Ulasan MH66 – Jasa Marga Tambah Gardu Di Gerbang Tol Halim

“Proyek ini tidak ada hubungannya dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ini merupakan permintaan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, untuk meningkatkan kapasitas gerbang satelit dan menampung kendaraan lebih banyak,”

Jasa Marga tengah menambah lajur arteri di kawasan Gerbang Tol Halim. Hal ini disebabkan adanya Proyek pelebaran Gardu Tol Halim, cawang, yang akan mengambil satu lajur jalan arteri. (foto : Anang)

Jasamarga.com  Dalam rangka mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang terjadi di jalan tol dalam kota, khusunya di daerah simpang susun Cawang,  Jasa Marga melakukan penambahan Gardu Tol di Gerbang Tol Halim, Cawang, Jakarta.

Gerbang Tol Halim merupakan gerbang masuk Jalan Tol Dalam Kota dari arah Bekasi, Cikampek dan Bandung. Kondisi volume lalu lintas yang terus mengalami peningkatan serta penyempitan (bottle nec) yang diakibatkan berkurangnya lajur-dari 4 lajur menjadi 3 lajur-mengakibatkan terjadinya antrian dan kepadatan kendaraan pada jam sibuk, terutama banyaknya kendaraan besar (truk/container) dari arah kawasan industri disebelah timur yang mengarah ke Pelabuhan Tanjung Priuk.

Untuk mengatasi hal tersebut Jasa Marga melakukan inovasi penambahan Gardu Baru dan dedicated lane (lajur khusus) bagi kendaraan yang akan mengarah ke TanjungPriuk.  Namun mengingat keterbatasan lahan, Jasa Marga harus mengambil satu lajur arteri (jalan umum) dan menggantinya dengan membangun lajur untuk jalan arteri tersebut.***(sumber : corcom)

http://www.jasamarga.com/id_/berita/item/462-jasa-marga-tambah-gardu-di-gerbang-tol-halim

.

Pelebaran Tol Dalam Kota Rp 20 Miliar

Pelebaran Tol Dalam Kota Rp 20 Miliar  

TEMPO.CO, Jakarta – PT Jasa Marga sedang mengerjakan dua proyek pelebaran jalan dan menambah gardu satelit di Gerbang Tol Halim. Kepala Humas PT Jasa Marga, Wasta Gunadi, mengatakan, dua proyek pengerjaan itu terbagi dalam dua paket.

Paket pertama yaitu penambahan tiga gardu satelit dan lajur Gerbang Tol Halim ke arah Semanggi. Paket kedua penambahan lajur ramp (jalan keluar dan masuk) Halim ke Tanjung Priok. Menurut Wasta, pembangunan dua paket ini menghabiskan dana sekitar 20 miliar. “Dana paket satu Rp 9,7 miliar dan paket dua Rp 9,6 miliar,” kata Wasta kepada Tempo, Jumat, 7 Desember 2012.

Wasta menjelaskan, pelebaran itu terlihat di lajur sisi jalan keluar Tol Jakarta-Cikampek menuju Halim, tapi sebenarnya itu untuk tol dalam kota. “Karena lahan kosongnya ada di jalur arteri keluar tol menuju Halim, nanti pagar pembatasnya yang kami geser,” ujarnya. Jadi, lajur arteri tetap tiga jalur, sedangkan lajur tol dalam kota dua jalur.

Sementara, penambahan tiga gardu satelit dan satu lajur sebelah kanan Gerbang Tol Halim ke arah Semanggi dilakukan ke luar pagar pembatas. “Penambahan satu lajur sebelah kanan di jalan tol dalam kota dan lajur kiri di jalan arteri,” ujarnya.

Menurut dia, dua proyek ini tidak ada hubungannya dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ini merupakan permintaan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, untuk meningkatkan kapasitas gerbang satelit dan menampung kendaraan lebih banyak.

Berdasarkan pantauan Tempo, proyek pengerjaan paket dua yang dimulai pada September 2012 sudah memasuki tahap pengecoran dan pemerataan jalan. Tebing tanah di tepi jalan arteri keluar Halim juga sudah dicor dengan bebatuan. Dua orang pekerja proyek secara bertahap mencopot pagar pembatas antara jalan tol dan arteri.

Adapun paket satu masih dalam pengerukan tanah yang dilakukan dengan dua alat berat. Pagar pembatas juga telah dicopot sehingga untuk sementara menggunakan pembatas yang berbentuk persegi.

AFRILIA SURYANIS

http://www.tempo.co/read/news/2012/12/07/083446551/Pelebaran-Tol-Dalam-Kota-Rp-20-Miliar

.

Banyak Keluhan, Jasa Marga Lebarkan Gerbang Tol Halim

Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) saat ini tengah melakukan pelebaran jalan mulai dari gerbang tol Cikarang hingga gerbang tol Halim. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan di gerbang tol halim menuju Semanggi dan Tanjung Priok.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, pelebaran ruas jalan tol tersebut dilakukan karena banyak keluhan dari masyrakat yang menyebutkan bahwa kepadatan di gerbong Halim sudah kronis. Selain itu, masyrakat juga menilai kepadatan terjadi di ruas tol Cibubur dan Cikarang.

“Kalau kita perhatikan opini dari masyarakat melalui tweeter, SMS, internet, koran,  dan TV yang mengeluhkan padatnya ruas tol Cibubur dan Cikarang. Yang paling tinggi keluhannya adalah di gerbang tol Halim,” kata Dahlan di Jakarta, Selasa (4/12/2012).

Menurut Dahlan, kepadatan yang terjadi di gerbang tol Halim dikarenakan ada penyempitan ruas jalan yang tadinya 8 jalur menjadi 3 jalur. Pelabaran jalan tol tersebut merupakan solusi untuk jawaban dari keluhan masyarakat.

“Itu jawaban dari keluhan masyarakat. Pelebaran jalan tol tersebut dalam 3 bulan selesai. Sekarang Jasa Marga akan membuat jalur arteri di daerah tebing kisaran tol,” tuturnya.

Dahlan menambahkan, dengan adanya pelabaran ruas tol tersebut maka bisa mengurangi kepadatan kendaraan ke arah Semanggi dan Tanjung Priok. “Yang akan tertolong itu ke arah Semanggi dan Priok,” pungkasnya.

Reporter: Fajar – Editor: Raden Trimutia Hatta

About these ads

One Trackback to “Ulasan MH66 – Jasa Marga Tambah Gardu Di Gerbang Tol Halim”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 232 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: