Perum PFN Butuh Anak Muda Brilian

“Masa depan Indonesia itu industri kreatif, film sebagai industri kreatif. Saya mengundang tokoh-tokoh yang punya ide brilian, terbuka dalam tiga bulan ke depan,”

unyilPFN

 

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berkeinginan untuk menyehatkan Perum Produksi Film Negara (PFN). Mantan Bos PLN ini menilai “BUMN Film” masuk dalam kategori merugi (dhuafa), sehingga harus segera diselamatkan daripada dilikuidasi. Terlebih PFN memiliki aset-aset bersejarah seperti film dokumenter.

Untuk memajukan perfilman BUMN, Dahlan memberi solusi dengan mengumpulkan anak-anak muda yang memiliki ide cemerlang.

“Masa depan Indonesia itu industri kreatif, film sebagai industri kreatif. Saya mengundang tokoh-tokoh yang punya ide brilian, terbuka dalam tiga bulan ke depan,” ucap Dahlan di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (20/2).

Selama ini kata Dahlan, BUMN yang merilis film tidak memiliki pekerjaan atau order lagi, sehingga sekitar 100 pekerja yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa dikatakan digaji tapi menggangur.

“Rata-rata mereka berusia lanjut, paling muda umur 24 tahun. Tapi kalau di bawah anak muda, PFN bisa mendorong industri kreatif di bidang perfilman dengan konsep korporasi,” jelasnya.

Mengenai adanya wacana PFN akan diambil alih oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi atau Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dahlan menilai sebaiknya PFN harus ditangani secara korporasi daripada pendekatan intansi.

“Agar bisa memiliki kelanjutan usaha. Tapi kalau aset seperti film lama, ya gak apa-apa diambil pemerintah,” tukas pria yang kerap menggunakan sepatu kets ini. (chi/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2013/02/20/159313/Perum-PFN-Butuh-Anak-Muda-Brilian-

.

Dahlan Buka Lowongan Perusahaan Film Khusus Anak Muda

JAKARTA - Perum Perusahaan Film Negara (PFN) terancam dilikuidasi jika tidak menunjukkan performa yang menggembirakan selama tiga bulan ke depan. Pasalnya, selama ini PFN bekerja tidak seperti yang diharapkan.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan tengah mencari pegawai berusia muda. Menurut Dahlan, orang muda memiliki ide-ide brilian untuk memajukan PFN yang terancam dilikuidasi.

Namun, ketika Dahlan mengunjungi PFN untuk meninjau apakah para pegawai PFN masih memiliki pegawai-pegawai berusia muda, dia mengaku cukup terkejut. Hal tersebut lantaran sekira seratusan orang pegawai PFN umumnya berusia senja dan akan dinyatakan pensiun.

“Pegawai termuda di sana usianya 45 tahun. Tadinya saya ke sana ingin bertemu dengan pegawai-pegawai termuda yang diharapkan mampu mengembangkan industri kreatif,” kata Dahlan, di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Selain itu, Dahlan berharap para direksi PFN melakukan rehabilitasi film-film lama yang hampir rusak. Dia menilai film-film tersebut merupakan aset PFN yang harus dijaga.

“Harus mau merehabilitasi film-film lama, karena film-film lama itu dalam keadaan rusak. Kita punya ahli untuk menangani itu, meski ini bukan bisnis yang melibatkan BUMN,” katanya.

Mulanya, pengelolaan PFN berada di tanah seluas dua hektare (ha) di Jalan Otista, Jakarta Timur akan diserahkan seluruhnya kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Namun, Dahlan masih berharap ada yang menyumbangkan ide brilian untuk memajukan PFN.

“Rencana lama itu diserahkan kembali ke Kominfo, pas dilihat maka niat itu diurungkan. Karyawannya yang 100-an orang hampir seluruhnya pensiun. Saya terbuka terhadap ide-ide brilian untuk mau diapakan, kalau perfilman nasional melalui BUMN saya akan perhitungkan. Idenya harus brilian,” tukas dia.

Dahlan menambahkan, masa depan Indonesia salah satunya adalah terdapat pada industri kreatif, dan film merupakan salah satu industri kreatif yang mampu memajukan perfilman Indonesia. (mrt)

http://economy.okezone.com/read/2013/02/20/320/764735/dahlan-buka-lowongan-perusahaan-film-khusus-anak-muda

foto: Menparekraf Berdialong dengan Para Sineas Muda Indonesia

http://pkp.parekraf.go.id/dokumentasi/detail/2102

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 233 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: