Dahlan Nongol di Ketapang : Kawal Program Kebun Pangan BUMN

“Kita optimis kebun pangan ini akan panen sesuai dengan target akhir Maret nanti. Sekitar 1.000 hektare terus tidak berhenti-henti,”

Dahlan Iskan

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan kembali mengunjungi Kabupaten Ketapang, Kamis (21/2). Kunjungan dadakan tersebut guna memastikan “kemauan 24 karat bersawah baru” berjalan lancar. Kehadirannya tetap berciri khas kemeja putih, celana kain, dan sepatu kets.

Kepada wartawan, Dahlan meyakini sawah 1.000 hektare itu, diistilahkan sebagai kebun pangan, panen sesuai target pada akhir Maret 2013. “Kita optimis kebun pangan ini akan panen sesuai dengan target akhir Maret nanti. Sekitar 1.000 hektare terus tidak berhenti-henti,” kata Dahlan di pendopo Bupati Ketapang, Kamis (21/2).

Dahlan menjelaskan, saat ini, Bupati Ketapang juga sudah menyiapkan lahan di Desa Sukamaju. Sehingga akhir Maret 2013 nanti sudah bisa mencapai 1.000 hektare. “Kira-kira dua bulan lagilah. Memang ada daunnya yang agak kuning namun bisa direkayasa. Tapi baguslah tanamannya” ujar Dahlan.

Dahlan mengatakan akan sering mengunjungi Ketapang karena program tersebut sangat penting demi kemaslahatan petani dan perlu pengawasan secara terus-menerus. Menurutnya, tidak bisa diserahkan begitu saja.

Saat ditanya apakah Presiden akan melakukan panen perdana di Ketapang, Dahlan mengatakan belum bisa memastikan. Namun setiap perkembangan kebun pangan di Ketapang itu selalu disampaikan ke Presiden. Dan SBY selalu mengikuti kemajuannya.

“Beliau (SBY, red) sih pengen melakukan panen perdana ini, tapi belum tentu beliau bisa datang. Minimal saya yang melakukan panen perdana ini. Tadi pagi saya lapor ke beliau sebelum berangkat ke Ketapang ini,” tutup Dahlan.

Sementara, Direktur PT Sang Hyang Sri—BUMN pangan penanggung jawab program ini—, Upik Rosalina siap melaksanakan program BUMN dengan total 10 ribu hektare hingga akhir Desember 2013. “Kendala hanya teknis saja, tapi sudah oke. Kita bekerja keras,” kata Upik.

Seperti pernah dijabarkan Dahlan dalam blog Manufacturing Hope, Upik berharap target panen per hektare 6 ton dapat terwujud. Sebab, biasanya sawah baru hanya bisa dipanen 3 ton per hektare. “Saat ini kita fokus di Ketapang dulu. Bupati Ketapang sangat mendukung program ini,” pungkas Upik.

Sebelumnya, General Manajer (GM) PT Sang Hyang Sri Cabang Ketapang Kusmianto mengatakan kebun pangan yang sudah diprogramkan Menteri BUMN berjalan baik.

“Jajaran direksi mengimbau kami agar kebun pangan tidak berhenti dan tetap fokus bekerja untuk mencapai target,” kata Kusmianto, beberapa waktu lalu.

Kusmianto menjelaskan, target kebun pangan di Ketapang mencapai 20 ribu ha yang harus dicapai pada tahun 2013 ini. Hingga pertengahan Februari ini sudah tercapai sekitar 2500 ha.

“Target kita benih yang sudah tertanam pada akhir Maret ini seribu dua puluh ha, saat ini kita berkonsentrasi di kawasan kebun pangan di Sungai Jawi-Pelang. Namun, juga menanam di kawasan kebun di wilayah lainnya juga,” ujarnya. Menurut Kusmianto, di kawasan kebun pangan lainnya akan langsung ditanami benih padi, agar bisa memberikan contoh nyata bagi masyarakat.

“Dengan kita langsung menanam, kita memberikan bukti nyata bagi masyarakat. Dengan bukti nyata, petani akan berbondong-bondong ikut program ini. Sejauh ini respons dan antusiasme masyarakat petani sangat baik,” ungkapnya.

Kusmianto menjelaskan, program kebun pangan ini akan menggunakan pola kemitraan dengan masyarakat petani. “Konsep yang kita gulirkan, 2 ton untuk petani, 2 ton untuk perusahaan dan satu ton untuk biaya produktivitas lagi. Jadi kebun pangan kita di Ketapang tetap jalan dan harus sukses,” jelasnya. (jay)

http://www.equator-news.com/utama/20130222/dahlan-nongol-di-ketapang

About these ads

One Comment to “Dahlan Nongol di Ketapang : Kawal Program Kebun Pangan BUMN”

  1. Ayo ayo ayoooo. kalau sudah swasembada, kita bisa ekspor. Orang Eropa juga suka kok makan nasi, terbukti mereka suka datang ke resto China, Jepang, Korea atau Thai yang menu utamanya ya nasiiii, bukan rotiii. Kalaupun kita sudah suka roti, dan gandum tidak bisa ditanam di sini, sorgumlah solusinya. Semoga Indonesia makin jaya … Makasih Abah.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 242 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: