di bidang Perkebunan dimaksud dipresentasikan terlebih dahulu kepada Bapak Presiden.

Pada 16 Oktober 2012, rapat pembahasan antara Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan dengan agenda perhitungan nilai saham masing-masing BUMN yang akan dialihkan kepada PT PN III (Persero) di bawah koordinasi Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan DJKN Kementerian Keuangan. Rapat menyimpulkan hal-hal antara lain:
1. Direksi PT PN agar segera menyatakan Keputusan Menteri BUMN tentang Peningkatan Modal Dasar, Penambahan Modal Disetor, dan Perubahan Anggaran Dasar dalam bentuk otentik di hadapan notaries sebelum jangka waktu 30 hari sejak tanggal keputusan. Perubahan AD agar diproses untuk mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan HAM.
2. Cut off date yang akan dipakai sebagai dasar penambahan PMN ke dalam modal saham PT PN III menggunakan angka dalam laporan keuangan audited 2011 ditambah dengan kapitalisasi cadangan, yang efektif sejak pengesahan oleh Menteri Hukum dan HAM.

Pada 25 Oktober 2012, merujuk kepada surat Mensesneg nomor: B-1325/M.Sesneg/D-4/PU.02/10/2012 tanggal 5 Oktober 2012, Menteri BUMN menyampaikan permohonan penjadwalan waktu presentasi kepada Presiden RI terkait rencana dan konsep restrukturisasi BUMN di bidang Perkebunan.

Deputi Industri Primer Muhammad Zamkhani mengungkapkan, pembentukan holding BUMN perkebunan tinggal menunggu terbitnya PP.

http://www.imq21.com/news/read/117052/20130107/105432/Kronologi-Mandeknya-Holding-BUMN-Perkebunan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: