Telkomsel Ditagih Kurator Rp 146 Miliar, Dahlan Iskan: Lawan!

“Ini betul memang dipalakin. Ya harus dilawan. Saya serahkan ke direksi untuk melawan (kurator),”

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menegaskan bahwa Telkomsel harus tegas menolak permintaan uang senilai Rp 146,088 miliar oleh kurator. “Lawan!” tegas menteri eksentrik ini.

“Betul ‘dipalakin’ (kurator) jadi dilawan. (Saya) serahkan direksi BUMN untuk melawan,” tutur Dahlan, saat dimintai komentarnya soal polemik yang tengah melilit anak usaha Telkom itu di kantor pusat Antara Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Sebelumnya, pihak kurator meminta pembayaran imbalan jasa (fee) sebesar Rp 146,808 miliar pasca dibatalkannya putusan pailit oleh Mahkamah Agung (MA). Namun pihak manajemen Telkomsel keukeuhmenolak membayar.

Seperti diketahui, perhitungan fee kurator menurut penetapan PN Niaga Jakarta Pusat adalah berdasarkan perhitungan 0,5% dikalikan total aset yang dimiliki Telkomsel yakni sekitar Rp 58,723 triliun. Hasil perkalian itu adalah Rp 293.616.135.000.

Angka sekitar Rp 293.616 miliar ini dibagi dua antara Telkomsel dengan Prima Jaya Informatika selaku pemohon pailit. Sehingga masing-masing dibebankan Rp 146.808 miliar. Pola perhitungan itu menggunakan Kepmen Kehakiman No 9/1998.

Sedangkan Telkomsel berpandangan aturan yang digunakan adalah Permenkumham No 1/2013 tentang imbalan jasa kurator yang berlaku 11 Januari 2013. Dalam aturan ini seharusnya perhitungan fee kurator adalah berdasarkan jumlah jam kerja dan bukan berdasarkan perhitungan persentase aset pailit.

Jika mengacu kepada jam kerja, dengan asumsi tarif masing-masing kurator per orang Rp 2,5 juta per jam, 8 jam per hari, selama 86 hari, maka total imbalan 3 kurator sekitar Rp 5.160 miliar dan dibebankan kepada pemohon pailit.

Dalam Permenkumham yang mengatur tentang imbalan jasa kurator baik No 9/1998 atau No 1/2013 secara jelas diatur tiga hal.

Pertama, perhitungan berdasarkan aset jika pailit benar terjadi. Kedua, jika terjadi perdamaian tetap ada pemberesan dan dihitung 2% dari aset. Ketiga, jika pailit dibatalkan di tingkat kasasi atau Peninjauan Kembali (PK), fee kurator dihitung berdasarkan jam kerja.

Perbedaan di Permenkumham lama atau baru ini adalah, di aturan lama jika tidak terjadi pailit fee kurator dihitung berdasarkan jam kerja dan ditanggung berdua. Sedangkan di aturan baru jika tidak terjadi pailit fee dihitung berdasarkan jam kerja dan ditanggung pemohon.

( feb / ash ) 

http://inet.detik.com/read/2013/02/19/141733/2174006/328/telkomsel-ditagih-kurator-rp-146-miliar-dahlan-iskan-lawan?991101mainnews

.

Dahlan: Telkomsel Harus Bawa Kurator ke Pengadilan

JAKARTA - PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) sempat dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga (PN) Jakarta Selatan lantaran tidak membayarkan kewajibannya. Namun, dalam bandingnya di Mahkamah Agung (MA), Telkomsel berhasil menang. Meski demikian, kurator yang ditunjuk untuk melakukan pencatatan di Telkomsel tetap meminta bayaran.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan, Telkomsel harus melakukan perlawanan hukum terkait dengan adanya upaya pemerasan dari pihak kurator maupun hakim yang meminta imbalan jasa kurator sebesar Rp146,808 miliar. “Direksi Telkomsel (harus) melawannya,” kata Dahlan, usai rapat pimpinan, di Kantor Berita Antara, Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Menurut Dahlan, jika pemerasan oleh oknum pengadilan tersebut dibiarkan, dikhawatirkan nantinya merembet ke perusahaan-perusahaan BUMN lainnya. “Jika betul memang ada upaya pemerasan, harus dilawan,” kata dia.

Rumor yang beredar, pihak kurator meminta pembayaran imbalan jasa (fee) kurator sebesar Rp146,808 miliar pascadibatalkannya putusan pailit oleh MA.

Perhitungan fee kurator menurut penetapan PN Niaga Jakarta Selatan adalah berdasarkan perhitungan 0,5 persen dikalikan total aset yang dimiliki Telkomsel yakni sekira Rp58,723 triliun, hasilnya sekira Rp293,616 miliar.

Nantinya, jasa kurator tersebut dibagi dua antara Telkomsel dengan pemohon pailit (Prima Jaya Informatika/PJI) sehingga masing-masing dibebankan Rp146,808 miliar. (mrt)

http://economy.okezone.com/read/2013/02/19/320/764092/dahlan-telkomsel-harus-bawa-kurator-ke-pengadilan

.

Soal Fee Kurator Telkomsel, Dahlan: Ini Dipalakin

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta direksi PT Telekomunikasi Indonesia Seluler (Telkomsel) untuk melawan kurator yang meminta Telkomsel membayar fee senilai Rp 146,8 miliar. Ini harus diselesaikan secara bisnis.

“Ini betul memang dipalakin. Ya harus dilawan. Saya serahkan ke direksi untuk melawan (kurator),” kata Dahlan selepas Rapat Pimpinan BUMN di kantor Wisma Antara Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Seperti diberitakan, Telkomsel dipaksa membayar fee kurator sebesar Rp 146,808 miliar yang mengacu pada penetapan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat tertanggal 31 Januari 2013, berdasarkan perhitungan perhitungan 0,5 persen dikalikan total aset yang dimiliki Telkomsel, yakni sekitar Rp 58.723 triliun. Hasil perkalian itu adalah Rp 293.616.135.000.

Angka sekitar Rp 293.616 miliar ini dibagi dua antara Telkomsel selaku termohon dan Prima Jaya selaku pemohon pailit. Sehingga, masing-masing pihak dibebankan Rp 146,808 miliar. Perhitungan ini mengacu pada peraturan lama, yakni Permenkumham No. 9/ 1998.

Namun, dalam peraturan baru yaitu Permenkumham No 1/2013 tentang Pedoman Imbalan bagi Kurator dan Pengurus, dijelaskan bahwa jika permohonan pailit ditolak di tingkat kasasi atau peninjauan kembali, maka banyaknya imbalan ke kurator dibebankan kepada pemohon pailit. Hal ini tertuang dalam pasal 2 ayat (1) huruf C Permenkumham No 1/2013. Perlu diketahui, peraturan ini ditetapkan pada 11 Januari 2013.

Mengacu pada peraturan itu, kuasa hukum Telkomsel Andri W Kusuma mengatakan, fee kurator seharusnya menjadi beban Prima Jaya Informatika selaku pemohon pailit, karena Telkomsel batal pailit.

Selain itu, masih menurut Andri, seharusnya perhitungan fee kurator ini didasarkan atas jam kerja, bukan dari persentase aset pailit.

Tim kuasa hukum Telkomsel akan melaporkan masalah penetapan fee kurator tersebut ke Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/02/19/15194630/Soal.Fee.Kurator.Telkomsel.Dahlan.Ini.Dipalakin

.

Dahlan minta Telkomsel lawan kurator pemalak

Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta Telkomsel untuk melawan pemalakan yang dilakukan oleh tim kurator pailit. Tim Kurator Pailit Telkomsel meminta biaya sebesar Rp 146,808 miliar yang juga telah ditetapkan oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

“Itu memang ada pemalakan, betul ada, dan ini harus dilawan,” ucap Dahlan ketika ditemui di Wisma Antara, Jakarta, Selasa (19/2).

Untuk penyelesaian kasus ini, Dahlan menyerahkan sepenuhnya kepada direksi. Namun biaya yang diminta tim kurator tidak harus dibayar dan harus dilawan.

“Kita serahkan ke direksi untuk melawan,” jelasnya.

Sebelumnya, Telkomsel telah berencana untuk mengadukan ancaman gugatan kurator yang meminta ongkos kepailitan ke Mahkamah Agung, Komisi Yudisial dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, Telkomsel menyatakan menolak membayar tagihan atas jasa kurator sebesar Rp 146,808 miliar yang jatuh tempo pada Jumat (15/2) lalu. Telkomsel beralasan, perusahaan ini tidak pailit lantaran MA telah membatalkan putusan pengadilan niaga Jakarta yang menyatakan perusahaan pelat merah ini bangkrut.

Selain itu, Telkomsel mendalilkan, aturan pembayaran fee telah tercantum dalam Peraturan Menteri Kehakiman Nomor 9 Tahun 1998 yang diganti dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkum HAM) Nomor 1 Tahun 2003. Dalam peraturan tersebut diatur fee kurator dihitung per jam kerja dan menjadi beban pemohon jika tidak terjadi pailit.

Sementara itu, pihak kurator tetap berkeras Telkomsel harus membayar fee mereka. Jika tidak, mereka mengancam akan mengajukan gugatan yang meminta majelis hakim melakukan penyitaan terhadap seluruh aset yang dimiliki Telkomsel.

[rin]

 

About these ads
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 233 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: